Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mesjid Agung Sukabumi, Penuh Kenangan Masa Kecil, Walau Kini Telah Berubah

30 April 2020   03:22 Diperbarui: 1 Mei 2020   18:59 894
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saya lahir dan besar di sebuah kota kecil, Sukabumi nama Kotanya salah satu Kotamadya Tertua di Jawa Barat. 120 km dari Ibukota Republik Indonesia, Jakarta dan 90 Km dari Ibukota Provinsi Jawa Barat, Bandung.

Tempat tinggal saya kebetulan di tengah Kota Sukabumi, 100 meter ke arah selatan Mesjid Agung dan Alun-Alun Kota kecil yang merupakan salah satu penghasil teh di Jawa Barat.

Mesjid Agung Kota Sukabumi ini didirikan pada tahun 1904 diatas tanah wakaf seluas 2.000 m2  yang diberikan oleh seorang tokoh muslim Sukabumi bernama Ahmad Juwaeni. 

Mesjid itu diawal pendiriannya bukan hanya untuk Shalat dan ibadah-ibadah lainnya, namun merupakan pusat perjuangan rakyat Sukabumi dalam mengjadapi penjajah Belanda.

Dalam perjalanannya Mesjid Agung Kota  Sukabumi paling tidak telah mengalami renovasi sebanyak 6 kali masing-masing tahun 1925,1945,1966, 1994, 2004 dan terakhir tahun 2013.

Renovasi-renovasi tersebut mengubah unsur dan luas bangunan mesjid, yang meliputi menara dan kubah mesjid hingga serambi dan ruang utamanya.

ini foto Mesjid Agung hasil pemugaran tahun 1966, |Rangga Suria Danuningrat
ini foto Mesjid Agung hasil pemugaran tahun 1966, |Rangga Suria Danuningrat
Bagi saya bentuk bangunan mesjid yang dipugar pada tahun 1994 lah yang penuh kenangan, karena saat itu saya kerap kali beraktivitas di Mesjid tersebut, saat aktif menjadi anggota IRMA (Ikatan Remaja Mesjid Agung).

Kemenag.go.id
Kemenag.go.id
Apalagi saat memasuki bulan Ramadan seperti saat ini, Mesjid Agung menjadi pusat kegiatan Ramadan di kota Sukabumi, apalagi di depannya terdapat Alun-Alum tempat penduduk Sukabumi Ngabuburit. 

https://jelajahsukabumi.wordpress.com/
https://jelajahsukabumi.wordpress.com/
Selain itu yang membuat saya terkenang adalah letak Mesjid Agung Kota Sukabumi bersebelahan dengan salah satu Gereja tertua di Sukabumi, yakni Gereja Pantekosta,  mirip.sekali dengan Mesjid Istiqlal yang berhadapan letaknya dengan Gereja Katedral.

Hal ini menandakan toleransi antar umat beragama di Kota Mochi ini sudah terbangun sejak jaman baheula, karena pada dasar penduduk Sukabumi memang heterogen.

Ya, kami dulu di kota kecil ini, tak ada saling mengkafirkan, kami bersama-sama bergaul tanpa membedakan Suku, Agama dan Ras.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun