Mohon tunggu...
Fery. W
Fery. W Mohon Tunggu... Analyst

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Blunder Sitti Hikmawatty Mendunia, Permintaan Maaf Saja Cukup?

24 Februari 2020   16:41 Diperbarui: 24 Februari 2020   16:56 1306 14 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Blunder Sitti Hikmawatty Mendunia, Permintaan Maaf Saja Cukup?
Tribunenews.com

Daily Star. Co.Uk, hari ini merilis berita terkait  ucapan Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty yang 2 hari belakangan ini menghebohkan Indonesia.

Judul yang dirilis Daily Star cukup provokatif 

"Woman Can Get Pregnant From Swimming in A Pool With Man, Child Official Claim"

Blunder memalukan yang dilakukan oleh seorang pejabat Pemerintah Indonesia ini sekarang sudah mendunia.

Mungkin dalam beberapa hari ke depan ucapan Sang Komisioner, bahwa perempuan bisa hamil ketika berenang di kolam renang, dalam wawancara dengan Tribunnews.Com ini akan terus tersebar luas ke berbagai belahan dunia.

Pantas saja kemudian banyak masyarakat mempertanyakan kapabilitas Hikma demikian ia biasa dipanggil, sebagai seorang Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Dalam wawancara tersebut Hikma dengan sangat meyakinkan dan tampak begitu percaya diri mengemukakan bahwa, kehamilan bisa saja terjadi jika seorang pria ejakulasi saat di kolam renang dan pada saat bersamaan ada perempuan di kolam renang tersebut.

"Pertemuan yang tidak langsung misalnya, ada sebuah mediasi di kolam renang, ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat, walaupun tidak terjadi penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, dapat berindikasi hamil," ujar Hikma, Seperti yang dilansir TribunJakarta.com (21/02/20).

Sontak ucapan kontroversial ini kemudian viral di media sosial. Video wawancara tersebut tersebar begitu luas, KPAI pun menjadi trending topic di jagat Media Sosial Twitter.

Setelah kehebohan terjadi  kemudian pihak KPAI mengklarifikasi ucapan tersebut melalui Ketua Komisoner-nya, Santoso

Dalam klarifikasi tertulisnya, KPAI menyatakan bahwa narasi yang berasal dari sebuah situs berita online yang berujung kehebohan tersebut tidak sesuai dengan pemahaman  dan sikap KPAI sebagai lembaga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x