Mohon tunggu...
Fery. W
Fery. W Mohon Tunggu... Analyst

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Kisruh Dewas TVRI dengan Helmy Yahya yang Akarnya Masih Samar

6 Desember 2019   14:38 Diperbarui: 7 Desember 2019   11:52 5243 30 9 Mohon Tunggu...
Kisruh Dewas TVRI dengan Helmy Yahya yang Akarnya Masih Samar
Riaunews.com

Televisi Republik Indonesia atau lebih dikenal dengan TVRI merupakan Stasiun televisi tertua yang pernah dimiliki Indonesia. Mungkin bagi para baby boomers, orang-orang yang lahir antara tahun 70-80 TVRI merupakan salah satu teman masa kecilnya.

TVRI melakukan siaran pertamanya pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran pertamanya adalah pembukaan Asian Games ke -4  tahun 1962 yang berlangsung di Stadion Utama Senayan di Jakarta.

Ya TVRI pada awalnya memang sengaja didirikan untuk kegiatan multievent olahraga terbesar Asia  4 tahunan yang saat itu Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Dipersiapkan sejak tahun 1961, sempat melakukan siaran percobaan pada tanggal 17 Agustus 1962 dengan siaran langsung Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka jakarta.

Setelah penyelenggaraan Asian Games selesai TVRI kemudian mulai melakukan siaran secara reguler pada tanggal 12 November tahun 1962. Sejak itu hingga tahun 1988 TVRI merupakan satu-satunya stasiun televisi yang berada di Indonesia.

Saat itu TVRI baru melakukan siaran mulai pukul 16.30 dan berakhir sampai dengan pukul 23.30. Kecuali hari Minggu, TVRI menyiarkan siaran pagi mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 13.00. Tak seperti sekarang hampir semua Stasiun Televisi di Indonesia menyiarkan siarannya 24 jam sehari sepanjang tahun.

Secara administrasi birokrasi, sejak tahun 1974 TVRI berada di bawah tata kerja Kementerian Penerangan, Direktorat Jenderal Televisi, Radio dan Film. Dimasa itu TVRI merupakan salah satu alat propaganda pemerintah dalam menyebarkan program-program pembangunannya.

Mungkin bagi generasi baby boomers Indonesia, Acara Dunia Dalam Berita, Dari Desa ke Desa, Kelompencapir, hingga acara menggambar bersama pak Tino Sidin menjadi bagian keseharian mereka.

Namun seiring waktu berjalan setelah tahun 1988, munculah Stasiun Televisi milik Swasta pertama di Indonesia yang bernama RCTI kemudian disusul SCTV, ANTV, dan kemudian menyusul keberadaan stasiun-stasiun televisi swasta lainnya.

Pangsa pasar TVRI mulai tergerus, hanya di daerah-daerah pinggiran siaran TVRI masih disaksikan. TVRI tak diminati lagi, karena selain kualitas teknis siarannya buruk, acara-acara yang disiarkannya pun nyaris tak ada yang menarik.

Sepertinya program-program acara dibuat seadanya karena keterbatasan dana. Karena TVRI saat itu tak diperbolehkan menyiarkan iklan yang berpotensi memberikan pemasukan bagi mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN