Mohon tunggu...
Feri Randika
Feri Randika Mohon Tunggu... Just One Word From The World (Think)

Still Nothing tapi thinking

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Kawakita, Kopi Robusta OKU Selatan, Tepatnya di Desa Karang Pendeta Kec Tiga Dihaji

22 September 2020   02:07 Diperbarui: 22 September 2020   02:19 43 2 0 Mohon Tunggu...

Panen kopi telah berakhir, tapi pandemi belum berakhir, agar tetap produktif, yang bekerja kembali bekerja, yang bisnis kembali berbisnis, dan para petani kopi mulai kesibukan baru selain ngurus kebun kopi mereka jg banyak keahlian seperti mengembangkan brbgai mcm bisnis, upahan, ngojek hasil panen kopi/green bean, ngojek kayu dan ada juga yang tanam jagung, sayur, cabe, dll *bahasa hajinya laju segalanya nik namanya besepok rezeki halal | bahasa amerikanya, keep growing
.
Nah.. Kadang kita Stuck/mentok, mood hilang, deadline mepet, lesu, update status sosmed galau atau bisa jadi memang terlalu lelah sampai-sampai kehilangan kreativitasnya. kalau sudah begini kita akan dengar atau mengatakan "Ngopi dulu lah biar encer" atau kata orang palembang "ngopi dulu lah biar dak anarkis" dan benar, kandungan kafein dalam kopi bisa menambah konsentrasi, lebih fresh, fokus, dan enjoy.
.
sedikit cerita.. Karena youtube, Akhir - akhir ini saya jadi pecinta kopi apapun jenis dan rasa kopi, bukan karena pandemi tapi karena ini tanaman turun temurun leluhur didesa kami. Dari mulai memetik, menjemur dan belajar berbagai refrensi metode green bean seperti honey process, natural process, washed process, wine process dll. dan saya cukup bangga menemukan metode baru yaitu psycho process(petik merah, dipencet cherry merah satu persatu, dan jemur) jika belum ada mesin pulper, disarankan untuk kereAktif hobi kopi keterbatasan alat bisa manual, resikonya, proses 4hari begadang dpt 2kg green bean. Jikalau mau banyak dan cepat pakai metode natural proses bisa juga kualitas bagus asal petik merah & harus disortir. pastinya sangat ribet dan berseni kalau mau berkualitas.

Akhirnya, setelah banyak belajar sayapun tergiur membeli beberapa alat&mendesign ulang produk ala ala ini lebih baik lagi. alhamdulillahnya, di shopee 2x pengiriman ke jawa timur (walaupun itu jg teman) tetap bangga namanya usaha kecil2an. tidak lain tidak bukan bertujuan pemberdayaan, bukan soal uang, ini hanya insipirasi kecil mudah2an ada value/nilai. Tentunya tak sebagus seminar webminar produktif dimasa pandemi tapi jangan mindsetnya ingin bersertifikat tanda pernah ikut seminar.

Tapi problem yang selalu jd bahan diskusi adalah kopi biji belum bersih didesa kami harganya 15-16rb/kg, kalau bersih kualitas bagus memang mahal tapi harus nyari kedai/perusahan yang mau kerja sama(supplier). kalau bersih dijual ke toke/tengkulak harganya bedanya cuma seribu rupiah. sebenarnya disebabkan banyak faktor, salahsatunya karena kualitasnya belum se terKENAL kopi gayo, flores, kintamani dll. sekali lagi bosku, ini kopi sumatera juga dari desa karang pendeta tiga dihaji okus, lemak, bersih, bijinya tepilih dgn sungguh2, diroasting pakai kuali besi kayu bakar. nikmat pastinya bisa buat campuran kopi susu atau gula aren dirumah.
.
Sedikit banyak kita semua setuju dengan kalimat ini. Tanpa kita sadari teman sangat berpengaruh besar kpd kita. Nabi Muhammad syalahu alayhi wa sallam menggambarkan jika berteman dengan tukang parfum maka kita mendapatkan wanginya, sedangkan berteman dengan pandai besi kita akan mendapatkan percikan bara api dan asap yang menyisakan sesuatu dipakaian kita. makna singkatnya, teman yang baik pasti kita merasakan kebaikannya. In shaa Allah..

VIDEO PILIHAN