Ferdi Rosman Feizal
Ferdi Rosman Feizal Travelling, Pemerhati Energi Baru Terbarukan, Pemerhati Desa, Pemerhati Wisata Pedesaan

Idealisme dan Nasionalisme untuk dasar kemajuan Bangsa dan Negara

Selanjutnya

Tutup

Hijau

Terang Benderang Sepanjang Jalan Paralon

6 Oktober 2017   11:05 Diperbarui: 6 Oktober 2017   11:10 691 0 0
Terang Benderang Sepanjang Jalan Paralon
Turbin Air Mini dc (gambar : Bukalapak.com)

Kalau tidak dibendung untuk PLTA, air diarahkan melalui saluran untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) atau membuat kincir air untuk pembangkit listrik dalam skala kecil, selain itu sepertinya tidak ada lagi cara lain untuk memanfaatkan air sebagai pembangkit listrik. Kalaupun ada, mungkin air laut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi air dengan memanfaatkan gelombangnya, itupun harus dengan teknologi tinggi.

Di awal tahun 2016 kemarin 3(tiga) mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya berhasil mengembangkan prototipe teknologi alternatif untuk mengubah air keran menjadi energi listrik untuk keperluan rumah tangga yang bisa menghasilkan tegangan dan daya listrik optimal di angka 5 Volt dan 1 Watt, sehingga dapat digunakan untuk memasok kebutuhan listrik lampu LED atau diintegrasikan dengan pembangkit lain melalui sistem grid, namun dalam perjalanannya belum ada kabar lagi tentang perkembangan dan implementasinya.

Dalam beberapa tahun belakangan ini di toko online sudah ada yang menawarkan alat baru untuk sumber energi air dengan memanfaatkan air yang mengalir pada saluran air (selang atau paralon) dalam skala mili amper dengan arus searah (dc) yang dinamakan turbin air mini dc. Untuk menghasilkan energi listrik, turbin air mini ini cukup dipasang pada paralon inchi yang akan menghasil daya sebesar 10 Watt dc pada tegangan 12V atau sebesar 0,833 AH.

Namun sangat disayangkan turbin air mini dc ini bekerja pada tegangan 12V, sehingga kurang efektif jika digunakan untuk pengisian battery(aki) 12V seperti panel solar cell yang mempunyai arus maksimum 16V sampai 17V karena dalam spesifikasi teknisnya memang hanya untuk menyalakan lampu dc 10 Watt. Dan kalaupun digunakan untuk mengisi aki, daya yang akan tersimpan sedikit (dibawah 12V) kecuali jika menggunakan aki VRLA seperti aki VRLA 6V/4,5A sebanyak 2 unit yang diisi secara bergantian atau merangkai seri 2 unit turbin mini dc.

Menerangi Dusun

Di beberapa dusun yang berada di lereng pegunungan dengan kontur tanah miring dengan sumber air di lereng gunung, biasanya warga dusun memanfaatkan sumber air dengan menyalurkannya ke rumah-rumah untuk kebutuhan sehari-hari menggunakan selang atau pipa paralon, karena airnya tak pernah kering beberapa warga bahkan tak pernah menutup kran air seperti yang dilakukan warga di Dukuh Misik Tambak Romo di kawasan Gunung Kendeng kabupaten Pati Jawa Tengah yang  dikutip Tribunjateng "Sapari tidak pernah mematikan keran kamar mandi rumahnya. Menurutnya, air dibiarkan meluber dengan tujuan agar mengalir ke selokan kecil yang terhubung ke saluran irigasi. "Saya biarkan meluber agar air tersebut bisa mengalir ke saluran irigasi," tuturnya.

Paralon di Sendang Sentul Pegunungan kendeng (Gambar : Tribunjateng)
Paralon di Sendang Sentul Pegunungan kendeng (Gambar : Tribunjateng)
Kalau saja warga di Lereng Pegunungan Kendeng ini mengetahui kehadiran turbin mini dc ini dan memanfaatkannya, pipa-pipa paralon yang terbentang sepanjang jalan yang digunakan warga untuk menyalurkan air dari sumber air ke rumah-rumahnya bisa dimanfaatkan untuk penerangan, dusun ini akan terang benderang dengan lampu-lampu LED DC 10 watt, 5 Watt, 3 Watt tanpa harus membayar biaya pemakaian listrik alias gratis di dalam rumahnya, di jalan depan rumahnya atau sepanjang jalur-jalur pipa paralon dengan slogan "Terang Benderang Sepanjang Jalan Paralon".

Selain untuk penerangan, turbin mini dc ini juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti untuk mengisi aki yang selanjutnya bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.

Semoga..

Referensi :

Pekalongan, 6 Oktober 2017