Fendi Felix
Fendi Felix

Menggembara dengan waktu. Pelari amatir. Foto memfoto. Komunikator visual. Single parent. IG @fendifelix

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Catatan Jogja Marathon 2018, Pelari Haus Tak Selalu Ketika Berada di "Water Station"

16 April 2018   23:58 Diperbarui: 17 April 2018   00:17 1134 5 7
Catatan Jogja Marathon 2018, Pelari Haus Tak Selalu Ketika Berada di "Water Station"
Dokumentasi Pribadi

Event Jogja Marathon 2018 telah sukses diadakan tanggal 15 April lalu. Event kedua sport toursm di kota destinasi wisata kedua di Indonesia. Event lari yang didukung pemerintah provinsi DIY ini memang layak ditunggu para pelari di tahun depan.

Pendaftaran Jogja Marathon 2018 dibuka awal tahun dalam beberapa tahap. Dalam tiap tahapnya dibuka beberapa jam sudah langsung ludes. Banyak teman dari komunitas lari yang tak kebagian slot. Sungguh luar biasa peminat mengikuti event lari di kota Jogja.

Sama seperti tahun lalu, mengusung Candi Prambanan sebagai ikon Jogja Marathon. Candi Prambanan sebagai tempat event ini membuat daya tarik tersendiri bagi penikmat lari baik nasional maupun internasional. Apalagi dengan rute pemandangan beberapa candi di sekitar komplek Candi Prambanan salah satunya candi Plaosan.

Pengambilan racepack dibuka 3 hari sebelum acara di Gedung Pendopo Agung Ambarukmo, namun kebanyakan diambil di hari terakhir karena banyakan pelari dari luar kota baru tiba sehari sebelumnya. Jam-jam tertentu antri mengular tapi tak berapa lama antrian menciut karena tersedia banyak meja pengambilan racepack dan tak butuh waktu lama untuk meregistrasi racepack. Peserta disuguhkan minuman sponsor ketika sampai di meja pengambilan racepack sehingga membuat adem bagi peserta yang mengantri.

Race diawali kategori Full Marathon (FM) jam 4.45 setelah sebelumnya didahului acara pembuka. Sayangnya untuk kategori Half Marathon (HM) 45 menit setelahnya. Jeda cukup jauh dan jadi pemicu buat tidak nyaman pelari ketika harus lama berhadapan terik matahari. Sama halnya dengan 10k dan 5k yang diberi jeda 30 menit kemudian secara bergantian.

Menuju garis start, peserta harus berjalan cukup jauh dari pintu masuk Prambanan. Penjagaan pintu masuk cukup ketat, orang tak boleh masuk tanpa BIB yang sesuai dengan kategori waktu start race.

Peserta race disuguhkan pemandangan sawah, desa wisata, gunung merapi dan candi sekitar Prambanan serta beberapa atraksi dari berbagai kebudayaan di Jogja seperti Jatilan dan penari Jawa.


Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Spot terbaik di Jogja Marathon 2018 yakni ketika sekitar km 16 pelari melewati depan candi Plaosan dan disediakan booth kecil logo Jogja Marathon 2018. Titik ini bersebelahan dengan water station. Yang menarik, spot ini dimanfaatkan untuk berfoto dengan minta bantuan pelari lain tanpa memandang dari komunitas dan dari kota atau negara mana supaya bisa dapat foto dekat logo Jogja Marathon 2018 dengan view Candi. Cuaca cukup bagus dan dapat penyinaran sinar Matahari dari depan sehingga menghasilkan gambar yang menakjubkan. Di tengah ingin menyelesaikan waktu terbaik lari, para pelari masih menyempatkan diri dan rela antri bergantian foto.

Selain ramah, penjaga marshal di beberapa titik rela membagi jatah minum dalam botol 1 liter untuk pelari yang kehausan. Salut. Haus tak selalu ketika berada di water station.

Terkait jarak race, ada yang mengganjal ketika mengikuti race kategori HM. Di awal kilometer terdapat jeda yang tak sama antara jarak di aplikasi Nike Plus dengan penunjuk jarak yang disediakan dari panita Jogja Marathon 2018. Kilometer makin jauh, perbedaan antara penanda jarak dari panitia Jogja Marathon 2018 dengan aplikasi juga makin menjauh. Sampai garis finish di aplikasi, jarak tempuh HM tercatat 23,7 km. 

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Aplikasi Nike plus yang ada di genggaman saya ketika berlari selama 3 tahun ini tapi baru tahun ini dan di event ini mendapatkan perbedaan jarak cukup jauh. Awalnya tak pede menanyakan ke sesama pelari mengenai perbedaan jarak dari yang dipajang panitia Jogja Marathon dengan aplikasi ini. Ternyata dialami juga pelari lain, dari menanya 7 pelari didapati 5 pelari mengamini keganjilan ini. Bahkan ada yang bilang kalau kategori HM Jogja Marathon ditulis di brosur jaraknya 24 km. Tapi hal itu tak terbukti karena tulisan di buku panduan, HM sebagai kategori 21 km.

Sampai diakhir-akhir kilometer, terjadi kelucuan. Sekitar Km 19 versi jarak panitia, ada peserta bikin guyonan ke mbak penjaga marshal. "Tinggal berapa kilometer lagi mbak?" Dijawab "2 km lagi, semangat" Beberapa lama kemudian nanya lagi ke penjaga marshal berbeda di beberapa titik namun jawabnya tetap sama. Karena merasa aneh, diceletukin "Masak dari tadi tinggal 2 km tapi tidak sampai-sampai". 

Terlepas dari suksesnya Jogja Marathon 2018 ada beberapa catatan yang perlu perbaikan. 

Pertama, akurasi jarak tempuh. Seharusnya kategori HM berjarak 21,0975 km. Dalam realisasi lewat 500 meter masih wajar tetapi kalau kelewat lebih dari 1 km itu sudah tidak wajar. Berbanding terbalik dengan kategori 10k dan 5k yang dikeluhkan beberapa peserta karena tercatat kekurangan jarak.

Kedua, tempat sampah kurang banyak di waterstation dan di tempat refreshment setelah finish. Tempat sampah yang minim mengakibatkan tumpukan sampah bekas gelas dibuang sembarangan. Bahkan ada satu water station, di sekitar km 12, tidak ada tempat membuang sampah akibatnya gelas berserakan di pinggir sawah.

Ketiga, jel spray atau balsem untuk kaki kram tidak tersedia titik rawan. Banyak peserta yang sudah merasa kram dan kaki kepanasan di sekitar km 10 tapi jel spray atau balsem tidak disediakan panitia. Tenda medik di sekitar km 12 pun hanya menyediakan es batu untuk mengompres.

Keempat, lintasan dikeluhkan gesang dan panas. Beberapa peserta mengeluhkan pilihan lintasan tak banyak pohon peneduh. Mungkin baiknya perlu adanya penanaman pohon di lintasan. Panas lintasan juga bisa dikarenakan race yang dimulai kesiangan sehingga peserta lebih lama mendapatkan panas matahari.

Salam lari, selamat berwisata.

----

Ditulis di kereta perjalanan ke Jakarta, 16 April 2018.