Mohon tunggu...
Faza AinunnisaAffandy
Faza AinunnisaAffandy Mohon Tunggu... Mahasiswa - nothing

happy here forever

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Tradisi Ramadhan

10 Mei 2022   16:04 Diperbarui: 10 Mei 2022   16:09 233 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kisah Untuk Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Assalamualaikum wr. Wb.

Halo temen temen semua. Gimana kabarnya? semoga kalian baik baik yaa dan semoga selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Oh iya sekarang sudah memasuki bulan april dan tentunya bertepatan juga pada tahun ini juga memasuki bulan ramadhan, untuk kalian yang umat islam selamat menjalankan ibadah puasa yaa. semoga diberikan kekuatan untuk menjalani ibadah puasa dan melaksankannya dengan semaksimal mungkin.

Ramadhan pasti sangat identik dengan puasa bukan? Tapi apakah kalian tahu, bulan ramadhan juga identik dengan praktek budaya yang ada di berbagai daerah. Tidak hanya indonesia saja, di seluruh dunia, umat islam menandai moment ini dengan perayaan perayaan meriah yang tentunya telah diwariskan dari turun temurun atau dari generasi ke generasi. Tak kaget juga jika kita menonton televisi, jarak satu bulan dengan ramadhan pasti kalian tahu apa yang sangat identik dalam iklan iklan di tv yang mulai beredar. Ya, iklan sirup dan berbagai macam program tayangan religi di televisi. Bukan berarti dalam hari biasa tidak ada iklan sirup, akan tetapi setiap menjelang ramadhan iklan tersebut akan semakin sering muncul dan dikemas dengan bertemakan khusus ramadhan.

Di berbagai daerah pun tentunya juga di kalimantan, setiap menjelang ramadhan kita juga sering melihat tradisi ini. Berziarah ke makam keluarga dan kerabat atau biasa disebut dengan istilah nyekar dengan berziarah dan mendoakan. Selain medoakan, tradisi ini juga biasa dimanfaatkan untuk membersihkan makam keluarga yang telah meninggal. Seperti di Yogyakarta, saat menjelang ramadhan ada tradisi bernama padusan, yang bertujuan untuk mensucikan diri dan batin yang biasa di lakukan oleh masyarakat jawa tengah dan Yogyakarta. Tradisi ini dilakukan secara beramai ramai dengan berendam atau mandi di sumber mata air. Di Jawa Timur, ada tradisi megengan. Sebagian masyarakat jawa timur melakukan tradisi ini. Tradisi ini merupakan selamatan yang biasa di adakan dengan berziarah ke makam leluhur yang di lakukan pada siang hari atau petang hari dengan hidangan berupa apem dan pisang raja. Di daerah semarang juga memiliki tradisi yang di adakan menjelang puasa ramadhan. Tradisi ini merupakan paduan dari 3 etnis yaitu jawa, tionghoa, dan arab, tradisi ini biasa disebut dugderan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1981an. Saat ini perayaannya semakin meriah. Ada ikon tersendiri untuk tradisi ini, yaitu berupa hewan berkaki empat dengan kepala mirip naga yang memperlihatkan perpaduan budaya antar etnis.

Kembali ke daerah jawa tengah tepatnya di Kudus. Ada festival yang menandai masuknya bulan ramadhan biasa disebut dhandhangan. Acara ini di lakukan di masjid menara kudus dengan memukul bedug. Dhandangan juga merupakan tradisi untuk berkumpul para santri di depan masjid menara kudus setiap menjelang ramadhan untuk menunggu pengumuman hilal atau pengumuman penentuan awal puasa. Untuk di daerah pulau lain contohnya kalimantan. Salah satunya di kalimantan barat, ada tradisi menyambut ramadhan yang cukup unik. Bermain meriam karbit adalah salah satu ciri khas yang biasa dilakukan oleh masyarakat pontianak. Tetapi tradisi ini dilakukan ketika beberapa minggu menjelang idul fitri. Anehnya, jika di daerah lain meriam karbit menggunakan bambu, meriam arbit yang ada di pontianak ini menggunakan batang kayu yang lumayan besan. Batang tersebut dibelah lalu dibuatlah rongga dan nantinya di sambung lagi dengan rotan dengan cara diikat. Cara memainkannya, kayu tersebut diisi air dan karbit nantinya suara ledakannya terdengar hampir seisi kota. Beralih ke daerah kalimantan utara tepatnya berada di Nunukan. Masyarakat nunukan atau suku tidung biasa menyebutnya malam magong. Malam magong sendiri dilakukan untuk menyambut bulan puasa yang dimana masyarakat menyalakan lampu yang terbuat dari bambu atau dari kaleng minuman bekas yang dalam bahasa tidung yang disebut magong atau biasa disebut obor. Hal ini di maknai ungkapan masyarakat tidung menyambut bulan ramadhan yang akan ceria dan bahagia dalam menyambut bulan puasa. Malam magong sendiri ada waktu waktu sendiri untuk melaksanakannya. Biasanya dilakukan sebelum solat maghrib dan isya serta solat sunnah tarawih. Nantinya lampu itu di taruh di depan rumah atau juga bisa ditaruh di sudut sudut rumah.tradisi ini sudah ada dari sejak lama dan sampai saat ini sudah menjadi suatu tradisi oleh masyarakat suku tanah tidung.

Beralih ke daerah kalimantan timur tepatnya ada di samarinda. Tapi menurutku ini sekarang sudah ada dimana mana, yaitu berbagi takjil dan juga nasi kotak. Lalu tahun ini juga ada pawai obor yang dilakukan masyarakat sekitar samarinda untuk menyambut bulan ramadhan. Pawai ini di adakan secara meriah yang diikuti hampir dari semua kalangan. Mulai dari anak kecil, remaja samapi ibu ibu dan bapak bapak megikuti pawai obor ini. Lalu di balikpapan sendiri, tradisi yang dilakukan yaitu ada semarak pasar ramadhan. Tentu saja ini hanya ada di waktu tertentu yaitu di bulan ramadhan saja. Banyak sekali penjual yang berjualan takjil di sore hari saat menjelang buka puasa. Untuk tahun ini, sudah mulai normal seperti dua tahun sebelumnya, sebelum ada wabah corona. Tahun ini mulai terasa normal. Untuk para rantauan juga sudah mulai banyak yang mudik dan pulang kampung. Setelah dua tahun yang lalu tidak diperbolehkan oleh pemerintah karena ppkm luar jawa di perpanjang. Semoga tradisi tradisi masih akan terus berkembang.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan