Mohon tunggu...
Fawwaz Ibrahim
Fawwaz Ibrahim Mohon Tunggu...

Sedang belajar membaca, menulis dan memotret yang terangkum dalam blog. Mahasiswa yang hobby jalan-jalan, senang mencari suasana dan tantangan baru. Kuliah Jurusan Filsafat dan Aqidah di salah satu sekolah tinggi di Jakarta Selatan. FB : Fawwaz Ibrahim IG : Fawwaz_Ibrahim TW : @mengejarmentari Email : kemewahanhitam@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Taman Nasional Baluran, Keindahan Savana Bekol yang Perlu Dipelihara

17 Mei 2016   13:25 Diperbarui: 18 Mei 2016   08:02 0 9 4 Mohon Tunggu...
Taman Nasional Baluran, Keindahan Savana Bekol yang Perlu Dipelihara
Dok. Pri | Sisa tengkorak hewan yang ada di Taman Nasional Baluran

Hari itu masih begitu pagi, masih pukul 05.00 wib. Akan tetapi, teman-teman dan saya sudah bersiap untuk berangkat menuju Taman Nasional Baluran, jarak tempuh memang bisa dikatakan cukup jauh dari tempat kami tinggal, oleh karenanya, berangkat lebih pagi adalah salah satu alternatif agar kami tidak terlalu banyak bergelut dengan panas matahari.

Taman Nasional Baluran apabila dilihat di peta terletak tidak jauh dari Banyuwangi, adapun secara pengelolaan Taman Nasional Baluran (selanjutnya: Baluran) di bawah pemerintahan daerah Situbondo. Baluran beralamat di Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi KM 35, Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur.

Baluran lebih dikenal dengan padang savana yang dimilikinya, bahkan karena padang savana yang dimiliki, Baluran mendapat julukan yang cukup menarik, yaitu, The Little Of Afrika”. Padahal Baluran tidak hanya berkutat akan padang savana, karena di Baluran hadir pula hutan hijau sepanjang tahun, pantai Bama dan hutan mangrove yang begitu memesona.

Dok. Pri | Kantor Pengelola Taman Nasional Baluran yang tidak jauh dari pintu masuk menuju savana Bekol
Dok. Pri | Kantor Pengelola Taman Nasional Baluran yang tidak jauh dari pintu masuk menuju savana Bekol
Baluran adalah salah satu tempat konservasi flora dan fauna, pun pada tataran flora kurang lebih ada 444 jenis yang masuk dalam 100 famili, keseluruhan tumbuhan yang ada termasuk kepada 24 jenis tumbuhan langka, 265 tumbuhan herbal, dan 37 jenis mangrove yang tumbuh secara alami.

Adapun fauna yang saya lihat secara langsung, antara lain, monyet, kijang, kerbau dan banteng. Dan menurut data fauna yang masih ada di Baluran antara lain, leopard, rusa, babi hutan, berbagai jenis burung dan lain sebagainya.

Oh, iya, padang savana yang terkenal itu sebenarnya mempunyai nama, nama dari padang savana itu adalah, Bekol. Untuk menuju Savana Bekol, kurang lebih kita harus berjalan 13 KM dari pintu masuk Baluran. Jarak 13 KM tersebut sebelum menuju savana Bekol, kita akan dihidangkan pemandangan hutan kering, hutan hijau sepanjang tahun, semak dan semua itu memiliki latar belakang oleh sebuah gunung yang begitu indah.

Dok. Pri | Menara pandang yang ada di Kawasan Taman Nasional Baluran
Dok. Pri | Menara pandang yang ada di Kawasan Taman Nasional Baluran
Saran saya apabila teman-teman ingin berkunjung ke Baluran, baik-nya menggunakan kendaraan roda empat seperti Jeep, di mana kendaraan tersebut cukup kuat untuk medan jalan yang kurang baik. Kalau pun tidak menggunakan kendaraan roda dua dengan jenis motor cross, yang akselerasi-nya baik di berbagai medan perjalanan.

Yang saya rasakan, perjalanan yang berat adalah melalui 13 KM dari gerbang Baluran menuju savana Bekol. Entah mengapa, namun memang medan perjalanan tersebut dirasa kurang nyaman, rasa kurang nyaman tersebut memang karena kondisi jalan yang tidak begitu baik, bahkan condong kepada buruk.

Walau ada rasa kurang nyaman ketika perjalanan awal, namun ketika melihat savana Bekol rasanya, semuaaaaa, hilang. Entah-lah mengapa rasa kurang nyaman itu hilang ketika melihat savana Bekol, yang jelas keindahan savana Bekol menjadi obat penawar akan kekurangnyamanan yang hadir pada jalur 13 KM pertama mulai dari pintu masuk.

Dok. Pri | Ayo tebak, hewan apakah ini??
Dok. Pri | Ayo tebak, hewan apakah ini??
Hal yang menarik di padang savana Bekol adalah dengan hadirnya pohon Baluran, dimana pohon tersebut tumbuh secara berjauhan, bahkan masyarakat sekitar menjuluki pohon tersebut, sebagai pohon jomblo. Ah, lupakan dengan nama tersebut, yang pasti mengabadikan moment dengan pohon Baluran, memiliki sensasi tersendiri.

Kegiatan yang saya lakukan di kawasan padang savana Bekol memang hanya mengabadikan beberapa moment, juga mencari sudut pandang yang menarik, dan pengambilan moment yang tidak biasa. Puji Tuhan saya mendapat beberapa foto yang menarik di sana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2