Mohon tunggu...
FAUZUL IKFANINDIKA
FAUZUL IKFANINDIKA Mohon Tunggu... Guru - Redaktur

Pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

The Power of Now, Saiki ya Saiki!

21 Agustus 2023   18:55 Diperbarui: 21 Agustus 2023   19:02 123
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pas ente lagi ana nang kondisi sing ora nggawe seneng nang ati, ente gur nduwe telung pilihan : jorna bae, ubah, utawa nerima apa anane.

Halo sahabat semuanya! Kali ini, saya akan mengurai buku The Power of Now karya Eckhart Tolle. Buku ini mengupas tentang kekuatan dari hidup saat ini, yang dapat meningkatkan kualitas hidup yang sedang kita jalani.

Kita, acap kali menghabiskan waktu terjebak dalam masa lalu atau cemas terhadap masa depan yang tak bisa kita kendalikan. Di saat yang sama, kita juga berharap hidup kita bisa lebih bahagia walaupun kita tak tahu bagaimana caranya.

Dengan hidup di saat ini, kita akan menemukan kebahagiaan dan diri kita seutuhnya. Pada buku The Power of Now, Eckhart Tolle mengajak pembacanya untuk menemukan kekuatan dari saat ini. Saya merangkumnya menjadi 3 hal penting dari buku ini.

Pertama, hidup di masa lalu dan di masa depan.

Kita cenderung menghabiskan waktu untuk berpikir tentang masa lalu dan masa depan, sibuk mengenang dan menyesali masa lalu atau di saat lain sibuk merencanakan atau mengkhawatirkan masa depan. Namun, yang sering kita lupakan adalah momen yang sepenuhnya tersedia untuk kita, yaitu saat ini. Padahal, momen yang paling penting dalam hidup adalah momen saat ini.

Jika kita perhatikan, maka kita akan menyadari bahwa masa lalu hanyalah sekumpulan momen yang sudah berlalu dan masa depan adalah sekumpulan momen yang belum hadir di hidup kita.

Sebagai contoh, suatu pagi kamu bangun terlambat 10 menit dari jadwal rutinitas kamu setiap hari. Apa yang pertama kali muncul di pikiranmu? Mungkin kamu kesal karena ketiduran dan berpikir bahwa jika saja kamu tidak mematikan alarm ketika pertama kali berdering. Pikiran kamu langsung melayang ke masa depan, membayangkan sesuatu yang buruk akan terjadi selanjutnya. Terombang ambing di antara masa lalu dan masa depan.

Tidak ada gunanya mengkhawatirkan masa depan atau menyesali masa lalu, sedangkan hidup di saat ini banyak sekali manfaatnya. Sebagai contoh, kamu menerima tugas yang menantang. Tugas ini terlihat terlalu besar dan rumit untuk dicapai. Jika kamu cemas dengan banyaknya tugas yang harus dikerjakan, atau menyesal kenapa kamu tidak mulai mengerjakannya dari awal, maka hal ini tidak akan mengubah situasi yang kamu hadapi saat ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun