Mohon tunggu...
Fauzi Wahyu Zamzami
Fauzi Wahyu Zamzami Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia. Tertarik untuk meneliti isu-isu Diplomasi Publik, Nation Branding, dan Komunikasi Global.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Tahun 2020 yang Mengubah Strategi Diplomasi Publik

18 Desember 2020   07:47 Diperbarui: 18 Desember 2020   07:52 288 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tahun 2020 yang Mengubah Strategi Diplomasi Publik
gnews.org

Secara tradisional, diplomasi publik dipahami oleh banyak orang sebagai salah satu cara bagi negara untuk menginformasikan serta mempengaruhi publik asing melalui komunikasi terbuka. Namun, saat ini hal tersebut menjadi sangat berkembang khususnya untuk kepentingan diplomatik, perusahaan, hingga sosial sehingga keterlibatannya tidak hanya untuk publik asing tetapi juga domestik dan diaspora

Tahun 2020 dapat dikatakan sebagai pergeseran sosial yang membentuk kembali praktik diplomasi publik dengan perluasan studi dan objeknya. Virus corona yang menyebabkan krisis sosial, kesehatan, dan ekonomi telah mengubah praktik tersebut. Dalam hal ini, kemampuan digital dan pemikiran strategis menjadi kunci utamanya di era sekarang.  Lebih penting lagi, ia siap untuk mempercepat perubahan dan penyesuaian yang sudah berlangsung dalam urusan dan komunikasi global.

Mitra atau musuh?

Pandemi merupakan ancaman yang sangat serius dan berkelanjutan bagi stabilitas sosial dan ekonomi di seluruh dunia. Ketidakmampuan suatu negara untuk mengkoordinasikan upaya dalam menahan virus ini telah memberikan pelajaran apakah partner sebelumnya akan binasa atau bahkan menjadi musuh.

Momen dalam sejarah ini mengungkapkan realitas dasar saling ketergantungan global dan nilai normatif kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan interupsi bersama. Bisakah pengalaman pandemi membantu kita menghadapi keadaan darurat di masa depan?

Seiring dunia terpincang-pincang dan bangkit dari krisis saat ini, sangatlah penting bagi kita untuk menciptakan lembaga dan norma untuk kolaborasi secara luas sehingga kita lebih siap untuk mengelola krisis global berikutnya. Kemampuan diplomasi publik membuat kapasitas kita untuk kesadaran, pemahaman, dan solidaritas bersama sangat penting untuk membangun ekosistem mitra dan partisipasi internasional.

Diplomasi Publik Bersifat Lokal

Terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik dan proteksionisme perdagangan, keterhubungan global atau sejauh mana suatu negara terhubung dengan negara lain secara global berdasarkan interaksi warganya dengan negara lain yang terus berlanjut dengan cepat.

Dalam sistem yang semakin berjejaring, para pelaku sub-nasional secara aktif mencari keterlibatan internasional pada sejumlah prioritas, mulai dari bisnis dan perdagangan, hingga iklim dan kesehatan. Selama pandemi virus corona, kota-kota berada di garis depan respons krisis dan menunjukkan dukungan serta solidaritas melalui jaringan internasional mereka.

Sementara itu, masyarakat pedesaan berkembang sebagai bagian dari ekonomi global. Tempat yang paling bergantung pada ekspor di A.S. adalah daerah pedesaan atau pinggiran kota kecil. Teknologi digital telah meratakan ruang antara perkotaan dan pedesaan. Setelah pandemi, beberapa orang yakin untuk pindah dari pusat kota ke daerah yang kurang padat penduduknya karena pekerjaan jarak jauh menjadi lebih diterima. Dan banyak contoh dari perdagangan digital yang berkembang di pedesaan.

Untuk berkembang dalam ekonomi global dan masyarakat yang beragam, komunitas lokal, perkotaan dan pedesaan, membutuhkan keterampilan dan kompetensi budaya, dan jaringan global. Menumbuhkan dan mempromosikan kemampuan diplomasi publik di tingkat lokal memungkinkan keterlibatan yang tulus di dunia. Dengan rasa pragmatisme, keterlibatan semacam itu lebih baik dalam menjelaskan kesamaan antara komunitas dan masyarakat di seluruh batas negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN