Mohon tunggu...
Kholifatus Sahara
Kholifatus Sahara Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Mahasiswa UIN Maliki Malang '19 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

APE yang Mencakup Perkembangan Kognitif Anak

18 Oktober 2021   16:59 Diperbarui: 18 Oktober 2021   17:10 83 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kognisi atau cognition merupakan perumusan dari kata cognitive yang memiliki makna perolehan dalam penggunaan sebuah pengetahuan. rata - rata orang mengartikan kognitif sebagai  pikiran atau kemampuan berpikir yang dimiliki seseoang berupa kecerdasan. 

pada anak usia dini perkembangan kognitif memiliki makna yang sangat luas dalam setiap tahapan perkembangannya. keterampilan anak dalam bernalar, memecahkan sebuah masalah, dan kemampuan lain yang membuat anak berpikir lebih kompleks, sehingga menjadi bekal tersendiri untuk bereksplorasi ke dalam dunia mereka. 

Jika pada artikel sebelumnya kita membahas tentang permainan edukatif yang signifikan terhadap aspek  motorik anak, pada halaman artikel kali ini kita akan membahas lebih lanjut pada aspek perkembangan lain, yaitu aspek  kognitif anak.

john piaget membagi tahapan bermain menjadi empat. Yang pertama ada tahap sensori, tahap ini terjadi pada anak yang berusia 0-2 tahun, bayi memiliki pemahaman pemikirannya melalui sensor dan tindakan fisiknya, pancaindra sebagai pemasok atau berfungsi menangkap sebuah informasi yang kemudian akan diproses melaui pemikirannya sebagai acuan untuk mengembangkan kemampuan intelegensinya.  

Yang kedua yaitu tahap praoperasioanal,tahap ini terjadi pada usia 2-7 tahun. karakteristik dari tahap praoperasional sendiri adalah anak mulai menggunakan gambar visual dan kata kata yang merujuk ke fungsi simbolik, kemudian tidak ada pemikiran yang logis, tidak ada hubungan kausalitas dan anak juga beranggapan bahwa benda mati yang ada disekitarnya bisa hidup seperti dirinya. Yang ketiga yaitu tahap operasional konkrit berada pada usia 7-11 tahun.

 Tahap ini anak kemampuan berpikir anak mulai bisa dikatakan logis dan bisa membedakan dan mengelompokkan kriteria - kriteria benda yang ada disekitarnya namun belum sampai pada tahap berpikir kompleks dan abstrak. dan yang terakhir yaitu tahap operasioanal formal yang terjadi pada usia 11 - dewasa. 

pada masa ini kemampuan berpikir anak sudah lebih kompleks dan abstrak, sudah ada hubungan sebab akibat, sudah bisa memecahkan  suatu permasalahan. nah dari keempat tahapan kognitif ini , hal apa sih yang mempengaruhi perkembangan kognitif?

berdasarkan teori Piaget perkembangan kognitif anak dipengaruhi oleh enam faktor yakni, faktor hereditas, linfkungan, kematangan, pembentukan, minat bakat, dan faktor kebebasan. faktor hereditas berasal dari keturunan, yang menyatakan bahwa setiap anak yang lahir kedunia memiliki potensi atau bakat dari gen yang diwariskan sehingga anak lahir sudah dikaruniai dengan intelegensi, berkembangnya intelegensi tersebut bergantung pada stimulus yang akan diberikan. 

lingkungan merupakan unsur terpenting dalam proses tumbuh kembang anak, bagaimana pola lingkungan disekitarnya yang akan membentuk anak menjadi baik atau buruk. kemudian faktor kematangan yang berhubungan dengan kondisi fisik  anak. 

organ tubuh juga akan berkembang dan bertumbuh sesuai dengan tahapan usia anak, namun jika tidak diberikan stimulus baik dari intern maupun ekstern akan menghambat pertumbuhan fisik anak. kematangan fisik pada anak akan  mempengaruhi kemampuan berpikirnya. minat dan bakat juga menjadi salah satu faktor perkembangan kognitif anak. minat dan bakat akan mendorong anak berpikir kreatif dan mendorong anak untuk terus mengasah kemampuannya. 

dari beberapa rangakaian penjelasan diatas, mulai dari definisi, tahapan dan faktor perkembangan kognitif anak kita bisa menyimpulkan bahwa setiap anak memiliki karakteristik pertumbuhan dan perkembangan  berbeda - beda yang merupakan hasil dari faktor - faktor yang berpengaruh didalamnya, sehingga stimulus atau media dalam membantu mengembangkan kemampuan kognitif anak merupakan wujud nyata dalam pengoptimalan kemampuan kognisi anak.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan