Mohon tunggu...
Fatkhur Rozi
Fatkhur Rozi Mohon Tunggu... Dosen Pendidikan Jasmani dan Olahraga di IAIN Salatiga dan Majelis Sabuk Hitam (MSH) INKAI DAN II,

"just play, have fun, enjoy the game, and get the goal" Kebenaran jika hanya didiamkan tidak disuarakan dan diamalkan akan menjadi sebuah keniscayaan belaka. Belajar tidak hanya memahami, belajar perlu diamalkan. kita menjadi bisa karna terbiasa, terbiasa butuh pembiasaan, pembiasaan butuh latihan. Saat ini saya sedang latihan menulis...."

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis

Nyawa atau Prestasi? "PBSI Undur Diri!"

14 September 2020   13:35 Diperbarui: 14 September 2020   13:42 13 1 0 Mohon Tunggu...

Perkembangan Korona di Ibu Kota

Kasus korona di Indonesia masih saja menunjukkan data kenaikan dari hari ke hari. Berdasarkan pantauan penulis dari data wikipedia, sampai dengan hari ini total kasus korona di Indonesia mencapai 218 ribu kasus. 

Tentunya, hal ini menjadikan beberapa kebijakan baru dilakukan. Baru-baru ini Gubernur DKI Jakarta dengan tegas menyebut "rem darurat" untuk korona dengan melakukan kembali PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). 

Hal ini berdampak pada pembatasan jumlah pegawai dalam kantor, kapasitas jumlah penumpang angkutan umum, dan lainnya. Untuk kegiatan olahraga di tempat umum pun dibatasi. Kasus korona yang terus bertambah di ibu kota ini disinyalir sebagai imbas lalainya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai syarat utama dalam kehidupan New Normal.

PBSI Undur Diri

Korona yang masih menyebar luas di dunia dan khususnya di Indonesia menjadikan PBSI (Persatuan Bulutangkis seluruh Indonesia) mengundurkan diri dari keikutsertaannya pada ajang Thomas dan Uber Cup yang akan digelar di Denmark. Tidak hanya Indonesia, beberapa negara juga telah mengumumkan pengunduran dirinya, diantaranya: Australia, Taiwan, Thailand, dan Korea Selatan. 

Pada umumnya, alasan pengunduran diri dikarenakan keselamatan atlet dari virus korona. Dilansir dari instragam resmi PBSI, ada tiga alasan mengapa Indoneisa mundur.

 Pertama, rasa kekhawatiran para atlet akan kemungkinan tertular covid-19 baik selama perjalanan, transit, maupun di tempat pertandingan. 

Kedua, tidak ada jaminan dari BWF (Induk Organisasi Dunia) terhadap seluruh kontingen seaindainya terdapat anggota tim yang terpapar covid-19, terkait siapa yang bertanggung jawab menangani dan memberikan penanganan lebih lanjut. Ketiga, mengacu pada dua alasan sebelumnya, jajaran pimpinan PBSI, yaitu : Ketum PBSI Wiranto, Waketum I Alex Tirta, Sekjen Ahmad Budiharto, serta Kabid Pembinaan dan Prestasi Susy Susanti memutuskan tim Indonesia Mundur (3 hari yang lalu: IG badminton.ina).

Setelah memutuskan mundur dari Thomas dan Uber Cup tahun ini, Indonesia juga membatalkan pencalonan dirinya sebagai tuan rumah turnamen seri asia. Dengan demikian, dipastikan Indonesia tidak mengikuti turnamen Piala Thomas dan Uber Cup dan seri eropa. 

Hal ini mengindikasikan PBSi mengedepankan keselamatan dan kesehatan atlet. Bagaimanapun keselamatan atlet adalah nomer satu karena turnamen masih bisa diikuti lagi di masa mendatang setelah pandemi benar-benar aman untuk dilalui.

VIDEO PILIHAN