Edukasi

KKN Pulang Kampung, Mahasiswa UM Blusukan Ke Rumah Produksi UMKM Kelurahan Surodinawan

12 Juli 2018   21:58 Diperbarui: 12 Juli 2018   22:23 279 0 0
KKN Pulang Kampung, Mahasiswa UM Blusukan Ke Rumah Produksi UMKM Kelurahan Surodinawan
Pemetaan UMKM Surodinawan (dokpri)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (UM) tahun ini memiliki program baru yaitu mengadakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pulang Kampung, yaitu mahasiswa dipulangkan ke daerah masing-masing untuk mengabdikan diri pada masyarakat di tanah sendiri.

29 mahasiswa asal Mojokerto (Kota dan Kabupaten) ditempatkan di Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Mereka diwajibkan membuat program kerja yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu program kerja individu yang dilakukan oleh Prasisca (Jurusan Geografi) dan Dwi Novita (Jurusan Pendidikan IPS) adalah pemetaan potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan cara blusukan ke beberapa rumah produksi pengusaha UMKM. Kegiatan yang mereka lakukan adalah 'sowan' sekaligus wawancara mengenai gambaran umum produksi UMKM serta kendala apa saja yang dirasakan pada kegiatan produksi maupun proses distribusinya.

Mereka juga memberikan saran dengan pendekatan secara lisan kepada penggagas kegiatan UMKM untuk dijadikan masukan yang membangun. Plot Koordinat juga pada lokasi rumah produksi juga dilakukan guna sebagai data untuk memetakan potensi UMKM tersebut.

Berdasarkan data kelurahan, terdapat 55 UMKM yang terdapat di Surodinawan. Dari 55 Usaha yang dimaksud ada 4 UMKM yang dikunjungi, yaitu Usaha Sepatu/Sandal milik Bapak Agus, Usaha Klebut milik Bapak Duki, Usaha Almari/Etalase milik Bapak Hariyanto, dan Usaha Batik perorangan milik Ibu Suparmi.

Kesulitan dalam mengambil data adalah menemukan rumah produksi yang dijadikan sampel karena lokasinya yang tidak memusat dan tersebar. Proses wawancara juga disertai dengan pengambilan dokumentasi untuk dijadikan video profil Kelurahan Surodinawan yang akan dimuat bersama hasil olah peta pada alamat web kelurahan.

Dari keempat UMKM tersebut hampir memiliki kendala yang sama, yaitu daya saing yang acap kali menghambat kegiatan produksi, apalagi untuk usaha klebut dimana pada Kelurahan Surodinawan hanya terdapat 3 pengrajin klebut sehingga adanya ketidakseimbangan antara jumlah permintaan yang banyak sedangkan produsen sedikit.

Dilakukannya pemetaan potensi UMKM diharapkan dapat memberikan informasi bahwa di Kelurahan Surodinawan memiliki berbagai produk unggulan sehingga masyarakat sekitar bisa menjadi konsumen produk lokal dan masyarakat luar daerah juga mengakui kualitas produk UMKM Surodinawan, serta untuk generasi muda juga bisa tertarik untuk mempelajari pembuatan sepatu/sandal, batik, maupun klebut sebagai lapangan pekerjaan.