Mohon tunggu...
Fathur Muhammad
Fathur Muhammad Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Revolusi Industri 4.0: Akankah Robot Menggantikan Manusia?

30 Juli 2021   13:50 Diperbarui: 30 Juli 2021   14:10 163 1 0 Mohon Tunggu...

Semenjak tahun 2018, perkembangan negara Indonesia semakin meningkat secara signifikan termasuk dalam aspek perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang begitu cepat ini termasuk ke dalam bagian Revolusi Industri 4.0, transformasi di berbagai aspek produksi industri, yang berpegang kuat pada revolusi teknologi digital. Industri 4.0 mengedepankan tren-tren digital terbaru, seperti pengembangan Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing System, Augmented Reality dan sebagainya. Banyaknya konsentrasi ilmu yang berkembang di Industri 4.0, menyebabkan tingginya minat anak muda kepada dunia teknologi, sehingga selalu muncul inovasi terbarukan di berbagai macam bidang, dengan konsentrasi yang berbeda-beda pula. Tidak hanya inovasi dalam bentuk perangkat keras, perkembangan jaringan nirkabel yang akan menyentuh jaringan full 5G dikembangkan lebih jauh di era ini, yang dapat mempercepat proses transfer data di dalam sistem secara real-time.

Digitalisasi masyarakat di era Industri 4.0 tidak hanya berkembang di perangkat keras, namun juga berdampak pada lifestyle di tengah masyarakat. Penggunaan cashless di pusat pemberlanjaan, media cetak yang lambat laun digantikan dengan media elektronik, perkembangan tayangan film yang dapat ditonton dari rumah melalui perangkat digital, dan perkembangan alat komunikasi yang semakin pesat. Maraknya perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, didukung dengan munculnya perangkat keras yang berhubungan dengan hal tersebut. Salah satunya adalah robot, alat mekanik yang telah terprogram melalui kecerdasan buatan dan sengaja dibuat untuk memudahkan pekerjaan manusia. Robot pada umumnya dibuat untuk melakukan pekerjaan berat yang susah dikerjakan oleh manusia, seperti dalam industri kontraktor. Akan tetapi, di era Revolusi Industri 4.0, para penggiat robotika membuat robot dapat berguna untuk membantu pekerjaan manusia sehari-hari, seperti robot Apripoco yang dibuat oleh Toshiba dengan tujuan pengendali remote control universal. Selain itu, terdapat BUDDY Robot, yang dikembangkan oleh perusahaan Blue Frog Robotics dengan tujuan untuk membantu orang tua dalam mengawasi keadaan rumah dan anak-anak saat ditinggal bekerja.

Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang robotika, banyak ilmuwan robotik yang berlomba-lomba untuk membuat robot dengan tujuan memudahkan pekerjaan manusia di berbagai aspek, termasuk aspek pekerjaan sehari-hari. Hal ini dapat memicu perdebatan di tengah-tengah masyarakat, apabila semua pekerjaan dapat digantikan oleh robot menggunakan kecerdasan buatan, akankah pekerjaan tersebut punah karena robot lebih pandai daripada manusia?

Kesimpulan punahnya pekerjaan manusia akibat digantikan oleh kecerdasan buatan dalam bentuk robot tidak dapat diambil begitu saja. Meskipun banyak sumber yang mengatakan bahwa pesatnya perkembangan robot dapat mengancam kepunahan pekerjaan manusia, namun masih banyak pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Sejatinya robot merupakan kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia itu sendiri, sehingga tidak ada yang bisa menggantikan manusia, baik dalam kerangka berpikir, maupun cara bertindak saat menghadapi problematika di tengah-tengah masyarakat. Pendapat ini didukung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati yang menyampaikan tiga keterampilan manusia yang tidak dapat digantikan oleh mesin pintar robot, yaitu kreatif, empati, dan kemampuan analisis terhadap masalah yang dihadapi.

Pernyataan yang diungkapkan oleh Menteri Keuangan RI tersebut benar adanya, didukung dengan realita di lapangan bahwa robot hanya dibuat dan dikendalikan oleh sistem secara default, sehingga kemampuannya hanya terbatas pada program itu saja. Sedangkan manusia dapat berpikir melalui otak, didukung dengan kreatifitas dan empati yang bisa muncul secara bersamaan, sehingga dapat ditemukan satu konklusi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Ibu Sri Mulyani juga menambahkan, bahwa kecerdasan robot dalam hal mengingat sudah tidak dapat dikalahkan oleh manusia, sehingga perlu dikalahkan melalui aspek lainnya. Aspek lain yang sejauh ini belum dapat dikalahkan oleh robot adalah kemampuan analytical work, creativity, dan critical thinking, dan problem solving. Meskipun sudah banyak robot yang dikembangkan dengan memasukkan 4 aspek tersebut, namun kemampuannya belum dapat dikatakan melampaui kemampuan manusia dalam mengambil suatu keputusan.

Revolusi Industri 4.0 yang mengedepankan aspek teknologi dalam perkembangannya, membuat hampir seluruh aktivitas dapat dijalankan secara digital dengan menggunakan Internet of Things (IoT) yang diimplementasikan menggunakan robot untuk membantu pekerjaan manusia. Hal ini tentu saja mendatangkan keuntungan dan kerugian di berbagai aspek. Pekerjaan yang akan terasa lebih mudah dan cepat tentu saja menjadi keuntungan pesatnya perkembangan industri robotika di dunia. Akan tetapi, punahnya pekerjaan yang dapat digantikan oleh robot akan menjadi ancaman utama bagi manusia. Namun, hal ini dapat diatasi dengan penanaman karakteristik kreatifitas, empati yang didukung dalam kemampuan analisis, sehingga persaingan antara robot dan manusia akan berjalan secara seimbang, tanpa saling mengambil field yang ditempuh oleh mereka. Perkembangan industri robot dapat berjalan dengan maksimal, namun manusia tetap bisa bekerja dengan giat tanpa memiliki rasa takut kehilangan pekerjaan.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x