Mohon tunggu...
Fathnan.id
Fathnan.id Mohon Tunggu... Blogger, Web Design & Freelancer. Kenali saya lebih dekat di: https://fathnan.id/tentang-saya/

Pria kelahiran Tuban Jawa Timur. Seorang santri yang pernah nyantri di beberapa pesantren dan sempat menjadi idola santri putri pada saat itu.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Gelenggang Senyum (6)

6 Oktober 2019   05:46 Diperbarui: 6 Oktober 2019   06:14 0 1 0 Mohon Tunggu...
Gelenggang Senyum (6)
Unsplash.com

Saja menjalani kehidupannya sebagaimana mestinya orang-orang menjalani kehidupan. Yang membedakan ia dengan yang lain hanya, Saja begitu pandai mengendalikan rasanya. Senyumannya tidak pernah lepas dari bibirnya yang merah alami dan padat itu.

Tetapi yang membuat Saja merasakan bahagia tiada tara adalah, pada pertengahan ia menyelesaikan tugas skripsinya, ia bertemu dengan laki-laki yang kerap hadir dalam mimpi-mimpi indahnya. Orang-orang bilang, semua perempuan pasti didatangi laki-laki dalam mimpi yang kelak akan menjadi jodohnya.

Sejak usia dua belas tahun, Saja sering didatangi sosok misterius dalam mimpinya. Di sebuah taman membentang dengan ribuan spesies bunga, seorang pemuda menghampirinya, memetik satu bunga yang paling indah dan memberikannya dengan berlutut.

Mimpi keduanya, laki-laki itu datang ketika langit menggelap di siang hari. Tetes hujan berjatuhan dari langit, dan laki-laki itu menghalaunya dengan daun pisang. Meletakkannya di atas kepala Saja.

Mimpi serupa terjadi berkali-kali. Yang paling terakhir, dan Saja masih sangat ingat betul. Mereka bertemu di sebuah Kafe saat mega merah memudarkan senja. Saja memesan es teh, sementara laki-laki itu memesan kertas dan pena. Menggambar sebuah cangkir yang berisi seperti kopi, tetapi laki-laki itu menyebutnya susu hitam. Lalu, mereka menyeruput sketsanya.

Tidak ada aktivitas berarti yang ia lakukan. Jauh-jauh pergi ke Jakarta, yang dilakukan hanya menyeduh kopi dan merokok, sambil memandangi tali yang kata orang adalah bekas seseorang bunuh diri. Ia bahkan jarang memasukkan nasi ke perutnya. Hanya nikotin dan kafein yang menjadi sumber energinya. Seperti tidak peduli, bahwa yang dilakukannya juga sebagai upaya bunuh diri. Mungkin, tempat yang ditinggalinya itu memang tempat orang-orang yang frustrasi dengan kehidupan dan ingin segera mengakhirinya.

Sampai seminggu kemudian ia baru ingat bahwa di Jakarta, ada satu orang yang ia kenal. Herry. Ya, satu-satunya manusia yang pernah akrab dengannya.

Bassam mencari Herry, tanpa memiliki identitas lengkapnya. Walau pernah akrab, bukan berarti ia tahu nama lengkapnya, apalagi nama orang tuanya, apalagi alamat pastinya.

"Dia orang Jakarta," jawabnya saat ditanya balik oleh tukang ojek yang ditanyainya soal Herry.

"Jakarta ini sangat luas, Mas. Dan, nama Herry sangat banyak."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x