Mohon tunggu...
Fathinul Nabila
Fathinul Nabila Mohon Tunggu... Mahasiswa aktif di Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Mahasiswa aktif di Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Sebab Covid-19 Belajar Harus Daring: Efektifkah?

8 Mei 2021   09:12 Diperbarui: 8 Mei 2021   09:14 30 1 0 Mohon Tunggu...

     "Pandemi Covid-19 mengubah cara belajar kita". Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk menghentikan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Pemerintah Indonesia menghimbau dengan anjuran penerapan protokol kesehatan yang pada saat itu masih 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Menjaga jarak). Pandemi ini menuntut semua lembaga tanpa pengecualian untuk menggunakan sarana media digital guna mengurangi interaksi secara langsung. Sebagai respon kepatuhan himbauan tersebut, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Tinggi mengeluarkan Surat Edaran No. 1 Tahun 2020 menjelaskan tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di dunia Pendidikan. Pada Surat Edaran (SE) tersebut, Kemdikbud menginstruksikan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dan belajar dari rumah masing-masing (Study From Home/SFH). Kebijakan ini kemudian dikenal dengan nama pembelajaran daring atau dalam jaringan.

     Belajar secara online sebenarnya bukanlah sistem baru dalam dunia pendidikan, namun telah ada seiring perkembangan teknologi. Saat ini semua kehidupan telah diwarnai dan harus beradaptasi dengan teknologi, meskipun fakta di lapangan masih belum sedemikian. Sistem pendidikan yang dianjurkan sebagai darurat Covid-19 dengan menggunakan media digital atau daring masih minimalis di Indonesia. Belajar daring tidak hanya menampilkan melalui layar (virtual) bahan pengajaran, namun juga terkait dengan fasilitas dan jaringan internet. Belajar daring menjadi alternatif yang semakian membias seiring penerapannya selama pandemi Covid-19.

     Belajar daring memiliki sisi positif dan negatif yang saling beriringan, hal ini membawa konsekuensi terhadap seberapa efektifitas pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 ?. Arti kata efektif menurut KBBI adalah ada efeknya, akibatnya, pengaruh, dan atau keberhasilan. Tingkat keefektifan bisa dikatakan relatif, tergantung dari masing-masing komponen yang menunjang atau turut serta dalam proses pembelajaran daring sehingga diharapkan pembelajaran ini membuahkan hasil yang maksimal meskipun dalam keterbatasan yang ada.

     Pendidikan yang dituntut semakin maju di Indonesia, perbincangan seputar sistem belajar daring lebih kita rasakan di masa pendemi Covid-19. Secara global belajar daring sudah biasa diterapkan dalam pendidikan di negara maju, terutama aplikasi di perguruan tinggi atau universitas. Di dunia perkuliahan dosen dan mahasiswa mudah untuk berinterksi  via online.  Mahasiswa bisa menggunakan platform digital untuk berdiskusi, singkatnya ruang dunia maya sudah sangat bisa dijelajah. Kebijakan belajar daring di Indonesia sebelum pandemi masih belum diberi perhatian khusus. Akhirnya ketika dihadapkan pada darurat pendidikan,  pembelajaran daring serius dijalankan bahkan diberi perhatian lebih. Siswa dan mahasiswa belajar via online  dari rumah atau tempat tinggal masing-masing, tidak pelu hadir di kelas.

     Fakta di lapangan tidak sedikit dari kalangan siswa maupun mahasiswa yang mengeluh karena kurang maksimal dalam sistem pembelajaran ini.  Belajar daring membutuhkan sinyal kuat, sedang kita tidak semuanya hidup di perkotaan dengan akses sinyal yang terbilang bagus. Sebab itulah masih ada di antara pelajar yang kesulitan untuk mendapatkan materi dengan maksimal, sehingga dapat dikatakan belajar daring  belum bisa sepenuhnya dikatakan efektif.  Menurut Ashari (2020) pembelajaran di katakan efektif ketika peserta didik mampu menyerap materi pelajaran secara efisien. Pada setiap pembelajaran, guru maupun pendidik seharusnya memiliki perencanaan awal secara tertulis dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Bahkan guru juga harus memanfaatkan waktu dengan baik supaya pembelajaran menjadi efisien, sehingga pembelajaran dapat dikatakan efektif.

     Menurut Purwanto et al. (2020) dalam penelitiannya yang berjudul "Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar" dampak Covid-19 terhadap proses pembelajaran online di sekolah dasar berdampak terhadap siswa, orang tua dan guru. Beberapa dampak yang dirasakan siswa diantaranya belum adanya budaya belajar jarak jauh karena selama ini sistem belajar dilaksanakan melalui tatap muka. Siswa terbiasa bangun pagi berangkat ke sekolah untuk berinteraksi seperti belajar, bermain dan bercanda gurau bersama teman-temannya serta bertatap muka dengan para guru. Metode pembelajaran jarak jauh membuat para siswa perlu waktu untuk beradaptasi dan menghadapi perubahan baru yang secara tidak langsung akan mempengaruhi daya serap belajar mereka. Dampak terhadap orang tua yaitu penambahan biaya pembelian kuota internet. Teknologi online memerlukan koneksi jaringan ke internet dan kuota, pada sistem pembelajaran daring tingkat penggunaaan kuota internet akan bertambah seiring banyaknya materi yang disampaukan guru dan tugas yang dikirimkan. Hal ini akan menambah beban pengeluaran orang tua. Dilain sisi, beberapa orang tua menghadapi penurunan ekonomi dampak pandemic Covid-19.  Dampak yang dirasakan guru yaitu tidak semua mahir menggunakan teknologi internet atau media sosial sebagai sarana pembelajaran. Beberapa guru senior  menghadapi gagap teknologi atau sebagian belum sepenuhnya mampu menggunakan perangkat dan fasilitas sebagai penunjang kegiatan pembelajaran daring. Perlu pendampingan dan pelatihan secara berulang untuk meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan pembelajaran secara online. Dukungan dan kerjasama orang tua demi keberhasilan pembelajaran sangat dibutuhkan. Komunikasi guru dan sekolah dengan orang tua harus terjalin dengan kuat dan lancar.

     Beberapa dampak yang dirasakan selama pembelajaran daring cenderung kurang efektif. Dampak ini dirasakan baik dari guru, siswa dan orang tua siswa. Begitupun fasilitas penunjang dalam pembelajaran yang berpengaruh kuat pada keberlangsungan sistem belajar. Dukungan dan kerjasama orang tua demi keberhasilan pembelajaran sangat dibutuhkan. Komunikasi guru dan sekolah dengan orang tua harus terjalin dengan kuat dan   lancar.

Penulis :

Khusnul dan Nabila (Kolaborasi antar aw wardee Penerima Manfaat Beasiswa Sarjaa Muamalat)

 

Sumber :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN