Mohon tunggu...
Fatchur Edukasi
Fatchur Edukasi Mohon Tunggu... Guru - Setiap Hembusan nafas menancapkan pembelajaran.

Hilir mudik kehidupan menjadikan semakin dewasa sebelum saatnya. Namun bukan berarti kita tua sebelum waktunya. Namun matang dalam pola berfikir merupakan tempaan yang tidak pernah tertandinggi karena proses yang sederhana.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Hukum Pertama Menulis, Membaca Semesta

24 September 2020   05:12 Diperbarui: 24 September 2020   05:35 154
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Benar, adakah hikmah yang bisa dibagikan pada pembaca jika kita menuliskannya. Bungkus dengan kisah sederhana. Biarkan pembaca ikut merasa dan mendapat ilmu atas kekurangan kita.

Menulis itu bukan semua tentang materi bisa jadi tentang rezeki. Bagi sebagian orang, materi dan rezeki itu sama saja. Sebenarnya rezeki jauh lebih luas cakupan keistimewaannya.

Materi bisa terukur dengan jelas. Bisa uang, atau kebendaan kasat mata. Namun jika berbicara rezeki, memiliki saudara tanpa pernah bersua adalah hal istimewa. Pembaca bisa memetik ilmu yang kita tulis meski hanya setitik, itulah sejatinya karya. Mendekatkan diri bukan pada materi namun pada titian rezeki.

Jadi, jika masih saja kalian merasa belum bisa menulis baca sampai tuntas. Kita coba mencari cara agar bersama-sama membuat karya. Membungkus kewarasan dalam cerita kita masing-masing tanpa malu untuk mencoba.

Hukum Wajib Untuk Membaca
Tidak ada kompromi akan hal ini. Sudah menjadi nafas kita mencari informasi untuk kita bagi. Mencari adalah hal yang harus kita tekuni. Berpindah dari satu buku lompat ke lain lagi.

Selesaikan satu buku, lalu tuliskan apa yang kalian baca. Selesaikan dua buku, lalu gabungkan titian hikmah buku pertama dan kedua. Selesaikan buku ketiga, buka mata lebar-lebar bagaimana kita harus mulai mencoba.

Membaca adalah cara kita terus memupuk ide-ide kecil untuk kita bagi. Belajar terus merangkai ide sederhana untuk dirubah menjadi informasi yang jeli untuk kita bagi. Tidak ada kompromi atas kemalasan membaca setiap hari.

Tuliskan apa yang kalian baca. Bacalah apa yang ingin kalian tulis. Jika kalian ingin menulis tentang mimpi, maka bacalah buku-buku tentang mimpi. Jika puisi menjadi titik kalian berbagi elegi, siapkan ruang membaca karya lama seperti W.S Rendra, Chairil Anwar yang penuh energi.

Padatkan mesin pencarian di gawai kalian dengan terus mencari. Bukan hanya meluangkan waktu bermain game namun lupa meniti mimpi. Sedang kita beralasan tidak ada waktu untuk memulai lagi.

Baca, tulis, bagikan. Wajib sudah membaca sebagai nafas kita sebelum menghembuskan dalam karya. Kita semua memiliki penglihatan untuk membaca. Tidak ada alasan lagi tak ada cara untuk menulis.

Menajamkan Pendengaran
Entah kebetulan atau memang ide begitu liar di kepala. Ketika hendak menuliskan ini, teringat kisah seseorang yang menulis setelah mendengarkan sahabatnya berbagi.  Itu ada di grup ini, sungguh luar biasa sekali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun