Mohon tunggu...
Muhammad Fajar Siddiq
Muhammad Fajar Siddiq Mohon Tunggu... Docta Ignoratia

Menjadi pintar karena bodoh

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Artikel Utama

Tuhan, Aku Tidak Pernah Ingin Menjadi Manusia!

22 Februari 2020   23:12 Diperbarui: 23 Februari 2020   21:55 1113 9 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tuhan, Aku Tidak Pernah Ingin Menjadi Manusia!
sumber ilustrasi: pixabay.com/StockSnap

Misteri kehidupan selalu saja menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Keterlemparan kita ke dunia ini adalah salah satu hal yang hingga hari ini masih banyak dipertanyakan oleh orang-orang. 

"Mengapa Tuhan menjadikanku sebagai manusia? Bukankah akan lebih menguntungkan jika aku diciptakan sebagai malaikat yang takkan pernah bisa memiliki dosa?"

Begitulah perkataan kebanyakan orang. Banyak sekali orang yang masih mempertanyakan "takdir" Tuhan yang terkesan sewenang-wenang, sepihak dan kejam. 

Kita selalu mengeluh tentang kehidupan yang sarat dengan penderitaan, kesengsaraan dan kesedihan ini. Beragam teodisi (pembelaan terhadap Tuhan) diberitahukan kepada kita, tetapi kita senantiasa menyangkalnya dan tetap mengkambinghitamkan Tuhan sebagai penjahat yang bertindak dibalik seluruh sandiwara ini. 

Kehendak-Nya menjadi tirani, Keputusan-Nya terkesan ironi, dan kebijakan-Nya penuh dengan misteri. Kita tak pernah mengetahui apa alasan logis atas penciptaan kita menjadi seorang manusia, dan bukan terlahir menjadi seekor hewan atau tercipta sebagai utusan Tuhan di langit sana.

Banyak yang menyerah dengan semua pertanyaan seperti ini dan akhirnya memilih untuk menjalani kehidupan ini dengan terpaksa, hal ini tanpa disadari akan memicu penurunan kualitas keimanannya yang akan membuatnya melakukan ritual ketuhanan dengan gerakan yang terpenjara pada dimensi lahiriahnya saja. 

Semua hal ini pada akhirnya akan semakin membuat dirinya merasa benar dan lebih pintar dari Tuhan, sehingga dia pada akhirnya dapat mempermalukan Tuhan atas keputusan-Nya yang bodoh ini.

"Tak perlu risau, jika Tuhan menyalahkan kita atas setiap dosa yang kita perbuat katakan saja pada-Nya, 'Kau tak pantas menghukum kami atas semua hal yang berada di luar kuasa kami! Lagipula siapa yang pernah meminta-Mu menciptakan kami sebagai manusia?"

Narasi pemberontakan terhadap Tuhan ini memang telah menjadi agenda para anti-teisme di abad ke-21, tapi sebagaimana yang telah disebutkan bahwa hingga hari ini belum ada teodisi yang dapat mengatasi masalah ini.

Dan jika demikian lantas bagaimanakah posisi Tuhan yang banyak dikatakan sebagai sosok Yang Maha Adil, Yang  Maha Baik, dan Yang Maha Bijaksana. 

Apakah menciptakan tanpa persetujuan ciptaan adalah sebuah keadilan? apakah membebani ciptaan dengan secara sepihak adalah sebuah kebaikan? dan apakah memilih seseorang menjadi manusia dan yang lain menjadi malaikat adalah sebuah kebijaksanaan?

Allah SWT berfirman:

"Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Memperhitungkan segala sesuatu" (Q.S. Al-Hadid [57] : 2)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x