Mohon tunggu...
Fariz maulana
Fariz maulana Mohon Tunggu... Hanya Seorang Pemula

Manusia Biasa yang Ingin Hidup Bahagia

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Disiplin dan Konsisten

1 Oktober 2020   16:08 Diperbarui: 1 Oktober 2020   16:20 7 1 0 Mohon Tunggu...

Seorang prajurit yang selalu dididik untuk menghargai waktu akan tumbuh dan besar menjadi panglima yang hebat. Tentu saja mereka tumbuh dengan gemblengan yang keras dan jika dilihat sebelah mata nampak menyiksa. Namun semua dilakukan bukan tidak ada tujuan, mereka diperlakukan agar tumbuh menjadi seseorang yang bermental baja dan tahan dengan segala kondisi.

Coba bayangkan jika di tengah medan perang mereka bersikap malas-malasan, pasti mereka hanya akan menjadi bulan-bulanan lawan. Itulah mengapa disiplin menjadi hal yang wajib ada dalam jiwa mereka. Sikap dan mental yang mereka miliki tentunya tidak didapat begitu saja sejak lahir. Pun, apa yang ada dalam kehidupan selama ini tak ada orang yang ahli atau handal tercipta langsung dari lahir, semua diawali dari usaha yang keras serta jatuh bangun ribuan kali. Tak ada batu  yang hancur dalam satu kali pukulan, tak ada hujan yang tak bisa melelehkan.

Dengan konsistensi yang kuat semua pasti bisa teratasi. Tapi sayangnya tidak semua orang punya yang namanya konsistensi. Kadang ada yang mempunyai semangat menggebu namun pada akhirnya bosan, memudar dan layu. Ada juga yang mempunyai keinginan tapi malas mengusahakan. Begitulah  konsistensi, tidak semua orang memiliki. 

Mencoba, mencoba dan mencoba menjadi hal yang harus dilakukan. Mencoba melakukan sesuatu yang ingin dicapai, memulai dan mengulanginya lagi hingga mulai tumbuh rasa bosan. Tapi bukan berarti berhenti karena bosan, sebab itulah  sebuah tantangan yang akan dihadapi jika ingin memiliki konsistensi. Bahkan dalam agama yang saya anut, konsistensi merupakan hal yang sangat spesial. Seseorang yang mensedekahkan hartanya dengan jumlah banyak tapi cuma sekali seumur hidupnya akan kalah dengan seorang yang konsisten bersedekah setiap harinya walaupun hanya sedikit.

Pun jika dilihat dari segala aspek, konsistensi selalu menjadi suatu kelebihan yang diistimewakan. Terlepas dari bakat, konsistensi bisa merubah seseorang yang gagu bahkan tidak bisa sama sekali menjadi seseorang yang ahli. Kadang  banyak terjadi seseorang yang memiliki bakat kalah dengan seseorang yang konsisten berlatih. Dia yang berbakat terkadang tidak terbiasa, berbeda dengan orang yang konsisten, kebiasaan menjadikannya lebih unggul dari bakat.

Lalu apakah dari konsistensi dan disiplin bisa kita dapatkan kebahagiaan? Ya, orang malas pun jika ditanya bahagia dia juga bahagia. Tapi yang kita cari bukan bahagia yang sementara, dengan sikap konsisten dan disiplin kita lebih memikirkan jangka panjang kedepan dan bahagia kita juga konsisten, pastinya. Sekeras apapun kehidupan sekejam apapun dunia jika kita mampu mengubah pribadi kita menjadi pribadi yang disiplin dan konsisten maka dunia bukanlah apa-apa. Semoga kita bisa dan selalu menjadi orang yang disiplin dan konsisten. Aamiin..

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x