Mohon tunggu...
Farisul Islam
Farisul Islam Mohon Tunggu... Mahasiswa - -

-

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Sebuah Rasa yang Tabu

12 Desember 2022   13:11 Diperbarui: 12 Desember 2022   13:26 277
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

"Hmmmmm....... ku panggil Far aja kalo gt." Ujarnya.

"Ok. eh kapan free? ngopi yuk." Tanyaku

"Hmmmm boleh, tp kapannya kapan ntuh?" Ucapnya.

"Gini aja catet nomor WA mu di selulerku." Tegasku sambil menyodorkan

"Dih modus." Lontarnya.

"Namanya juga cowok masak kagak modus. Bukan cowok dong kalo gak modus. Hahahaha." Candaku sambil terkekeh.

Dari situlah aku dengan dirinya mulai sering menghubungi melalui seluler. Bahkan kami pun udah tiga kali sering keluar bersama. Sampai ada sebuah kejadian yang bagiku tak mengenakan baginya. Malam itu  kami berdua keluar menuju riuhnya bazar di desaku. Sungguh sial saat kami pulang. Motor tua yang kami kendarai secara tiba saja bannya bocor. Untung saja jarak dari rumahku tak jauh. Cuma sekitar 50 meter dari tempat kejadian.

"Eh bentar dew, kerasa kagak kalo motornya meleyot?" Tanyaku.

"Masak sih?" Dia mengernyitkan dahinya sambil duduk berada diboncengan motor tua itu.

Secara tiba saja aku berhenti.

"Bentar, mohon maaf kamu turun bentar. Bocor keknya ini." Ujarku sambil menolehkan ke pusat yang menyebabkan motor tua itu menjadi tak seimbang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun