Humaniora

Restorasi Pancasila sebagai Upaya Pemuda Mempertahankan Pancasila

22 Juli 2016   23:03 Diperbarui: 22 Juli 2016   23:19 1463 0 0

Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik dan psikis sedang mengalami perkembangan, yang mempunyai tugas menjadi generasi penerus untuk membangun negeri. Secara internasional, WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja.

Sementara itu, Undang – Unndang Nomor 40 Tahun 2009 mendefinisikan arti pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Ditinjau dari usianya, Mulyana mendefinisikan pemuda sebagai individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Dengan gejolak dan semangat yang tinggi, pemuda diyakini bisa melakukan hal yang besar.

Soekarno dalam salah satu pidatonya mengatakan “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, akan aku guncangkan dunia”. Pemuda sejatinya adalah refleksi masa depan bangsa. Maju atau mundurnya suatu bangsa ada di  tangan pemudanya. Untuk itu,  jiwa dan gelora pemuda perlu terarah ke jalur yang benar. Pandangan hidupnya dan pemikirannya harus tetap berlandaskan Pancasila.

Pancasila yang merupakan dasar Negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia dimaknai sebagai saalah satu hasil budaya yang sangat penting. Oleh karena itu, pancasila harus diwariskan kepada generasi penerus, yaitu pemuda. Nilai – nilai yang  terkandung di dalamnya bukan hanya sekedar dipahami namun diamalkan di kehidupan sehari – hari. 

Dewasa ini, kita melihat pengamalan pancasila oleh pemuda semakin melemah. Hal ini karena pancasila hanya  dimaknai sebagai symbol Negara. Salah satu contoh kasus yang belum lama terjadi adalah kasus Zaskia Gotik,  penyanyi kondang itu menjadikan pancasila sebagai bahan guyonan di salah satu acara televise swasta Indonesia. 

Dia menyebutkan lambang sila yang ketiga yaitu pohon beringin dengan sengaja diganti menjadi bebek nungging. Hal ini tentu mencederai esensi Pancasila, yang apabila ditinjau dari landasan historisnya, merupakan nilai – nilai yang digali dari sejarah Indonesia, dimulai dari masa kerajaan, penjajahan kemudian sampai proklamasi kemerdekaan.

Selain itu era sekarang yaitu era globalisasi, menyebabkan bangsa satu dengan yang lainnya seolah tidak ada sekat yang menghalangi. Hal ini mengakibatkan, berbagai budaya masuk ke Indonesia, baik itu paham yang berguna untuk kemajuan bangsa maupun budaya yang dapat merusak moral bangsa.

Pemuda tak luput dari pengaruh kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Dari cara berpakaian, pemuda cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Tak ketinggalan gaya rambut yang dicat beraneka warna.

Perkembangan Ilmu  dan Teknologi yang semakin berkembang, menyebabkan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Internet menjadi salah satu bentuk perkembangan Teknologi. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan internet tidak semestinya. Misalnya untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Melihat fenomena tersebut, moral pemuda perlu  diperbaiki dan kembali ke jati diri bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Nilai – nilai yang terkandung di dalamnya perlu direstorasi artinya seluruh usaha yang dilakukan untuk mengembalikan Pancasila berperan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

Restorasi Pancasila mempunyai tiga aspek. Pertama adalah pendalaman dan pemahaman nilai-nilai Pancasila yang jauh lebih intensif di seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan terpelajar dan kalangan pimpinan bangsa dan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah agar pemuda khususnya mahasiswa memahami pancasila adalah dengan menjadikan pancasila yang dikemas dalam bentuk Pendidikan pancasila sebagai mata kuliah yang wajib ada di kurikulum pendidikan tinggi sesuai dengan bunyi pasal 35 (3), Undang – Undang  Nomor 12 Tahun 2012 tentang Kurikulum Pendidikan Tinggi.

 Aspek kedua adalah Pancasila berperan sebagai faktor utama dalam hakikat pembangunan nasional, yaitu  pembangunan manusia Indonesia dan pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia (Nation and Character Building).Aspek ketiga Restorasi Pancasila adalah menjadikan Pancasila sebagai referensi utama untuk memperkaya kebudayaan Indonesia dengan mengadopsi nilai-nilai bukan-Indonesia. Karena Pancasila adalah paham terbuka, maka tidak mustahil bangsa Indonesia merasa perlu mengadopsi hasil kebudayaan bangsa lain untuk peningkatan kehidupan sendiri, seperti dilakukan bangsa Indonesia di masa dahulu ketika mengadopsi nilai-nilai agama Hindu, Buddha, dan Islam. 

Kemudian, peran pemuda dalam merestorasi pancasila adalah dengan menjadikan pancasila sebagai gaya hidup masa kini dan mengubah kebudayaan hedonis yang identik  dengan sikap anak muda sekarang ini. Langkah awal dalam mengintegrasikan nilai – nilai pancasila sebagai styleatau gaya hidup pemuda adalah mencintai Negara ini, termasuk di dalamnya adalah Pancasila. Dengan rasa cinta terhadap lima sila di dalamnya, maka sikap dan tindakan pemuda berlandaskan dan sesui dengan hakekat pancasila.

Bentuk mencintai pancasila adalah dengan mengamalkannya di kehidupan sehari – hari dan merefleksikan perilaku serta kebiasaan pemuda masa kini dengan pancasila, misalnya menerapkan musyawarah pada organisasi atau kelompok diskusi atau bersikap toleran dengan perbedaan yang ada. Berikut ini adalah penjelasan mengenai peran pemuda dalam upaya merestorasi Pancasila:

  • Ketuhanan yang Maha Esa

Sebagai pemuda wajib bertaqwa kepada Tuhan YME serta menjalankan segala perintah-Nya. Selain itu  sebagai makhluk tuhan harus bisa mengamalkan ajaran-ajaran agama dengan baik dan menjadi generasi muda yang berbasis agama, agar hidup lebih terarah.

  • Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Pemuda mempunyai susunan, sifat, kedudukan kodrat yang sama kita harus dapat mencintai sesama, mengembangkan sikap tenggang rasa, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

  • Persatuan Indonesia

Didalam pergaulan satu sama lain, pemuda harus dapat menunjukan rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang berbhineka tunggal ika, meskipun berbeda  tetap saling menghormati dan menghargai. Pemuda  perlu menyadari untuk bertanah air satu yaitu tanah air Indonesia.

  • Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawarakatan Perwakilan

Sikap saling bekerja sama, bergotong royong untuk mewujudkan cita-cita  bangsa perlu diimplementasikan pemuda. Selain itu, bersama - sama menjawab tantangan, memecahkan persoalan dan musyawarah dengan sistem kekeluargaan merupakan penerapan sila keempat.

  • Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sifat adil terhadap diri kita, orang lain, alam,  dan tuhan perlu diterapkkan oleh pemuda. Jangan sampai melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum dan tiddak memperhatikan hak dan kewajiban orang lain.

Penjelasan mengenai sila – sila di atas perlu dicermati dengan baik oleh pemuda, agar nilai – nilai yang terkandung merasuk ke dalam jiwa pemuda dan bisa menjadi gaya hidup untuk pengamalan kehidupan sehari – hari. Sehingga upaya untuk merestorasi Pancasila bisa terwujud.