Mohon tunggu...
Farhah nuha
Farhah nuha Mohon Tunggu... pasti bisa berkarya

memilih tanpa penyesalan

Selanjutnya

Tutup

Travel

Danau Love di Ujung Desa

9 November 2019   05:30 Diperbarui: 9 November 2019   05:32 0 1 0 Mohon Tunggu...
Danau Love di Ujung Desa
dokpri

Danau Love

Danau ini merupakan wadah tadah hujan untuk perairan perkebunan karena berbentuk love membuat orang berpenasaran ingin melihatnya 

Siapa sangka di dalam pedesaan cipatat terdapat tempat indah tepat nya di dekat perkebunan panglejar milik pemerintah tempatnya berada di jalan dijalan ciptaharja. Awalnya aku mengunjunginya karena penasaran. Apalagi rumahku baru pindah ke desa ini 1 bulan yang lalu. Aku tipekel orang yang selalu menjelajahi suatu tempat atau wisata. Aku masih remaja jadi masih labil kalau menginginkan sesuatu. 

Hari itu tepatnya hari sabtu karena sekolah ku fulldayy jadi hari sabtu dan minggu itu libur. Pada bulan ini tepatnya september sedang musim kemarau. Aku mendengar bahwa danau love itu indah dan sisinya ada kebun buah naga.
Aku berangkat dari rumah pukul 09.00 bersama ato dian dan wina menggunakan dua motor. Mereka adalah sahabat dekatku dan sama sma penyuka wisata atau jalan jalan. Kebetulan jalan cipatat- cianjur tidak macet. Namun kami tidak tahu pasti dimana danau love itu berada kami menggunakan google maps untuk petunjuk jalan.

"Atoo... Tungguin dong ini wina haus" aku berteriak memanggilnya karena dia terlalu cepat membawa motornya. Hal yang pertama kami lakukan adalah menelurusuri  jalan raya rajamandala kemudian belok kiri di gang sukarame sepanjang jalan ada sekolah Sman 1 cipatat dan dipertigaan kami belol kiri. Begitulah di sepanjang perjalanan itu pula kami mengobrol, dan canda tawa. Hp google mape kita berbunyi kalau kami melalukan perjalanan yang salah. Tapi kami malah terus melaju dan memasuki suatu kampung yang akhirnya kami menemui jalan buntu.akhirnya kami putar arah dan meminta bantuan gogole maps.

Seharusnya jalan yang benar itu kebun panglejar walaupun menggunakan google maps lagi lagi kami salah jalan hinggga putar arah beberapa kali. 

Dian memutuskan untuk bertanya kepada salah satu orang yang sedang berkebun.
"Maaf pak. Bapak tau ga danau love itu dimana" tanya dian

"Oh tinggal belok kanan dan terus ikutin jalan kalau ketemu cagak belok kanan lagi "
 "Kalau masuk kesana bayar berapa pa?" Tanya wina
"Engga perlu bayar ,gratis itu bukan tempat wisata dek" jawab tukang kebun itu.
"Oh ya pa terimakasih"

Akhirnya kami belok kanan dan terus mengikuti jalan agar tidak terlalu sepi kami saling menggobrol dan bercanda ria tapi sepinya jalan dan jalannya yang sedikit rusak membuat kami merinding. Ada beberapa orang teman ku mengatakan kalau disini ada cerita mistis perihal kepala buntung. Pohon pohon melambai lambai ditiup angin aku yang berada dibelakang perjalanan antara ato dan wina sungguh ketakukan ditambah ato yang berhenti sejenak untuk pipis. Air kencingnya mengenakan pohon besar. Aku pikir ini sama seperti film film hantu indonesia. Tapi ya aku bodo amat. Akhirnya kami menemukan jalan cagak dan belok kanan. Kalo belok kiri disitu jalan buntu, dan ada satu rumah saj diantara kebun dan sawah itu dibelakangnya ada gunung menjulang.

10 menit kemudian kami sampai didanau love di sebelah kanan saya terdapat kebun buah naga yang kering karena musim kemarau. Biasanya banyak orang yang datang kesini kalau minggu. Tapi disini tak ada seorang pun kecuali kami. Kami asyik berfoto. Tpi wina dan ato malah masuk ke sisi danau itu padahal sisinya danau sangat licin dan musim kemarau yang menyebabkan danau tidak penuh bahkansedikit kering apalagi pohon nya sudah berwarna coklat. Ato yang penasaran ingin poto dibwah bersama danau pun nekad. Dan ternyata disisi danau itu lumpur semua kaki ato seakan tertarik dalam celananya sampai betis ato kotor oleh lumpur dan susah dikeluarkannya hingga 30 menit aku wina dan dian membantunya.

"Dasar laki laki nakal" celotehku
"Makanya harus jaga tempat dimana pun kita berada " kata dian
"Ah kau ini nekad banget, kalau kenapa naapa gimana" wina menggurutu.

Akhirnya kami naik ke atas dan kami melihat ato kecapean dan mukanya pucet akhirnya kami pulang. Kami bertemu salah satu nenek nenek yang memberikan naga kepada ato sambil berkata "nak usapkan lah buah naga ini yang sudah di haluskan pada kakimu"
Kami merasa ada yang aneh dengan nenek itu tapi ato menerimanya dan bilang terimakasih dan cabut untuk pulang  setalah menemui jalan cagak aku menoleh ke belakang ternyata nenek itu tidak ada. Aduh aku meresa keheranan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x