Mohon tunggu...
Farah AnisahSalsabila
Farah AnisahSalsabila Mohon Tunggu... Mahasiswa - KKN TEMATIK UPI 2021

KKN TEMATIK UPI 2021

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Mempertahankan Kualitas Pendidikan dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

29 Juli 2021   13:30 Diperbarui: 29 Juli 2021   14:01 75 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mempertahankan Kualitas Pendidikan dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengklaim bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor yang terkena dampak signifikan dari pandemi. Lebih buruk lagi, penutupan sekolah terjadi dalam skala luas, dan belum pernah terjadi sebelumnya sehingga mengganggu proses belajar dan mengajar secara keseluruhan. Pandemi COVID-19 berhasil mendorong banyak negara untuk memutuskan kebijakan menutup sekolah, perguruan tinggi, dan universitas sebagai tindakan pencegahan penyebarannya. 

Pandemi ini telah mengubah metode pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Kebijakan penyesuaian pembelajaran telah dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) dengan pembelajaran yang diarahkan melalui interaksi menggunakan komputer pribadi, web, atau sistem e-learning yang telah ditentukan guna membantu siswa belajar selama pandemi.

Siswa dan guru didorong untuk melaksanakan pembelajaran menggunakan grup chat di media sosial seperti WhatsApp, Telegram, Google Classroom, Google Meet, Microsoft Team, hingga Zoom guna merasakan esensi dari pembelajaran tatap muka seperti biasa . Di masa ini, teknologi seakan memainkan peran penting dan utama dalam kegiatan pembelajaran, dan aplikasi media sosial juga diupayakan untuk membantu siswa belajar dengan mudah dan efisien di mana saja.

Memang sejatinya pendidikan telah menjadi perhatian utama bagi individu, institusi, hingga negara untuk perkembangan generasi yang lebih baik. Pendidikan adalah sistem yang dapat membantu membangun hubungan antara institusi dan berbagai negara. Hasil dari sistem pendidikan merupakan faktor kritis yang menentukan mutu pendidikan. Oleh karena itu, harus ada kejelasan kurikulum untuk pemahaman yang mendalam tentang isi pendidikan itu sendiri. Kualitas pendidikan harus dievaluasi dari perspektif siswa karena mereka adalah penerima langsung dari proses pendidikan yang ada.

Pendidikan yang berkualitas merupakan komponen prasyarat dalam memberikan pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Kualitas pendidikan terdiri dari elemen yang terlihat (materi kursus) dan tidak terlihat (disampaikan langsung kepada siswa). Indonesia perlu menjamin kualitas pendidikannya untuk membekali siswa menghadapi dunia yang kompetitif. Lembaga pendidikan tidak hanya perlu berfokus pada pendidikan tetapi juga melibatkan siswa dalam penelitian, kreativitas, dan inovasi. Institusi pendidikan perlu menemukan cara belajar yang menarik dan bekerja sama dengan industri yang ada untuk membawa ide-ide inovatif di tengah keadaan dunia yang dinamis.

Adaptasi kurikulum, fleksibilitas, dan kontekstualisasi harus mampu menangani sejumlah elemen seperti prioritas tujuan pembelajaran dan konten yang memungkinkan pemahaman yang lebih baik dan respon terhadap krisis kesehatan yang tengah ada, juga menggabungkan aspek-aspek yang berkaitan dengan perawatan dan kesehatan, pemikiran kritis dan reflektif berkaitan dengan informasi dan berita, pemahaman tren sosial dan ekonomi, serta mendorong perilaku yang empati, toleran dan non-diskriminatif. Sementara itu, keseimbangan harus diupayakan antara mengidentifikasi kompetensi inti, yang akan diperlukan untuk melanjutkan pembelajaran, dan pendalaman karakter pendidikan yang komprehensif dan humanistik, tanpa menyerah pada tekanan untuk memperkuat pembelajaran instrumental saja. 

Demikian pula, ketika menyesuaikan kurikulum dan mengembangkan sumber daya pedagogis, kebutuhan kelompok dengan kebutuhan khusus harus dipertimbangkan. Misalnya, penyesuaian harus dilakukan dan dukungan yang diperlukan diberikan kepada siswa disabilitas atau yang hidup dalam berbagai kondisi dan situasi yang menyulitkan mereka untuk melaksanakan kegiatan belajar. Keragaman bahasa dan budaya penduduk pendatang dan masyarakat adat juga harus diperhatikan dengan seksama. Begitu pula dengan ketidaksetaraan gender atau kekerasan yang dapat menjadi salah satu masalah penting dalam keadaan krisis seperti saat ini.

Lebih lanjut, upaya pembelajaran yang ada perlu dibimbing dan didukung dengan lebih menekankan pada kualitas tenaga didik itu sendiri. Rekomendasi terbaik untuk hal ini adalah dengan meningkatkan kualitas institusi dan calon tenaga didik itu sendiri. Dengan merekrut calon tenaga didik terbaik dan mendistribusikannya secara efektif. 

Rekomendasi ini dapat diupayakan dengan melibatkan peningkatan mutu lembaga melalui seleksi perizinan dan akreditasi yang lebih baik, serta melalui penguatan dukungan teknis dan keuangan yang ditargetkan, terutama di wilayah Indonesia bagian Timur untuk merangsang peningkatan kualitas dan peningkatan peringkat akreditasi. Di masa sekarang ini, terdapat kebutuhan untuk memastikan cukupnya guru berkualifikasi tinggi di lokasi yang tepat, terutama di sekolah pedesaan, terpencil, dan berkinerja rendah. Mereka harus terus didukung dengan cara meningkatkan keterampilan mereka, dengan penekanan khusus pada metode pengembangan profesional yang efektif seperti kelompok kerja guru. Juga, akan lebih efektif untuk meningkatkan akuntabilitas guru melalui insentif yang dapat direncanakan melalui anggaran pemerintah yang ada.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN