Mohon tunggu...
faqih alfadlil
faqih alfadlil Mohon Tunggu... Guru - Tetap semangat

Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Sepenggal Cerita di Kediri

17 November 2022   18:56 Diperbarui: 17 November 2022   19:06 115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: TIMES INDONESIA 

Ketika teman-teman yang lain sibuk memikirkan pendaftaran kampus, saya fokus dengan tujuan, belajar Bahasa. Sebuah skill yang mungkin tidak akan bisa dikuasai kalau tidak belajar dari sekarang. Doktrin seorang guru membawa saya berada di tempat ini, Kediri. Lebih tepatnya Kampung Inggris yang berada di kecamatan Pare, kabupaten Kediri. Tempat bagi banyak orang untuk belajar Bahasa Inggris.

Ceritanya, ketika masa putih abu-abu guru saya pernah bilang bahwa dua bahasa yang penting untuk dipelajari, Arab dan Inggris. Kenapa Bahasa Arab? Tentu saja karena saya seorang muslim. Bagaimana kita bisa memahami ajaran Islam yang sebenarnya jika tidak paham bahasa tersebut. Lalu kenapa Bahasa Inggris? Kebetulan saja bahasa internasional adalah Bahasa Inggris.

Kebetulan sekali kedua kakak saya juga pernah belajar Bahasa Inggris di sana. So, bukan sesuatu yang asing di telinga mendengar Kampung Inggris. Sebuah kampung sederhana yang di dalamnya banyak sekali tempat kursus. Ada Bahasa Inggris, Arab, Jerman, Mandarin, Jepang, Mengemudi, Komputer, Hypnosis, MIPA, dan lain sebagainya. Namun kursusan di tempat ini dikuasai oleh Bahasa Inggris.

Untuk pertama kalinya tinggal jauh dari rumah. Menjelajahi dunia baru yang entah siapa di sana. Bertemu dengan orang-orang baru. Mendapatkan suasana baru. Sehingga mungkin pikiran agak terbuka. Tidak terkurung oleh pemikiran yang lama. Semakin bebas menentukan langkah.

Percayalah, Bahasa Inggris bukanlah tujuan utama datang ke tempat ini. Melainkan Bahasa Arab. Entahlah kenapa yang ada di benak kepala ini hanyalah Bahasa Arab. Bisa ngobrol dan membaca kitab berbahasa Arab ada sebuah pencapaian yang fantastis menurut saya. Rencananya adalah 3 bulan Bahasa Inggris, 6 bulan Bahasa Arab. Sisanya persiapan masuk kampus.

Apakah takdir berkata demikian? Belum tentu. Atau kenyataannya tidak. Ternyata Bahasa Inggris menenggelamkan saya terlalu dalam. Itu tentu saja ada pengaruh dari teman seperjuangan. Hingga Bahasa Arab terlupakan. Entahlah kapan akan belajar. 

Di sana bertemu dengan banyak orang dari tempat yang berbeda. Di mana sebelumnya saya hanya bertemu dengan orang sekampung (Jawa) dan beragama Islam. Sebuah hal baru bertemu dengan orang-orang asing. Berkomunikasi dengan mereka. Sedikit banyak meniru gaya mereka. 

Hal terpenting adalah bertemu dengan orang-orang hebat seperti MR. Kalend Ocen. Tinggal di rumah beliau selama beberapa bulan sungguh sangat berkesan. Besarnya Kampung Inggris adalah berkat beliau. Di sisi lain, kesederhanaan beliau dalam menjani hidup. Shalat pun tidak pernah ditinggal. Setiap ceramah yang disampaikan selalu mengena. 

Senang juga berjumpa dengan guru-guru hebat yang mengajar dengan totalitas. Saya yakin penghasilan mereka tidak seberapa. Kegiatan yang benar-benar full, kecuali hari Ahad. Luar biasa. Kalau dibandingkan dengan diri saya sekarang, saya bukanlah apa-apa.

Ada banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan. Dari pelajaran bahasa inggris itu sendiri, bersosialisasi, kerja sama di Charity Inn, belajar mengajar, menjalani hidup secara mandiri. Bagaimana uang 500rb harus cukup untuk sebulan. 

Uang SPP sebesar 200rb. Kosan sebesar 100k. Uang makan harus dibatasi sampai 200k. Punya uang hanya 2rb itu sudaj biasa. Tidak makan juga hal yang lumrah. Saat itulah seseorang harus berpikir untuk bisa terus menjalani hidup. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun