Mohon tunggu...
faqih alfadlil
faqih alfadlil Mohon Tunggu... Guru - Tetap semangat

Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Jika Muslim Itu Kuat

17 September 2022   14:42 Diperbarui: 17 September 2022   14:55 47 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Bacaan Madani

Di dalam Islam diajarakan, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah". Sebuah isyarat sederhana bahwa kita sebagai seorang muslim agar bisa kuat. Coba kalau seandainya kalau kaum muslimin bisa kuat dalam hal fisik, ilmu, harta, dan tahta. Sekiranya akan bisa memajukan umat menjadi lebih baik.

Orang kuat fisik bisa melakukan lebih banyak hal dari pada mereka yang sakit-sakitan. Dalam hal ibadah contohnya. Orang kuat dan sehat bisa berjalan kaki ke masjid dan mendapatkan keutaman-keutamaannya. Orang kuat juga bisa menjalankan ibadah puasa dengan sederet pahala dan ganjarannya. Di sisi lain, ada orang sakit yang tak mampu berbuat apa-apa kecuali tidur di atas kasur. Padahal memiliki popularitas dan keilmuan yang mumpuni. Makanya dalam Islam diajarkan untuk hidup sehat seperti makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Jika kaum muslimin kuat secara fisik, dari segi pertahanan akan jadi kuat. Apabila suatu saat musuh menyerang, kaum muslimin siap berjuang. 

Orang kuat ilmu bisa sangat bermanfaat dalam mencerdaskan umat. Sungguh ilmu sangat berguna dalam meningkatkan kualitas manusia. Mereka yang ahli dan pakar bisa menjadi orang yang sangat banyak memberikan manfaat. Seperti ilmu fiqih yang bisa dipraktekkan banyak orang sampai sekarang. Atau para penemu teknologi yang sampai detik ini dimanfaatkan banyak orang. Kalau saja tidak ada yang menemukan lampu contohnya. Mungkin sampai sekarang kita tidak akan mendapat pencahayaan seperti saat ini. Dalam Islam orang yang berilmu derajatnya lebih tinggi dari mereka yang tidak berilmu meskipun rajin beribadah. Islam mengalami masa jayanya ketika ilmu pengetahuan maju dengan pesat. Bahkan dalam sejarah barat mengambil referensi dari pakar muslim. Tak heran dalam Al-Qur'an sendiri kita sering disentil agar senantiasa belajar.

Orang kuat harta atau memiliki harta tentu saja menjadi nilai tambah seseorang. Meskipun dia tidak punya fisik kuat atau ilmunya biasa-biasa saja, tapi punya banyak uang, sekiranya kesempatan untuk menjadi orang bermanfaat itu sangat besar. Orang yang memiliki uang banyak bisa menjadi donatur masjid atau organisasi yang bisa bermanfaat bagi umat. Atau dulu misalnya, para sahabat nabi yang kaya menggelontorkan uang mereka untuk biaya perlengkapan jihad. Kalau di zaman sekarang bisa digunakan untuk menyumbang pesantren atau sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan bantuan biaya. Maka bisa dikatakan bahwa harta sangat penting dalam pembangunan umat. Orang sering kali mengira bahwa saya anti harta dan kaya. Bukan itu poinnya. Yang biasanya saya maksud adalah tidak memasukkan dunia ke dalam hati. Itu berbahaya. Segala sesuatu dimaksudkan untuk dunia. Padahal itu bukan tujuan hakiki kenapa seseorang tinggal di dunia. Juga bukan itu jalan satu-satunya untuk bahagia. Itu apabila biasa membaca tulisan orang sepotong-sepotong. Tidak membaca tulisan-tulisan sebelumnya. Karena konteks yang dibawakan pastinya berbeda.

Kuat tahta atau jabatan. Di sini adalah seputar kekuasaan. Sekiranya sangat penting bila ingin Islam lebih kuat dan jaya. Jika kaum muslimin yang benar-benar baik hati, pikiran, dan akhlaknya mengambil alih kekuasaan, maka Islam akan jaya seperti sedia kala. Akhir-akhir ini mungkin sering kita dengar Islam direndahkan dan bahkan dinista, tanpa ditindak pelakunya. Cukup sakit hati melihat fenomena tersebut. Itu di negeri kita tercinta yang tentunya mayoritas muslim. Saya tidak bisa bayangkan di negeri yang Islam menjadi minoritas. Mungkin akan jauh lebih kejam lagi. Tak heran jika dahulu para ulama sedih atas dihapusnya tuju kata dalam teks pancasila. Jika Islam memiliki kekuasaan dan pemimpinnya menjalankan Islam yang sebenarnya, bisa saja kejayaan di zaman Harun Al-Rasyid dan Muhammad Al-Fatih bisa terulang. Di mana tidak hanya kaum muslimin saja yang aman. Tapi semua orang yang berada dalam lindungannya. 

Menemukan orang dengan memiliki 4 kekuatan tersebut sekaligus tentu saja tidak mudah. Mungkin ada yang cuma punya satu atau dua poin saja. Bila ada yang punya semua dan mau berjihad di dalam Islam, sungguh sebuah mutiara yang langka. Wallahuaalam.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan