Mohon tunggu...
Faqih Ma arif
Faqih Ma arif Mohon Tunggu... Civil Engineering: Discrete Element, Engineering Mechanics, Finite Element Method, Material Engineering, Structural Engineering,

Beijing University of Aeronautics and Astronautics, Beijing. 103号房间, 1号楼, 外国留学生宿舍, 北京航空航天大学 北京市海淀区学院路, 37谢元路, 邮编:100083. Office: Lecturer at Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering Yogyakarta State University, Kampus Karangmalang, Depok - Sleman Yogyakarta Special Region 55281

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Belajar Mempelajari Pengalaman SUTET dan Pohon Sengon

8 Agustus 2019   00:00 Diperbarui: 8 Agustus 2019   06:32 0 2 0 Mohon Tunggu...
Belajar Mempelajari Pengalaman SUTET dan Pohon Sengon
Ilustrasi perbaikan jaringan listrik PLN. Foto: Dok. PLN (kumparan)

Tertegun saya, menyaksikan keadaan mati listrik sejak tanggal 04 Agustus yang menyedot perhatian tanah air dan dunia. Bahkan hingga tanggal 07 Agustus 2019 pun, pemadaman bergilir masih terasa di daerah Tangerang. Berdasarkan laporan saudara Yunadillah, banyak warga mengantri untuk membeli air Aqua galon, bukan hanya digunakan untuk minum, melainkan menjadi multi fungsi, yaitu sebagai air untuk mandi, dan lain-lainnya. "Ungkapnya"

Pun kerugian yang telah diperkirakan akibat pemadaman selama hampir sepuluh jam lamanya telah ditaksir mencapai triliunan rupiah. Beberapa sektor yang sangat terasa mengalami kerugian dilaporkan oleh laman Kompas.com diantaranya adalah MRT, UMKM, Ritel dan Azas tigor.

Hasil investigasi petugas di lapangan yang berlokasi di Ungaran, penyebabnya adalah terdapatnya pohon yang sudah ditebang karena berada di bawah jaringan tegangan tinggi, di desa Malon, Gunung jati (28 km arah selatan Jakarta). Berdasarkan keterangan, batas ketinggian pohon maksimal 8,5m, apabila melebihi batas tersebut, makan akan terjadi lompatan listrik yang mengganggu jalur transmisi tersebut "ungkap PL". Beberapa media melaporkan bahwa hingga saat ini, penyebab padamnya listrik adalah karena faktor alam.

Pohon sengon
Tinggi pohon sengon sendiri dapat mencapai 40 meter dengan tinggi bebas cabang sepanjang 20 meter, apabila menjadi kayu, pohon ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Pohon ini memiliki nama latin Albazia Falcataria.

Pohon yang ramai menjadi perbincangan publik ini memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Dari tanamannya dapat mengikat nitrogen dan banyak dimanfaatkan untuk reboisasi, karena tumbuh sangat cepat. Dari kayunya dapat digunakan sebagai material interior dan berbagai keperluan di bidang teknik sipil untuk pekerjaan non-struktural; dari daunnya dapat digunakan untuk pakan ternak; dari pohonnya disebutkan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Secara umum, pohon ini dapat mengurangi pemanasan global.

Baca juga: Akhirnya Sejarah Dunia Baru Tercipta, Suhu Terpanas di Muka Bumi

Kelemahan pohon jenis ini apabila digunakan sebagai bahan bangunan struktur adalah pada waktu kayu tersebut terkena air. Air akan merusak kayu serta menyebabkan menjadi mudah lapuk, yang berakibat akan mengurangi kekuatannya. Kenapa demikian? Karena pori-pori kayu jenis ini cukuplah lebar, yang menyebabkan kayu jenis ini sangat cepat menyerap air. Oleh karena itu kayu akan menjadi lunak.
Tapi, rupanya bukan ini saja kelemahannya. Tingginya yang menjulang menjadi penyebab padamnya listrik baru-baru ini. "Sungguh malang nian pohon Sengon bukan?".

Karena Sengon, Mantan Menteri-pun bicara!!!
Kajian menarik disampaikan oleh mantan Menteri BUMN, melalui laman Dahlan Iskan Way, pada Rabu 07/08/2019, beberapa catatan penting disampaikan terkait penyebab listrik padam, manajemen recovery, system aliran listrik Jawa-Bali, ganti rugi PLN 1 triliun sampai dengan "Kopassus" dan Pusat Pengatur Beban (P2B).

Urgensi SUTET
Mungkinkah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Pemalang jawa tengah bermasalah, sehingga berakibat fatal sampai dapat melumpuhkan sebagian listrik di pulau jawa?; Kenapa SUTET sangat rapuh?; Menyenggol saja tidak boleh, apalagi memasuki medan magnet SUTET pun akan sangat mengganggu (korsleting).

Sebagai informasi, tinggi tiang SUTET adalah 40 meter, sedangkan tinggi sengon 15 meter, yang mana dengan ketinggian tersebut sudah mencapai medan magnet SUTET.

Lantas, Kenapa korsleting di Semarang, padamnya bisa sampai di Jakarta, Bekasi, Karawang, Bogor, Tangerang bukankah beberapa daerah tersebut merupakan Kawasan Industri dan konsumsi listriknya sangat besar.

Pertanyaannya sebagai orang awam yang muncul selanjutnya adalah mungkinkah listrik dalam jumlah besar sekitar 3000 Mega Watt (bukan jumlah pasti) dikirimkan dari Paiton (Jawa Timur) ke Jakarta dan sekitarnya?. "Jawabannya adalah Mungkin".

Pengiriman dalam jumlah besar ini bisa dikirimkan dari Paiton ke Jakarta hanya dengan menggunakan SUTET. Berdasarkan referensi menyebutkan bahwa karena tingginya tegangan SUTET, maka makin luas medan magnetnya. Tanaman tinggi di daerah SUTET harus di larang (Row-Right of way). "ungkap Dahlan"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x