Mohon tunggu...
Putu FanyNadila
Putu FanyNadila Mohon Tunggu... Lainnya - Happy people

Hello, nice to meet you

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Fenomena Bullying di Ruang Digital

24 Januari 2022   06:26 Diperbarui: 24 Januari 2022   06:33 113 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Fenomena Bullying di Ruang Digital

 Pendahuluan 

Seiring perkembangan jaman yang menjadi era modern ini media social semakin membuat banyak perubahan, dan melekat pada diri setiap orang sehingga tidak dapat dipisahkan sehingga menyebabkan efek kecanduan. Dengan adanya media sosial atau yang lebih sering dikenal dengan nama medsos masyarakat menjadi lebih mudah untuk mendapatkan berbagai informasi baik di dalam maupun di luar negeri. Terdapat banyak media social yang ada yaitu Facebook, Instagram, Tiktok, dan lain- lain. 

Dengan adanya banyak media social yang berkembang secara pesat tersebut membuat penyebaran informasi secara cepat dan bebas, kapan saja dimana saja dapat dilakukan. Medsos memilik banyak fungsi salah satunya selain sebagai sumber informasi namun juga membawa dampak negatif. Pengguna medsos tentu tidak asing lagi dengan dampak negatif yang ditimbulkan, yakni menyebarkan informasi hoaks, ujaran kebencian, memutarbalikkan fakta, provokasi serta hal-hal yang berkaitan dengan SARA termasuk "cyber bullying". Bullying menunjukkan ada yang salah dengan pendidikan dalam keluarga. Orang tua kurang memberikan penanaman budaya local dan nilai nilai untuk memahami orang lain. Penyebaran konten negatif ini sangat sulit dicegah lantaran masyarakat masih belum dibekali dengan informasi yang cukup untuk menangkal informasi-informasi seperti itu. 

Pembahasan

 Seiring banyaknya media social yang berkembang hal ini menjadikan adanya sebutan medsos yaitu bak pisau bermata dua, dimana konten yang disediakan di media social mulai ada sisi yang positif dan negative dalam konten yang disajikan. Penyebaran konten negatif ini sangat sulit dicegah lantaran masyarakat masih belum dibekali dengan informasi yang cukup untuk menangkal informasi-informasi seperti itu. Salah satu hal yang sangat sering ada di setiap media social ini merupakan konten negative, konten negative yang sering terjadi dimana munculnya cibiran,"bully" baik terhadap teman, sahabat, pemerintah, dan orang disekitar. 

Hal ini tentu saja memprihatinkan, karena telah terjadi pelanggaran etika di medsos. Seandainya cibiran, "bully" dan ujaran tak senonoh yang diungkapkan netizen itu dibaca oleh pejabat yang bersangkutan, saya tak bisa membayangkan bagaimana perasaannya. "Bullying" pada dasarnya adalah bentuk dari tindakan atau tingkah laku agresif seperti mengganggu, menyakiti, melecehkan bahkan mengancam yang di lakukan secara sadar, bahkan secara sengaja yang dampaknya tentu saja menyebabkan gangguan secara psikis pada diri seseorang yang telah di-"bully" seperti takut, stres, cemas dan bisa depresi. 

Dengan adanya medsos ini, "cyber bullying" sepertinya makin marak saja. "Cyber bullying" merupakan bentuk kekerasan di internet yang dilakukan atau dialami oleh seseorang. Biasanya pelakunya menggunakan akun palsu untuk melancarkan serangan terhadap seseorang di dunia maya. Selain itu, seperti yang kita ketahui bersama, apapun yang diunggah ke media sosial tentu saja akan menimbulkan pro dan kontra. Terlebih menggunakan medsos, seseorang dengan mudahnya memberi komentar kepada orang lain, sekalipun tidak saling mengenal. Komentar yang tidak baik tentu saja akan membuat orang lain yang membacanya bisa merasa sakit hati. 

Apalagi jika menggunakan medsos, membuat 'status' yang berisi pernyataan yang belum tentu kebenarannya diketahui banyak orang bahkan menjadi viral sangat mudah untuk dilakukan. Di medsos mudah sekali kita menemukan komentar asal-asalan atau sampah, walaupun ada juga komentarnya yang berbobot. Jarang ditemukan seseorang memberikan komentar di medsos didukung dengan data yang valid. Asalkan sudah komentar, mereka akan merasa puas tanpa memikirkan dampak dari komentar yang ditulis tersebut. Medsos atau yang sering dikenal dengan nama media social adalah sarana komunikasi dan penyampaian informasi di ruang publik. 

Oleh karena itu etika harus dikedepankan agar proses komunikasi dapat berjalan dengan baik dan efektif. Apapun yang saat ini berkembang di medsos, baik itu penyampaian pesan, perbedaan pendapat dalam diskusi harus mengedepankan etika dalam berkomunikasi. Saat berkomunikasi di ruang publik, kita harus bersikap dewasa dan bertanggung jawab atas segala ucapan kita sampaikan di medsos. 

Penampilan merupakan satu hal yang sangat diperhatikan di media sosial terutama pakaian akan tetapi penampilan juga dapat dijadikan bahan bully oleh sesorang yang kurang suka dengan apa yang dikenakan oleh orang lain seperti misalnya ada si A memposting sebuah foto yang menampilkan suasana pantai menggunakan pakaian yang agak terbuka itu bisa saja dijadikan bahan bully  Sehingga dengan komentar tersebut membuat si A kurang percaya diri dan akan terus memikirkan kata kata yang diucapkan sang pembully menimbulkan kecemasan dan ketakutan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Teknologi Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Teknologi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan