Mohon tunggu...
Fakhriza Naura Zuhrianti
Fakhriza Naura Zuhrianti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Hubungan Internasional / Universitas Darussalam Gontor

Hidup dengan Tenang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Raja Ali Haji, Sosok Politikus Islam di Bumi Melayu

13 September 2022   19:00 Diperbarui: 15 September 2022   10:45 73
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bumi Melayu, atau juga disebut daerah orang-orang dengan budaya melayu dikenal sebagai sebuah buday yang sangat erat kaitannya dengan Islam. Mengapa demikian ? Orang melayu menjadikan Islam sebagai ruh atau Inti kebudayaannya, hal inilah yang memunculkan bahwa Melayu identik dengan Islam. Aspek ini membawa pengaruh turun-menurun kepada pola hidup keseharian bangsa melayu, termasuk kebudayaan adat dan istiadat.

Islam bukan sekedar agama dan etika moral, melainkan ia juga telah menjadi landasan dan pandangan hidup para pemimpin dalam menajalakan masa kepemimpinannya. 

Dalam sejarah Melayu, Politik Islam bukanlah hal yang baru. Sebagai salah satu contoh tokoh Melayu yang terkenal adalah Raja Ali Haji, lahir pada tahun 1808 M di Pusat Kesultanan Riau-Lingga di Pulau Penyengat. Beliau adalah sosok Ulama yang tak hanya berbicara tentang agama saja, namun juga mengikuti jejak ayahnya dalam bidang poliyik, ketatanegaraan, sejarah, hukum, sastra dan bahasa. Pemikiran Beliau yang selalu berakar pada syari'at Islam dan juga tradisi Melayu. Melalui karyanya Tsamarat al-Muhimmah Dfayah Li al-umara wa al-Kubara wa Li ahl-Mahkamah, beliau memaparkan pemikirannya tentang politik Islam.

Dalam karyanya, secara tegas menyatakan bahwa seorang raja atau pemimpin yang melalaikan tugasnya dan mendurhakain Allah SWT, tidak dapat diterima sebagai penguasa, dan jabatannya harus diserahkan kepada orang yang lebih tepat. Pandangannya yang terpengaruh oleh pemikiran Al-Ghazali dimana beliau menggambarkan sosok raja yang ideal yang seharusnya bisa menahan diri dari hal-hal yang bersifat duniawi dan lebih mementingkan untuk mengurus kemaslahatan  umat.

Beliau menyampaikan bahwa bentuk pemerintahan yang ideal berbentuk kerajaan dan berlandaskan kepada syariat Islam. Dengan demikian, bentuk pemerintahan yang di idealkan Raja Ali Haji dapat dikategorikan sebagai bentuk pemerintahan teo-monarki, yaitu pemerintahan yang berbentuk kerajaan dengan berlandaskan kepada hukum Tuhan atau syariat Islam.

Raja Ali Haji juga berpendapat Tuhan merupakan sumber dari kebenaran, dan kebenaran hanya datang dari Tuhan. Sementara, sesuatu yang dianggap oleh manusia sebagai suatu kebenaran masih perlu diukur dengan standar kebenaran yang datang dari Tuhan yang tertuang dalam syariat Islam. Dengan demikian, peran seorang raja sangat penting untuk mendominasi syariat Islam di muka bumi ini. Sebab, hanya raja yang arif dan bijaksana yang mampu menterjemahkan syariat Islam demi kepentingan rakyatnya, sehingga mereka dapat menuju kepada kehidupan yang lebih baik.

Tak hanya itu Beliau juga menekankan bahwa sangat penting hubungan antara raja dan rakyatnya, dengan menyatakna bahwa rakyat itu umpama akar, yang raja itu umpama pohon. Jikalau tiada akar niscaya pohon tiada akan dapat berdiri. (Raja Ali Haji, 1887 : 186). 

Konsep Politik Islam yang digagas oleh Raja Ali Haji pada 1860-an adalah Khazanah yang harus dikembangkan demi tegaknya masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera. Dengan kata lain, Raja Ali Haji menghendaki adanya seorang pemimpin yang sempurna, baik jasmani maupun rohaninya demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Karena dimulai dari pemimpinlah bagaimana bentuk sebuah negara dan rakyatnya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun