Mohon tunggu...
Fajar Novriansyah
Fajar Novriansyah Mohon Tunggu... Administrasi - Pekerja biasa

sesungguhnya kekayaan Allah itu nyata, mari menulis lagi, makin banyak baca makin banyak tahu,

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Matahari Dua Lusin

14 Mei 2022   15:23 Diperbarui: 14 Mei 2022   15:26 101 31 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Hareudang, hareudang, hareudang
Panas, panas, panas
Selalu, selalu, selalu panas dan hareudang

Lagu itu terus menerus muncul di ingatan
refleksikan hari ini yang rasanya benar adanya
menyengat kuat dan rasanya membakar sampai kedalam
merembes keringat diam diam membasahi pakaian, lengket
sungguh kadang angin sepoi mampir rasanya membawa nafas surga

satu persatu cahaya datang bagai dijatuhi jarum menusuk kulit
yang lupa kutambahkan jaket tebal untuk ku kenakan waktu ini
apakah matahari sedang membelah diri sampai dua lusin?
sungguh rasanya dia sedang beranak pinak saking teriknya

Hareudang, hareudang, hareudang
Panas, panas, panas
Selalu, selalu, selalu panas dan hareudang

Ah lagu itu muncul lagi
saking keringnya, jadi merindukan satu plastik es teh kemasan
lalu kutemukan oasis bagai di nirwana, seplastik es teh rasa gula batu
ku seruput dari sebuah pipet yang menyelinap diantara es batu
Ah, nikmatnya

Pakulonan Barat, 14 Mei 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan