Karir

Penerapan Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional dalam Organisasi

5 Agustus 2018   16:15 Diperbarui: 5 Agustus 2018   16:31 432 0 0
Penerapan Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional dalam Organisasi
www.hukukbook.com

Dalam sebuah organisasi untuk memajukan organisasi tersebut dibutuhkan yang namanya gaya kepemimpinan dimana gaya kepemimpinan tersebut terdiri dari gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional. seorang pemimpin berusaha untuk mempengaruhi pengikut agar dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan konsep yang telah ditentukan secara bersama - sama sehingga yang nantinya akan memberikan dampaj terhadap pengikutnya diantaranya dengan memberikan pujian, memberikan penghargaan, memberikan motivasi, dan dengan memberikan motivasi terhadap pengikutnya.

Kepemimpinan menjadi fungsi utama dalam memimpin pengikutnya dengan memainkan peran penting dan strategis dalam kelangsungan hidup suatu organisasi tersebut. Pemimpin membuat tujuan, merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengendalikan seluruh sumber daya yang dimiliki sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien karena adanya kerja tim yang baik. Oleh sebab itu pemimpin suatu organisasi dituntut untuk selalu mampu menciptakan kondisi yang memuaskan para pengikutnya dalam bekerja sehingga diperoleh pengikut yang tidak hanya mampu bekerja akan tetapi juga bersedia bekerja ke arah pencapaian tujuan organisasi dimasa yang akan datang.

Suatu organisasi, dimana pemimpin yang menggunakan gayak kepemimpinan transformasional memiliki peran dimana pemimpin akan meningkatkan sumber daya manusia dan berusaha akan memberikan reaksi yang akan menimbulkan semangat dan kinerja para pengikut yang tinggi. Hal tersebut dapat terjadi apabila seorang pemimpin memberikan contoh gaya kepemimpinan yang baik dan patut untuk ditiru. 

Kepemimpinan transformasional berusaha untuk menginspirasi kinerja yang luar biasa. Gaya kepemimpinan transformasional memiliki berbagain cara untuk memberikan motivasi kepada pengikutnya agar dapat meningkatkan kinerja pengikutnya dengan cara memberikan dorongan yang lebih kepada pengikut, memberikan contoh untuk lebih mementingkan kelompok dari pada individu untuk kebaikan bersama, dan memberikan fasilitas kepada pengikut untuk lebih semangat dalam bekerja.

Sedangkan, sebuah organisasi yang menerapkan gaya kepemimpinan transaksional, pemimpin akan meningkatkan kinerja dengan memotivasi pengikutnya dengan memberikan sebuah penghargaan untuk memberikan semangat kerja kepada pengikutnya. Pemimpin akan memberikan penghargaan berupa kenaikan gaji, promosi, dan hal - hal lain yang bersifat akan memberikan dampak yang positif bagi para pengikut tersebut. 

Pemimpin sengaja melakukan hal tersebut untuk memberikan keuntungan sendiri bagi organisasi yang akan membantu untuk memajukan tujuan dari organisasi tersebut. Pemimpin yang memberikan dampak positif bagi pengikutnya, maka pemimpin akan dapat menerima hal yang baik juga dari pengikutnya dimana pengikut akan memberikan hasil kerja yang bagus untuk organisasi tersebut. 

Apabila pemimpin tersebut tidak memberikan pengahargaan terhadap pengikut yang memiliki kinerja yang baik maka pengikut tersebut nantinya akan menunjukan hasil kerja yang menurun sehingga dapat menurunkan atau memperlambat untuk mencapai tujuan suatu organisasi tersebut. Dalam hal ini dapat menunjukan bahwa gaya kepemimpinan transaksional dalan sebuah organisasi ini harus berdasarkan dengan adanya penghargaan untuk memberikan semangat kepada pengikut untuk kepentingan organisasi dan juga kelompok itu sendiri.

Dari penjelasan yang ada hal ini dapat menunjukan bahwa dalam sebuah organisasi memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda - beda namun tetap dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi organisasi itu sendiri. Kepemimpinan transformasional akan menyebabkan para pengikutnya melakukan pekerjaan yang melebihi apa yang telah diterapkan karena adanya pengaruh dari pemimpin yang membuat pengikutnya untuk lebih giat lagi dalam menyelesaikan pekerjaan untuk mencapai sebuah tujuan organisasi tersebut.  

Usaha yang ekstra dan juga semangat yang tinggi , dapat memberikan motivasi kerja yang tinggi, memiliki visi dan misi yang tinggi disebabkan oleh ketertarikan pengikut terhadap pemimpin sehingga dapat memberikan motivasi terhadap kinerja yang lebih baik dari yang telah ditetapkan dan juga sebaliknya. 

Sedangkan kepemimpinan transaksional mendorong kepemimpinan mencapai tingkat kinerja yang telah disepakati baik pemimpin maupun pengikut mencapai persetujuan tentang apa yang harus dicapai dengan adanya penghargaan yang memberikan dampak postif bagi pengikutnya. Hal tersebut dapat memberika kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional dapat memberikan pengaruh yang berbeda - beda dalam sebuah organisasi tergantung dari bagaimana pemimpin tersebut menyikapi atau memberikan contoh yang baik kepada para pengikutnya untuk memajukan tujuan dari organisasi tersebut.