Mohon tunggu...
Faiz Nur
Faiz Nur Mohon Tunggu... pelajar, tetap pelajar, dan selalu belajar

Mahasiswa, tertarik menulis (sastra dan ilmiah) dan pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Politik

Me"nyepi"kan Diri dari Kotoran-kotoran Politik

5 Maret 2019   21:41 Diperbarui: 5 Maret 2019   22:23 0 1 0 Mohon Tunggu...
Me"nyepi"kan Diri dari Kotoran-kotoran Politik
dokumen pribadi

Sebelum anda mulai membaca, saya katakan bahwa saya bukan orang yang ikut merayakan hari raya nyepi. untuk itu saya hanya bisa mengucapkan selamat bagi anda yang merayakannya,

saat saya membaca topik pilihan dari kompasiana.com saya terpacu untuk menggerakkan jari menekan tombol demi tombol untuk membuat artikel ini.

Memang tak semua orang merayakan nyepi tapi semua tau apa arti sepi, sebuah saat dimana kita melepaskan diri dari kebisingan lahir dan batin yang mampu membantu kita mendapatkan sebuah ketenangan lahir batin. lalu bagaimana jika hal ini kita tarik pada dunia perpolitikan di negeri ini yang semakin hari semakin panas ?.

menyepikan diri

menyepikan diri yang saya maksud bukanlah bermakna menjauhi dan meninggalkan pembahasan dan dunia politik, melainkan lebih pada kata berikutnya yaitu kotoran-kotoran politik. umum dimengerti bahwa kotoran selalu menganggu bahkan merusak lingkungan. untuk menunjukan kedewasaan politik kita sebagai negara besar haruslah dimulai dari pribadi masing-masing warga negaranya.

kotoran-kotoran politik

apa itu kotoran politik ?. kotorang politik adalah segala hal negatif yang dilakukan untuk mencapai tujuan menduduki atau meraih jabatan politik. beragam bentuknya bertambah seiring mudahnya akses dan juga media. informasi sebagai wadah pengetahuan pun tak luput dari pembelokan hanya untuk ambisi politik.

saat ini demi sebuah jabatan politik, banyak orang menggunakan cara yang tak sesuai dengan peraturan. bukan hanya peraturan pemilihan umum tetapi juga peraturan masyarakat (adat), dan agama. memanfaatkan mudahnya penggirinngan opini melui media berita dan media sosial, pun juga berbagai hal yang mampu melancarkan tujuannya seakan tak ada yang ditakuti.

hal ini sangatlah mencederai pesta politik bangsa ini, kita tak perlu saling menyalahkan cukup menilai diri sendiri sudahkah mampu menjadi warga yang baik dalam penyelenggaraan pesta politik ini ?

apakah ini wajah Indonesia?

apa orang yang adil telah kalah dengan orang licik?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x