Mohon tunggu...
Faiz Abdalla
Faiz Abdalla Mohon Tunggu... Politisi - Politician

Ketua Karang Taruna Kab Gresik; Juara 1 Karang Taruna Berprestasi Provinsi Jawa Timur 2022; Tenaga Ahli Bupati Gresik 2021-2024; Tinggal di @faizabdalla3101 (IG).

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Merintis Agrowisata Kampung Legen Shoberoh

18 Juli 2020   18:12 Diperbarui: 18 Juli 2020   18:10 431
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dusun Shoberoh di Gresik yang dikenal sebagai penghasil legen

Dusun Shoberoh terletak di sebelah timur Desa Dalegan, Panceng. Bila kalian masuk Desa Dalegan, lalu menemui jalan ke timur. Ya itulah Dusun Shoberoh.

Kira-kira dua kilometer. Sekarang sudah mendingan. Sebagian jalan sudah dipaving. Berbeda setahun lalu. Jalan masih urugan pedel tanpa penerangan. Terlebih di musim hujan. Jalan tergenang, banjir, dan tak bisa dilewati. Ya intinya belum terurus.

Tapi, siapa sangka. Di tempat terpencil itu. Sebuah bentang alam indah berada. Dari jalan masuk Desa Dalegan. Kalo melihat ke arah timur. Memanjang sebuah bukit yang indah kan? Dipadu hijaunya sawah di bawahnya. Ya itulah Dusun Shoberoh.

Tak cukup. Di sana, selain menyimpan keindahan alam, juga memiliki warisan alam berupa deretan pohon siwalan atau cematan. Pepohonan itu tak saja lengkapi perindah memanjangnya bukit itu. Tapi juga menampung cairan legen yang menjadi mata pencaharian utama warga Dusun Shoberoh. Istilah legen Panceng yang populer itu, dipasok dari dusun ini.

Dengan dua modal itu. Yaitu keindahan alam dan komoditas lokal legen. Bukankah sudah menjadi cukup alasan untuk diangkat menjadi dusun agrowisata?

Sayangnya, belum ada political will untuk mewujudkan itu. Semua masih terkesan belum terjamah sebuah kebijakan dan anggaran terpadu untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Informasi yang saya terima. Dari segi pelestarian saja. Jumlah pohon siwalan sudah jauh berkurang dibanding 5-10 tahun yang lalu. Setiap tahun terjadi pengurangan. Alasannya bermacam. Mulai alih fungsi lahan, penebangan, hingga dijual kayunya.

Padahal, tidaklah mudah. Butuh waktu kira-kira 30 tahun untuk mulai menanam sampai menjadi pohon yang hasilkan legen. Sementara, hanya butuh kisaran menit untuk menebangnya.

Karena itu, sudah setahun terakhir. Berdiri paguyuban petani legen. Tujuan utamanya untuk menjaga kelestarian pohon siwalan agar tidak semakin berkurang, apalagi punah.

Paguyuban ini lahir dari kesadaran warga. Mengingat, komoditas legen telah menghidupi mereka secara turun temurun. 80-90 persen warga Shoberoh bermata pencaharian produksi legen.

Selain itu, melalui paguyuban ini, diharapkan terwujud regenerasi petani legen. Karena terlihat gejala keengganan generasi muda untuk menjadi petani. Hal ini pulalah yang turut berdampak pada ekosistem dan budidaya legen. Karena terjadi pergeseran cara pandang dari generasi tua ke muda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun