Mohon tunggu...
Faisal Vespa
Faisal Vespa Mohon Tunggu... -

adalah ayah 3 anak, menikmati dunia literasi, wirausaha dan petualang...asli dari surakarta ( solo ) Hadiningrat, akan tetapi saat ini berdomisili di pulau borneo, Kalimantan Barat. Bisa bersilaturahim di 087736190786

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Teori 10.000 Jam

23 September 2015   10:04 Diperbarui: 23 September 2015   10:17 786
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Teori 10.000 jam

Seseorang akan menjadi ahli dalam suatu bidang tertentu yang diinginkan setelah dia melakukan atau mempelajarinya dalam waktu 10.000 jam”

-Malcolm Gladwell -

 

Pemerintah Indonesia mencanangkan gerakan Kerja,Kerja, Kerja. Saya tidak meragukan visi yang dibangun oleh pemerintahan saat ini. Pemerintah menginginkan setiap elemen warga Indonesia mempunyai etos kerja yang tinggi, sehingga selalu siap dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa ini. Pemerintah mengakui bahwa bangsa kita sedang mengalami keterpurukan dalam berbagai aspek. Maka sangatlah tepat apabila pemerintah menghimbau masyarakat melalui gerakan ini, agar ke depan bangsa kita menjadi lebih baik.

Bagi saya, untuk mencapai masa depan yang lebih baik, kerja saja tidaklah tepat. Perlu diimbangi dengan aspek – aspek yang lain, seperti ilmu ( baca : kerja cerdas ), kesempatan / opportunity, dan fokus. Ilmu sangatlah penting, dan bagian ini tidak boleh dilepaskan dari aspek kerja. Bekerja tanpa ilmu seakan – akan kita berlayar di tengah samudera tetapi tanpa arah yang jelas. Kia terombang-ambing ditengah pusaran samudra kehidupan yang luas. Kita akan dilibas oleh mereka yang mempunyai kapal ( baca : power ) yang lebih mumpuni. Kesempatan atau opportunity juga sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas kerja kita.

Pemerintah menganjurkan kita untuk kerja keras, akan tetapi kenyataan di lapangan yang terjadi adalah pemutusan lapangan pekerjaan. Ribuan orang dirumahkan akibat ketidakmampuan perusahaan dalam menghadapi krisis global. Pemerintah juga menganjurkan masyarakat untuk senantiasa berwirausaha, akan tetapi masyarakat belum siap sepenuhnya untuk mengambil kesempatan itu. Wirausaha membutuhkan modal , mental dan akal (ilmu) yang tidaklah mudah diperoleh secara instan. Pemerintah juga perlu berperan aktif menyediakan sarana dan prasarana dalam mewujudkan masyarakat yang berwirausaha. Fokus juga diperlukan untuk meningkatkan kapasitas diri dalam rangka menghadapi tuntutan pemerintah. Kerja yang tidak fokus ibarat seperti menggugurkan kewajiban saja. Mereka bekerja tidak sepenuh hati, esay going, asal bapak senang, dan istilah – istilah lain yang menjadi penyakit dalam bekerja.

Saya tidak perlu terlalu pusing memikirkan hal di atas. Biarlah para stake holder negara kita yang memikirkannya dan memang sudah menjadi kewajibannya dalam mensejahterakan masyarakat. Saya akan membahas tentang teori 10.000 jam yang tempo hari menjadi tema apik di sebuah komunitas jejaring sosial. Teori ini dikemukakan oleh Malcolm Gladwell, seorang penulis yang bekerja dalam majalah The New Yorker, dalam bukunya yang berjudul outlier. Teori ini menjelaskan bahwa : Seeorang akan menjadi ahli dalam suatu bidang tertentu yang diinginkan setelah dia melakukan atau mempelajarinya dalam waktu 10.000 jam. Teori ini menitikberatkan pemahaman kerja keras, bahwa kalau anda ingin sukses, maka bekerja keraslah sampai anda mencapai waktu 10.000 jam. Mereka tidak lantas menghabiskan hari-harinya hanya untuk bekerja mewujudkan cita – citanya saja tanpa istirahat, refreshing, makan dan minum, ibadah, interaksi sosial dan lain sebagainya. Asumsinya, kalau seseorang fokus bekerja selama 2 jam dalam sehari, maka untuk mencapai 10.000 jam dia harus menghabiskan waktu selama 13,7 tahun. Kalau ingin lebih singkat untuk menjadi ahli, maka dalam sehari dia harus meningkatkan waktu bekerjanya.

 

Profil sukses

Banyak tokoh sukses yang mengaplikasikan teori ini dalam meraih cita – citanya. Sebut saja Cristiano Ronaldo (CR7) , sang begawan sepakbola yang sukses dalam menjalani profesinya. Penghasilannya tidak tanggung-tanggung, pemuda ganteng ini menjadi milyader dalam umur yang berumur 30 tahun. Sebuah media bola melansir, perpanjangan kontrak CR7 oleh klub Real Madrid baru saja ditanda tangani. Dalam kesepakatan pembaruan kontrak itu, Real Madrid akan menaikkan gaji mingguan Ronaldo menjadi sebesar 330 ribu pound (Rp4,8 miliar) per pekan, atau sehari Rp 685,7 juta, atau Rp 28,57 juta per jam, dan semenit saja rekeningnya sudah bertambah Rp4,762 juta. Angka ini belum termasuk “penghasilan tambahan” sampingannya seperti iklan produk, cover majalah, bisnis pribadi, dan lain sebagainya. Sebuah angka rupiah yang sangat fantastis !

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun