Mohon tunggu...
Abu Farhan
Abu Farhan Mohon Tunggu...

Saya hanyalah orang biasa yang hobi membaca dan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Hukum Halal-Haram Selfie dalam Islam

5 Mei 2019   17:51 Diperbarui: 5 Mei 2019   18:44 1145 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hukum Halal-Haram Selfie dalam Islam
Sumber https://www.istockphoto.com 

Pada zaman sekarang tindakan selfie telah menjadi budaya. Dikit-dikit foto. Selfie dilakukan saat jalan-jalan ke tempat bagus, kumpul sama teman-teman, makan-makan dan lain sebagainya. Lalu foto tersebut diupload ke facebook, instagram, twitter dan media sosial lainnya. Kegembiraan pun terjadi manakala foto-foto tersebut banyak dikomen teman-teman atau banyak diberi "like". Terkadang kita menunggu-nunggu kapan foto tersebut direspon sama teman-teman medsos. Bahkan terkadang kita kecewa kalau yang komen atau "like" tidak ada atau sedikit. Inilah budaya selfie. 

Bagaimana hukum selfie ini dalam islam? 

Dalam meninjau selfie ini kita melihat ada 2 komponen :

1.Hukum Berfoto

Hukum berfoto ini terkait dengan hukum menggambar. Mengenai masalah foto ini terjadi khilafiyah diantara ulama. Ada yang mengharamkannya. Ada yang menghalalkannya. Semuanya mempunyai dalil masing-masing, dan bukan tanpa alasan. Untuk lebih lengkap, dapat kita lihat disini :  
https://rumaysho.com/2140-hukum-mengambil-foto-dengan-kamera.html 

Bila menganggap berfoto haram, maka selesai urusan brarti selfie haram. Bila ambil pendapat berfoto halal, maka kita lihat tujuan selfie. 

2.Tujuan Selfie

Selfie ini tujuannya beda-beda tiap orang. Bila alasannya untuk jual diri maka itu sudah jelas haram. Orang awampun yang tidak paham agama pasti mengerti kalau jual diri haram. Adapun alasan selfie yang paling sering antara lain :

  • Agar tidak ketinggalan momen berharga atau penting
  • Berbagi pengalaman
  • Menyimpan untuk sebagai kenangan di masa depan
  • Ikut trend di medsos
  • Berdagang

Sekilas tidak mengapa kalau alasan selfie tersebut seperti itu. Namun selfie dapat menjadi haram bila disertai pamer kebaikan atau harta dan semisalnya (Riya'), bangga terhadap diri sendiri (Ujub), Ingin dipuji, atau bahkan sombong. Jelas hal-hal seperti ini hukumnya menjadi haram. Jadi semua tergantung niatnya. Kita tidak bisa melihat isi hati seseorang apakah dia ada keinginan riya, ujub, takabur, ingin dipuji atau sombong. Hanya Allah yang menilai. Jadi haram bila ada unsur-unsur seperti itu.  Semoga Allah menjaga kita.

 "Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya'. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari Kiamat tatkala memberikan balasan atas amal-amal manusia "Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya' kepada mereka di dunia. Apakah kalian akan mendapat balasan dari sisi mereka?" [HR Ahmad)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x