Mohon tunggu...
Faisal bakri
Faisal bakri Mohon Tunggu... Mahasiswa uin jakarta

mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Media

Kegiatan Membaca dalam Aktivitas Media Sosial

3 Desember 2019   09:02 Diperbarui: 3 Desember 2019   09:20 0 0 1 Mohon Tunggu...

Pada dasarnya membaca adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang sering kita lakukan atau kegiatan manusia. yang setiap harinya sering dijumpai oleh banyak orang. Adapun media sosial sebagai sarana mempermudah informasi yang kita butuhkan setiap harinya. Akan tetapi perkembangan zaman mulai berkembang, perkembangan teknologi informasi yang meliputi media sosial telah menyebabkan dunia tanpa batas.

Teknologi informasi saat ini telah sangat berpengaruh terhadap kaemajuan dan peradaban uamat manusia, selain itu teknologi informasi telah menjadi sarana dan arena yang paling efektif untuk berbuat melawan hukum. Indonesia merupakan negara dengan mayorita pengguna media sosial terbanyak di dunia. Masalahnya selain pengguna media sosial terbanyak, perkembangan teknologi informasi banyak melahirkan produk media sosial yang menyediakan asumsi bacaan yang tidak sesuai faktanya. sekarang sudah marak beredar berita-berita yang tidak sesuai dengan kejadian yang terjadi pada kenyataanya, disamping itu banyak sekali oknum yang tidak bertanggung jawab yang memalsukan berita-berita informasi hanya untuk merauk keuntungan saja. Mereka rela untuk menyebarkan berita tersebut  demi lembaran rupiah yang pada hakikatnya itu dilarang.

Padahal pemerintah melalui kepolisian republik indonesia telah mengancam keras kepada pelaku-pelaku tersebut dengan pasal 28 ayat (1) UU No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik yang mengatur mengenai penyebaran berita bohong di mesia elektronik (termasuk sosial) yang menyatakan setiap orang dengan senagaja, dan tanpa  hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam teransaksi elektronik, adapun hukuman apabila melanggar pasal tersebut, mengancam pelaku dengan 6 tahun penjara atau denda paling banyak 1 miliar IDR

PANDANGAN MASYARAKAT

menurut survei yang dilakukan oleh masyarakat telematik indonesia (mastel) diketahui bahwa sebagian besar masyarakat indonesia telah mulai keritis dalam menyikapi berita hoax.Menurut survei yang dilakukan secara online tersebut, terungkap bahwa sebanyak 83,2% dari 1,116 responden akan memeriksa kenenaran berita atau informasi yang diterima.

Selain itu, 15,90% di antaranya juga mengaku akan menghapus atau mendiamkan jika berita tersebut dianggap hoax. Hanya 1% responden yang mengaku meneruskan berita yang diterima.(moch prima fauzi, 2017).

Ironisnya  masyarakat tidak dapat mengenal mana berita atau bacaan yang benar-benar terbukti faktannya. Banyak sekali dari masyarakat indonesia lebih rentaan mempercaiyai berita palsu dari pada fakta yang terjadi pada kejadian berita tersebut, apakah benar-bernar terjadi seperti itu atau tidak. Suatu peroblematika yang sering terjadi di lingkungan masyarakat indonesia. Seperti halnya berita yang terdapat pada media telvisi, koran, hp dan yang lain sejenisnya. Banyak sekali berita yang masyarakat kosumsi dari media tersbut, dari misalnya, pemberitaan tentang menjelekan suatu organisasi dan berita tersebut tersebar luas, hal ini mungkian akan memuncukan keresahan terhadap pembaca dan akan juga memunculkan perselisihan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x