Mohon tunggu...
Faisal DwiAdi
Faisal DwiAdi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

membuat puisi

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Kebocoran Data Pribadi yang Disebabkan Tidak Terlindungi Hak Milik Pribadi

9 Desember 2022   20:00 Diperbarui: 9 Desember 2022   20:06 152
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Birokrasi. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Akhir-akhir ini masyarakat dibuat khawatir dengan pemberitaan bocornya data pribadi. Mengacu kepada Permenkominfo No. 20 Tahun 2016 perihal perlindungan data pribadi dalam sistem elektronik, data milik pribadi adalah data milik perorangan yang dijaga, dirawat, disimpan, serta terjamin kerahasiannya.

Kebocoran data milik pribadi di Indonesia sudah mencapai pada tahap yang mengkhawatirkan. Mulai dari bocornya 1,3 miliar data nomor ponsel hingga yang mengejutkan publik adalah bocornya setifikat vaksin milik bapak presiden Joko Widodo. Dijelaskan dalam RUU PDP Pasal 3 ayat (1) yang masih dalam proses pengesahan, data pribadi digolongkan menjadi dua jenis yaitu data pribadi yang bersifat umum dan data pribadi yang bersifat spesifik. 

Data pribadi yang bersifat umum meliputi data pribadi yang dapat mengidentifikasi seseorang, seperti nama, jenis kelamin, agama, kewarganegaraan. Data pribadi yang bersifat spesifik meliputi Riwayat Kesehatan, pandangan politik, catatan kejahatan, data keuangan, data anak, dan lain-lain.

1,3 miliar data sim card yang bocor meliputi NIK dan nomor telpon. Data tersebut diduga didapatkan dari regristrasi pengguna sim card. Masyarakat merasa resah karena  data sim card tersebut diperjual belikan secara bebas oleh hecker seharga Rp 743 juta. Pembobolan data tersebut dilakukan oleh hecker yang menamakan dirinya Bjorka, Bjorka kerap kali membagikan data hasil pembobolannya di media sosial agar publik dapat melihat rentannya keamanan data digital.

Jubir Kemkominfo mengungkapkan bahwa sangat banyak penyebab bocornya data pribadi, namun terdapat tiga penyebab utama yaitu tata kelola perlindungan data yang belum maksimal, human error, dan belum optimalnya teknologi platform digital.

Dari ketiga penyebab utama tersebut, faktor human error sebetulnya masih bisa kita minimalisir dengan cara memperbanyak literasi tentang keamanan data digital, bijak dalam membagikan data milik pribadi, dan berhati-hati ketika membuka situs karena dikhawatirkan adanya phising. Melindungi data milik pribadi tentunya dimulai dari diri sendiri, data milik pribadi merupakan sesuatu yang rahasia sehingga sangat perlu rasanya data tersebut kita jaga dengan baik.

Banyak dari kita yang belum mengetahui tentang seberapa penting menjaga kerahasiaan data milik pribadi. Ketika data pribadi yang kita miliki diketahui oleh orang lain dikhawatirkan akan disalah gunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Yang paling sering terjadi adalah ketika data pribadi dicuri, digunakan untuk kepentingan si pencuri tersebut. Misalnya adalah menggunakan data pribadi orang lain untuk meminjam uang secara online. Biasanya peminjaman uang secara online dilakukan dengan mengisi data secara online, jadi dengan mudah pelaku kejahatan memalsukan identitasnya.

sebagai negara demokrasi, tentunya masalah kebocoran data ini harus dapat diatasi. Berdasarkan EIU (Democracy Index) 2021 terdapat indikator yang menjelaskan tentang terlindunginya hak milik pribadi. Menurut EIU negara dengan demokrasi yang baik adalah negara yang melindungi hak milik pribadi warganya. Sebenarnya pemerintah menjamin akan terlindunginya data pribadi, namun tentunya pemerintah tidak bisa berkerja sendiri. Dalam kasus perlindungan data, semua pihak harus ikut berperan. Sudah menjadi keharusan untuk kita melindungi data pribadi yang kita miliki, karena privasi mahal harganya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun