Mohon tunggu...
Fairuz Izzah
Fairuz Izzah Mohon Tunggu... Fairuz Nurul Izzah. Lahir tahun 2000. Berdomisili di Jakarta.

Kuliah di Universitas Terbuka jurursan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan Pengidap Sindrom Asperger Sudah menulis 3 buku

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Warna-Warni Duniaku: Pameran Para Individu Autisme

11 Juli 2019   11:38 Diperbarui: 14 September 2019   18:42 0 0 0 Mohon Tunggu...
Warna-Warni Duniaku: Pameran Para Individu Autisme
brosur-acara-warn-warni-duniaku-5d26be7a0d82300af9198087.jpg

Kreativitas adalah anugerah Tuhan yang dimiliki setiap manusia. Ada orang yang ahli melukis, jago menulis, terampil menciptakan kerajinan tangan, dan lain-lain. Individu berspektrum autis pun memiliki kreativitas, bahkan bisa berkembang jauh melampaui orang-orang biasa. 

Individu autis lahir dengan gangguan perkembangan daya pikir yang berpengaruh pada kemampuan komunikasi dan interaksi individualnya. Mereka yang berkebutuhan khusus ini memiliki pemahaman berbeda-beda tentang dunia. Namun minat mereka bisa dicermati melalui lukisan dan seni rupa. 

Untuk pertama kali, Bentara Budaya Jakarta (BBJ) bekerja sama dengan Yayasan Autisma Indonesia (YAI) mengajak teman-teman autis  berpameran seni rupa dalam acara Warna-Warni Duniaku. Tujuannya untuk mendapatkan apresiasi masyarakat umum terhadap hasil karya seni rupa individu autistik. YAI membuka mata masyarakat bahwa orang autis mampu bekarya dan menciptakan bidang pekerjaan sendiri.

Pameran "Warna-Warni Duniaku" dibuka 4 Juli 2019 dengan sambutan Manajer BBJ, Paulina Dinartisti; Ketua YAI, Dr. Melly Budhiman, SpKj (K); serta Muhammad Farhan sebagai duta autisme YAI. Farhan adalah presenter yang  terhadap para penyandang autis karena kondisi autis almarhum putra pertamanya.

Acara pembukaan berlanjut dengan penampilan suara emas Junes dan anggota band I'm Star, Arya,. sementara Abhy dari I'm Star bermain saksofon. Ada Ferina Widodo, aktris dan mantan anggota grup vokal Elfa Singers, yang ikut bernyanyi sekaligus memamerkan buku kumpulan cerpen tentang kisah para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. 

Pameran berlangsung selama 5 - 13 Juli, dari pukul 10.00 sampai 18.00. Ada 53 peserta yang menampilkan 89 karya, antara lain Anfield Wibowo, Audrey Angesti, Yuna Quinn Patricia, dan Johannes Setyo.

Ketiga sahabat saya----Adinda Mandita Praharsacitta atau Dita Soeroso, Ruben Rayhan Rotty, dan Thomas Andika---ikut memamerkan lukisan dan karya lainnya. Dita menggambar aneka macam karakter yang dicetak ke syal, hijab, gantungan kunci, dan buku notes. Sementara lukisan  Ruben ada yang dibuat kalender, celemek, kartu kosong, dan tatakan piring. Thomas, tentu saja, memamerkan karya origami.  Saya berkesempatan mempromosikan buku-buku saya, termasuk buku baru yang terbit tahun ini. 

Kiri atas: saya (Fairuz Nurul Izzah). Kanan atas: Ruben Rayhan Rotty Kiri bawah: Thomas Andika. Kanan bawah: Dita Soeroso (Dpkpri)
Kiri atas: saya (Fairuz Nurul Izzah). Kanan atas: Ruben Rayhan Rotty Kiri bawah: Thomas Andika. Kanan bawah: Dita Soeroso (Dpkpri)
                                                    

Kiri atas: Dita dan gambar-gambar di lingkaran. Kanan atas: Lukisan Thomas. Kiri bawah: Origami Thomas. Kanan bawah: Lukisan Ruben. (Dokpri)
Kiri atas: Dita dan gambar-gambar di lingkaran. Kanan atas: Lukisan Thomas. Kiri bawah: Origami Thomas. Kanan bawah: Lukisan Ruben. (Dokpri)
Seperti biasa, kami lebih menikmati kebersamaan kami karena jarang sekali bertemu. Kami juga bertemu dan berkenalan dengan teman-teman individu autistik lain, Audrey, Anfield, dan Nadhif Andra Naladira. Di antara mereka bertiga, saya pernah bertemu Andra di acara Autism Awareness Month di Grand Indonesia tiga tahun lalu. Seniman yang bermampuan melukis berdasarkan ingatan dari apa pun yang dilihatnya. 

Pada Minggu, 07 Juli,  Hilmar Farid, Dirjen Kemendikbud, berkunjung ke pameran. Ia berkeliling melihat lukisan dan produk lain. Ia terkesan dan mengapresiasi karya-karya kami.  Saya dan ketiga sahabat saya bangga bisa bertemu beliau. Saya mewawancarainya dan mendapatkan jawaban sebagai berikut. 

Pak Farid menilai karya-karya individu autis di pameran itu luar biasa dan istimewa. Lukisan yang paling disukainya adalah Candi Borobudur  karya Anfield Wibowo. Beliau mengagumi gambar photographic memory drawing Andra. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x