Mohon tunggu...
Ahmad Fahrizal Aziz
Ahmad Fahrizal Aziz Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Blogger

Sekretaris GPMB Kab. Blitar, blog pribadi klik www.jurnalrasa.my.id

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Berpulangnya Dua Budayawan Blitar

12 Juli 2021   12:28 Diperbarui: 12 Juli 2021   12:42 457
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto : Facebook Andrias Edison dan Bagus Putuparto

Terakhir, saya berjumpa Lik Hir di acara diskusi Kafe Merdeka. Kala itu hadir juga beberapa mahasiswi yang sedang "magang" atau belajar mocopatan di sanggar Abdiningsun yang beliau kelola.

Itulah hari terakhir saya berjumpa Lik Hir hingga datang kabar kepergiannya.

Lik Hir, mungkin karena senioritasnya, ternyata karib di kalangan orang-orang politik. Namun beliau kerap disebut seniman mbeling karena sering melontarkan kritik-kritik pedas.

Kritik pada pemerintah, dan juga kritik pada masyarakat. Misalnya, dalam suatu sesi di Ampiteater Perpus Bung Karno yang dihadiri ratusan orang, Lik Hir mengkritik kenapa banyak anak muda yang sekarang tidak bangga dengan pakaian Jawa.

Lik Hir secara terbuka juga mengkritik Kangmas Diajeng yang menurutnya belum bisa memperkenalkan potensi wisata kota Blitar.

Hebatnya, Lik Hir juga tipe yang spontan, tahu bahwa nanti akan dimintai membaca mocopat, maka beliau mempersiapkan saat itu juga mengambil intisari dari diskusi atau perbincangan yang tengah berlangsung.

Mungkin karena senioritas, atau karena ia seorang seniman yang biasa jujur mengungkapkan sesuatu tanpa tendensi, maka kritik-kritik Lik Hir ditanggapi dengan positif.

Ternyata itu sudah menjadi style atau ciri khas Lik Hir, yang banyak orang memahaminya.

Pada 2014, Dewan Kesenian Kabupaten Blitar menganugerahinya Karti Budaya dalam bidang pelestari budaya Jawa.

Foto bersama dalam acara Bedah Buku di Ampiteater Perpus Bung Karno. Lik Hir berblangkon nomor 2 dari kiri. Dok/panitia
Foto bersama dalam acara Bedah Buku di Ampiteater Perpus Bung Karno. Lik Hir berblangkon nomor 2 dari kiri. Dok/panitia


###

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun