Mohon tunggu...
Ahmad Fahrizal Aziz
Ahmad Fahrizal Aziz Mohon Tunggu... Pendiri Muara Baca

Pegiat Literasi di Blitar

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Memperbanyak Jumlah Penulis di Blitar

13 September 2019   21:35 Diperbarui: 13 September 2019   21:38 0 0 0 Mohon Tunggu...
Memperbanyak Jumlah Penulis di Blitar
Salah satu pertemuan mingguan Komunitas Penulis Blitar

Salah satu komunitas literasi yang kami giatkan di Blitar selama ini adalah menggiatkan menulis dan menambah jumlah penulis. Sehingga kami namai Komunitas Penulis Blitar.

Memang berpretensi terlalu tinggi, masa tiba-tiba menyebut diri penulis? Padahal komunitas itu terbuka bagi umum, termasuk yang (masih) akan bisa menulis.

Memang kami sebut komunitas penulis, biar masyarakat mudah mengidentifikasi. Selain itu, siapa tahu bisa menjadi doa?

Meski sebenarnya, tujuan utamanya adalah menambah orang-orang yang menulis, meski tidak berprofesi sebagai penulis. Toh nyatanya, banyak juga yang pilihan profesinya guru, namun aktif di dalamnya.

Setidaknya, bisa menulis. Sebab ada banyak yang bisa ditulis. Mulai dari kisah hidup, pengalaman, realitas sosial, dan hal lainnya.

Salah satu pertemuan mingguan Komunitas Penulis Blitar
Salah satu pertemuan mingguan Komunitas Penulis Blitar
Blitar sendiri perlu banyak ditulis, dari banyak sisi. Sebab ada banyak hal yang perlu dituliskan dari Blitar, jika bukan orang Blitar sendiri lantas siapa yang akan menuliskannya?

Atau, kisah hidup dan pengalaman pribadi, yang menarik juga dituliskan. Sebab masing-masing orang punya kisah, punya alur hidup yang berbeda, yang barangkali bisa menjadi pelajaran dan hikmah untuk orang lain. Menulis dari hal yang dialami dan dirasakan sendiri.

Itulah cita-cita sederhana komunitas kami, agar anggotanya bisa menulis dan menjadikan menulis sebagai kebiasaan. Apakah tulisan itu kelak diterbitkan menjadi buku, dikirim ke media, mengisi blog/web, itu tergantung usaha masing-masing, namun komunitas tetap memberikan informasi dan mungkin jalan untuk itu.

Menulis benar-benar dari hati, sepenuh jiwa, bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik dan sebagainya. Sebab yang ditulis sepenuh hati, akan merasuk ke hati, dan dinikmati.

Diharapkan, yang sudah bisa menulis untuk menularkan ilmunya ke anggota baru, mendampingi, mementori, dan seterusnya. Sehingga komunitas penulis bisa terus melahirkan orang-orang yang menulis. []

Ahmad Fahrizal Aziz
Just-fahri.blogspot.com