Mohon tunggu...
FAHRIN CHARIZ DIAZ FAHREZA
FAHRIN CHARIZ DIAZ FAHREZA Mohon Tunggu... Wiraswasta - Omnivora Berlogat Ngapak

MHS UINJKT

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

PON XX Papua 2021, Ajang Pemantasan Bahwa Barat Tidak Selalu Lebih dari Timur

30 Juli 2021   23:58 Diperbarui: 31 Juli 2021   01:10 39 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PON XX Papua 2021, Ajang Pemantasan Bahwa Barat Tidak Selalu Lebih dari Timur
Olahraga. Sumber ilustrasi: FREEPIK

Acara perhelatan akbar olahraga nasional 4 tahunan sekali Pekan Olahraga Nasional atau biasa kita sebut dengan istilah PON akhirnya akan digelar di tahun 2021, setelah proses panjang dan berliku serta tentunya menuai banyak pro dan kontra dari berbagai lapisan masyarakat terkait wabah pandemi di Nusantara yang belum juga menunjukan penurunan yang signifikan, akhirnya PON XX sudah dikonfirmasi pasti akan dihelat di bulan Oktober tahun 2021 ini.

Terkait penunjukan Provinsi Papua sebagai venue dari cabor-cabor yang akan dipertandingkan di PON XX nanti,menjadi banyak sorotan lapisan masyarakat dan juga banyak media. Hal itu menjadi lumrah karena PON yang ke XX di gelar di tanah timur nusantara tepatnya di beberapa titik di Provinsi Papua, yang notabenya banyak orang anggap masih belum terlalu memadai baik masalah infrastruktur, fasilitas, keamanan dan ranah lainnya yang banyak orang ragukan.

Hal ini menjadi salah satu contoh masih banyaknya Stereotip kurang tepat yang di sugestikan pada bagian timur Indonesia, masyarakat di Nusantara perlu disegarkan dan terangkan mengenai Stereotip yang ditunjukan ke Wilayah Indonesia Bagian Timur agar hak ini tidak selalu berlanjut ke generasi-generasi berikutnya.

Stereotip Kebanyakan masyarakat Nusantara ke daerah- daerah timur Indonesia memang kebanyakan masih memandang sebelah mata, baik dari segi sosial, toleransi, budaya, kebiasaan dan berbagai ranah lain yang aslinya tidak selalu seperti yang mereka pikirkan. Kita Ambill contoh misalnya stereotip di ranah warna kulit yang terkenal sebagai identitas orang Indonesia timur, yaitu kulit gelap dan hitam ,masih banyak warga di negara ini yang tertanam di pikiran mereka ketika melihat orang berkulit hitam lekat dengan kriminal, kejahatan, tindak kasar dan anggapan-anggapan serta stereotip yang negatif lainnya.

Contoh lainnya, stereotip kebanyakan warga Indonesia,walaupun tidak semua mempunyai stereotip seperti ini tapi kebanyakan, yaitu tentang ranah tato di bagian tubuh, banyak sekali masyarakat Indonesia yang sensitif dengan yang namanya tato, apalagi jika yang menggunakan tato orang berkulit hitam, kebanyakan pasti akan mempunyai stereotip pemikiran bahwa orang itu pasti dekat dengan kejahatan, dekil, kotor dan anggapan negatif lainnya. Padahal kita tahu bersama bahwa tato di beberapa daerah di Nusantara menjadi suatu identitas dari suku mereka masing masing, dan hal itu sepengetahuan penulis banyak juga dilakukan orang-orang pedalaman atau suku asli dari wilayah Indonesia Timur.

Hal-hal dan beberapa contoh yang sudah disebutkan diatas membuktikan bahwa stereotip keliru kebanyakan masyarakat Indonesia yang masih terbawa dari generasi sebelumnya masih dipertahankan apalagi jika beberapa media di Indonesia juga mempengaruhi misalnya dalam beberapa adegan film-film nasional banyak peran pembantu, budak , preman atau suruhan yang sengaja diambil dari orang daerah timur Nusantara, hal ini juga harusnya masyarakat Indonesia harus lebih bijak menyikapinya jangan sampai terbawa pada realita.

Momentum PON XX di Papua pada tahun 2021 ini saatnya menjadikan bukti dan penegasan bahwa anak anak generasi Indonesia timur itu juga bagian wilayah Indonesia yang juga memiliki hak yang sama untuk berprestasi, momentum untuk menunjukkan bahwa Timur juga bisa membangun dan menciptakan fasilitas dan sarana yang berkelas jika negara ini memperhatikan tidak hanya dengan memberikan anggaran dan anggaran berupa uang, melainkan perhatian dalam bentuk pendidikan, jasa dan juga tenaga yang bisa merangkul dan membersamai masyarakat timur Indonesia agar bisa berkembang lebih baik lagi.

Penyelenggaraan PON XX di Papua juga bisa menjadi kesempatan bagi pemerintah provinsi setempat untuk menunjukkan bahwa tanah timur juga mampu dan bisa menjadi tempat yang pantas untuk menjamu para atlet dan tim tim dari provinsi seluruh indonesia yang beberapa bulan lagi akan bertanding di tanah timur Papua.

Edisi di 4 PON terakhir yang sudah dilaksanakan peringkat 10 Besar hampir selalu tidak ada satupun provinsi dari perwakilan Indonesia bagian timur, realita ini seharusnya menjadikan pemacu dan pemanas mental pemuda pemuda timur , khususnya provinsi Papua karena pada tahun ini PON dihelat di tanah leluhur mereka sendiri, yang sudah tak menjadi rahasia lagi bahwa semangat orang jika bertanding di hadapan publik daerahnya sendiri akan menjadi berkali-kali lipat lebih bergelora.

Menjadi tuan rumah di tahun 2021 juga menjadikan berbagai fasilitas maupun infrastruktur yang ada di daerah papua menjadi lebih segar dan layak untuk dipakai, karena sudah menjadi tradisi daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah event 4 tahunan ini akan melakukan penyegaran berbagai fasilitas baik dari ranah olahraga maupun dari ranah umum, karena akan kedatangan berbagai pihak dari seluruh daerah di Nusantara.

Terkait dengan ada atau tidaknya penonton saat pertandingan PON dilaksanakan, Menpora menyebut bahwa hal tersebut akan diputuskan pada bulan September mendatang. Pemerintah sendiri akan terus memantau perkembangan Covid-19 dalam mengambil keputusan tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN