Mohon tunggu...
Fahmi Miftahulzaman
Fahmi Miftahulzaman Mohon Tunggu... Mahasiswa

IFNJ

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Pertanyaan Seorang Pemikir terhadap Islam

7 Desember 2019   09:29 Diperbarui: 7 Desember 2019   09:29 78 0 0 Mohon Tunggu...

Pengantar

Terkadang seseorang suka salah kaprah mengartikan dan menyebutkan orang yang suka berfilsafat itu buku bacaannya pasti pemikiran para filsuf. Katakanlah seperti socrates, plato, aristoteles, dll.

Manusia yang suka berfilsafat sebenarnya sederhana, orang tersebut bukanlah orang yang mengetahui pemikiran-pemikiran para filsuf dari zaman Thales sampai filsuf kontemporer saja, melainkan orang yang selalu mencintai kebenaran dan mencari kebenaran sehingga orang tersebut akan berpikir radikal (berpikir sedalam dalamnya sampai ke akar-akarnya) terhadap sesuatu.

Selain itu seorang yang mencintai filsafat tentu merupakan seseorang yang cinta akan kebijaksanaan dimana orang tersebut akan semaksimalkan mungkin untuk bijaksana dalam bersikap maupun berperilaku.

Kali ini melalui tulisan yang saya buat, saya akan mengajak kepada para pembaca untuk berpikir secara radikal mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam, perlu diketahui pertanyaan ini tidak bermaksud untuk menistakan agama islam ataupun semacamnya melainkan hanya mengajak semua untuk berpikir sedalam-dalamnya.

Disamping saya beragama Islam, namun tidak ada salahnya mempertanyakan apa yang seharusnya ditanyakan, semuanya demi mencapai kebenaran semata. Untuk itu, silahkan kepada para pembaca untuk merenungkan, berpikir, dan membantu dengan ikhlas menjawab pertanyaan di kolom komentar postingan ini, mohon maaf apabila terdapat kesalahan di setiap pertanyaannya.

Daftar Pertanyaan

  • Mengapa dalam Al-Qur'an, ada ayat yang mengatakan bahwa laki-laki maksimal bisa beristri 4, sedangkan nabi Muhammad SAW sendiri mengingkari perintah ayat tersebut karena dikatakan Nabi Muhammad mempunyai istri 9?
  • Mengapa Nabi Muhammad bisa bernegosiasi dan menawar-nawar jumlah rakaat sholat kepada Allah ketika peristiwa Isra Miraj, padahal beliau hanyalah mahluk ciptaan tuhannya. Bukankah yang seharusnya menentukan ibadah itu Tuhan? Dan mengapa tuhan bisa menuruti dan menyetujui jumlah rakaat sholat apa yang diinginkan Nabi Muhammad SAW? Dan mengapa hanya malaikat yang mampu mengingatkan Nabi Muhammad SAW supaya tidak menawar kembali jumlah rakaat sholat? Mengapa tuhan seolah-olah seperti yang tak mampu menolak jumlah rakaat sholat apa yang diinginkan Nabi Muhammad sampai-sampai malaikat turun tangan mengingatkan pada nabi?
  • Mengapa dalam syariat islam, pemimpin ¬†muslim yang misalnya tidak berkompeten masih dianggap lebih baik daripada pemimpin non muslim yang misalnya lebih berkompeten? Jelaskan alasan rasionalnya dengan akal bukan pada dogma agama, mengapa dalam islam tidak diperbolehkan memilih pemimpin non muslim?
  • Tujuan tuhan menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Lantas mengapa realita di kehidupan nyatanya banyak manusia yang tidak beribadah kepada Allah? Apakah hal ini berarti tuhan telah gagal menggapai tujuannya? Bukankah yang namanya tuhan bisa segalanya? Jika tujuannya supaya manusia bisa beribadahnya, lantas mengapa tuhan tidak bisa membuat semua manusia ciptannya untuk beribadah kepadaNya?
  • Jika tujuan tuhan menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Lantas mengapa tuhan mengizinkan setan untuk menggoda manusia? Bukankah dengan diizinkannya setan menggoda manusia, hal tersebut bisa membuat manusia menjadi tidak beribadah kepada Allah?
  • Mengapa tuhan menciptakan hawa nafsu kepada manusia? Bukankah hawa nafsu bisa menghambat tujuan tuhan dalam menciptakan manusia? Bukankah dengan adanya hawa nafsu manusia menjadi lebih sulit dalam beribadah?
  • Salah satu tujuan tuhan mengapa manusia ada di bumi yaitu supaya menjadi khalifah, Sedangkan jika ditinjau dari latar belakang mengapa nabi Adam turun ke bumi yaitu karena bentuk hukuman dari Allah, dimana Nabi Adam telah memakan buah huldi yang dilarang oleh Tuhan. Jadi manusia turun ke bumi dan tinggal di bumi ini sebenarnya sebagai khalifah atau sebagai hukuman?
  • Mengapa satu kesalahan Iblis/Setan yang pada awalnya tidak mau bersujud kepada Nabi Adam langsung tidak diampuni oleh Tuhan bahkan Iblis/setan telah ditetapkan semuanya akan masuk neraka? Sedangkan banyaknya kesalahan manusia seperti memakan buah huldi, musyrik, bertuhan selain Allah, dll masih mempunyai harapan bisa masuk ke surga asalkan pada akhirnya manusia bisa bertaubat? Bukankah hal tersebut tidak adil buat Iblis/setan? Bukankah yang awalnya bersalah itu Iblis yang tidak mau bersujud pada nabi Adam saja? Lantas bagaimana nasib setan yang lainnya dan turunan setan yang lainnya yang menanggung hukuman yang sama akibat ulah iblis yang tidak mau bersujud kepada Nabi Adam? Bukankah allah maha mengampuni? Lantas mengapa satu kesalahan iblis diawal langsung tidak diampuni begtu saja?
  • Jika kita berimajinasi berposisi sebagai Iblis. Iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam karena baginya bersujud hanyalah kepada Tuhan bukan kepada manusia. Karena baginya manusia dan iblis sama sama ciptaan tuhan, mengapa Iblis harus bersujud kepada Manusia? Apalagi iblis berpikiran bahan ciptannya lebih hebat daripada manusia yang dari tanah. Apakah Iblis salah jika misalnya iblis berpikiran seperti itu?
  • Mengapa tuhan menyuruh Iblis bersujud kepada Nabi Adam? Mengapa tuhan tidak menyuruh Iblis supaya bersujud kepada penciptanya? Bukankah hal ini kontradiktif antara yang seharusnya diberi sujud dengan yang seharusnya tidak diberi sujud?
  • Jika godaan setan ditujukan untuk menguji keimanan manusia, hal ini berarti sudah menjadi skenario Tuhan. Mengapa tuhan menskenariokan setan supaya menguji keimanan manusia jika pada akhirnya setan dijebloskan ke neraka? Padahal setan secara tidak langsung sudah membantu tuhan dalam menentukan tingkat keimanan manusia. Mana yang baik dan mana manusia yang buruk?
  • Jika nanti dunia sudah terjadi kiamat, dan manusia sudah ditentukan ke surga ataupun ke neraka. Apakah tuhan akan akan menciptakan skenario kehidupan lagi di luar surga dan neraka seperti layaknya kehidupan di dunia?
  • Rosul-rosul sebelum nabi Muhammad hanya menyampaikan ajaran Allah pada wilayah dan kaum-kaum tertentu. Dan nabi yang bukan Rosul tidak wajib menyampaikan wahyunya pada manusia yang lain. Apa yang akan terjadi dengan kaum/wilayah yang tidak didatangi Rosul? Apa yang akan terjadi dengan kaum yang tidak diberi tahu tentang ajaran keesaan Tuhan? Apakah mereka akan ke neraka?

VIDEO PILIHAN