Mohon tunggu...
Fahmi Mub
Fahmi Mub Mohon Tunggu... Berproses dalam keselamatan

Belajar menjalani kehidupan dengan tatanan keselamatan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kiai Tanjung Tinjau Langsung Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Ngawi

29 Oktober 2020   21:12 Diperbarui: 29 Oktober 2020   21:16 10 0 0 Mohon Tunggu...



Pomosda. Id, Ngawi - Pimpinan, Pengasuh, Pangemong Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa melakukan kunjungan untuk meninjau langsung masyarakat binaannya dalam program pemberdayaan masyarakat Japo Uswatan (Pemberdaya Subhanaka).

Diantaranya yaitu lokasi Kedai Japo Mbandulan Andaka dan Angkringan Japo 27 Subarry  yang ada di Desa Soco RT 04, RW 01, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Jogorogo, Kepala Desa Soco, dan masyarakat sekitar yang berjumlah 50 orang. Sabtu (24/10/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Teguh Wahyudi selaku Camat Jogorogo menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan Pomosda,

"Saya ucapkan selamat datang di Jogorogo kepada Bapak Kiai Tanjung selaku Pimpinan, Pengasuh, Pangemong Pomosda. Alhamdulillah dengan kedatang bapak kiai ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya, yang mana dengan kedatangan beliau bisa memberikan banyak pengalaman dan kita saling berdiskusi mengenai pertanian dengan pola tanam sehat"

Selama kegiatan berlangsung panitia tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid  dengan menyediakan tempat mencuci tangan, masker gratis serta menjaga jarak.

Disisi lain KH. Muhammad Dzoharul Arifin AlFaqiri atau yang akrab di sapa dengan Kiai Tanjung pada saat sambutan mengatakan, bahwa untuk meminimalisir Covid ada beberapa hal yang bisa dilakukan

"Untuk meminimalisir Covid kita bisa menanam sensivera seperti yang sudah di terapkan di Kedai Mbandulan ini, sensivera bisa membuat sirkulasi udara menjadi lebih bersih. Hal lain yang bisa diterapkan  adalah mengonsumsi jus kangkung, banyak manfaat yang terkandung di dalam jus kangkung, " tutur Beliau.

Sementara itu disisi lain Kiai Tanjung berpesan kepada semua hadirin dalam kegiatan agar tidak menggunakan pupuk sintetis yang berlebih ketika menanam atau berbudidaya tanam,

"Jangan menggunakan pupuk sintetis lebih dari 500 kg/hektare. Karena jika lebih dari itu tanaman yang ditanam akan memunculkan zat logam berat, dan ketika tanaman ini kita konsumsi dalam jangka waktu lama  dapat berpengaruh pada imunitas tubuh dan memicu penyakit kanker, tumor, dan kemandulan ," tandasnya. Bertanam dengan pola sehat amanah akan membentuk generasi muda yang sehat dan amanah pula. Dan itu adalah tanggung jawab bersama. (Md/Un/Fm)

#ProgramKiaiTanjung
#KitaPeduli
#Nusantarabangkit

VIDEO PILIHAN