Fahmi Irhamsyah
Fahmi Irhamsyah profesional

pegiat out door activity, pemerhati isu humaniora, sosial, religius dan pendidikan. departemen Sejarah Universitas Negeri Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Ibu dan Anak

Jangan Melahirkan Caesar jika tidak Urgent!!!

17 September 2012   04:37 Diperbarui: 25 Juni 2015   00:21 7711 0 0
Jangan Melahirkan Caesar jika tidak Urgent!!!
1347856533602109409

Kian hari istilah operasi caesar jamak terdengar di telinga. dan ternyata hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan banyak negara di dunia.  Sebuah survei yang dilakukan terhadap ibu hamil yang akan melahirkan di Australia menyatakan bahwa bahwa 93,4 % ibu hamil menginginkan melahirkan secara normal dan hanya 6,34 % ibu hamil yang ingin melahirkan melalui jalan caesar. meskipun demikian presentase Caesar di Australia masih tergolong tinggi, yakni mencapai angka 27,6%. untuk data caesar di Indonesia penulis belum mendapatkan publikasi ilmiah terkait hal tersebut, namun hasil observasi kecil-kecilan dilingkungan rumah maupun kantor ternyata cukup banyak ibu hamil yang akhirnya melakukan operasi caesar. menurut penulis ada beberapa penyebab seorang ibu hamil melakukan caesar. Pertama, alasan darurat. yakni, keadaan dimana power, passage dan passanger Ibu Hamil kurang atau tidak ideal untuk melakukan persalinan normal. misalkan power ibu Hamil yang memang lemah karena mengidap penyakit-penyakit tertentu seperti Asma, Jantung dan penyakit lain yang fatal akibatnya jika harus melakukan persalinan normal. Passage seperti panggul yang sempit sehingga tidak memungkinkan bayi melalui jalan lahir, ataupun kelainan passanger, diantaranya bayi terlalu besar,bayi melintang,bayi sungsang, bayi tertekan terlalu lama pada pintu atas panggul,dan janinmenderita denyut jantung lemah (Faizah Fauzan, 2003) Kedua, faktor tim Medis. Pengalaman penulis selama menemani proses kehamilan Istri hingga persalinan, faktor tim medis dalam hal ini Bidan atau dokter kandungan memegang peranan sangat penting. sebab mental kita sebagai "pasien" yang notabene awam terhadap istilah-istilah medis sangat dipengaruhi oleh tutur kata dan optimisme mereka. saya ambil dua contoh yang saya alami secara langsung, saat istri saya hamil sekitar 4 bulan. USG dokter disebuah RS ternama di Tangerang menyatakan bahwa istri penulis memiliki Plasenta yang letaknya sangat rendah, dekat dengan jalan lahir. sang dokter menyatakan bahwa ini berbahaya. Tidak ada motivasi dalam diskusi tersebut, penulis seakan berada pada titik nadir dan menimbulkan berjuta tanya, lalu? so? ini namanya apa? solusinya bagaimana? bisakah lahir normal? pertanyaan-pertanyaan ini seakan menguap begitu saja ketia nyaris penulis tidak mendaoatkan jawaban yang memuaskan sama sekali. Dalam rangka mencari second opinion, penulis dan istri mencari alternatif, yakni dengan teknologi USG 4 Dimensi, beruntung Mbah Google menggiring penulis ke sebuah klinik di bilangan Harmoni. dengan harga hanya 150.000 rupiah saja, hasil USG ternyata menyatakan bahwa plasenta istri penulis normal letaknya, tidak masalah. bahkan disini penulis bisa berdiskusi panjang lebar hampir selama 2 jam dengan sang dokter hingga banyak wajah pasien bermuka kesal usai kita melakukan USG dan diskusi. Hasil diskusi penulis, istri dan dokter ternyata tidak semua penderita Plasenta letak rendah, maupun plasenta prefelia harus melakukan operasi caesar, butuh rekam medis terlebih dahulu untuk mengetahui apakah menutupi jalan lahir atau tidak. Jika tidak menutupi, maka tidak perlu caesar! penulis merasa puas konsultasi dengan sang dokter. kejadian kedua terjadi hari selasa lalu, tepat dengan HPL istir, yakni 11 september 2012. Hasil USG terhadap istri penulis yang dilakukan di Ciledug ternyata membuahkan pernyataan panik penulis yang saat itu sedang berada di luar kota. istri, melalui pesawat telepon menyatakan bahwa bayinya terlilit tali pusat, dan kemungkinan besar harus caesar! kembali penulis mendapatkan istilah ini ; caesar! setelah berkonsultasi dengan beberapa rekan sejawat, penulis kembali membawa istri menuju harmoni untuk melakukan USG 4 Dimensi, hasilnya ternyata nihil! nyaris tidak ada masalah yang berkenaan dengan plasenta, apalagi sampai terllit! bahkan dokter manyatakan bahwa terlilit pada bayi dalam kandungan sebetulnya bukan masalah. karena bayi itu belum bisa bernafas dalam kandungan, jika sudah bisa maka sudah pasti akan mati karena ia hidup di dalam air ketuban sang ibu. namun memang dokter menyatakan bahwa kondisi air ketuban Istri sudah berada di 5.43, jauh di bawah angka normal, sehingga sebaiknya menginap untuk persiapan melahirkan. ketiga, faktor kekacauan berfikir dari Ibu Hamil. ada sebuah riset yang dilakukan oleh seorang dokter kandungan bernama Jose Villar di Amerika Selatan dan Meksiko. Ia melibatkan 120 rumah sakit dari 24 wilayah dengan jumlah kelahiran 97.000 bayi. Ternyata sepertiga dari para responden memilih melahirkan dengan cara Caesar dan tahukah anda apa alasan mereka memilih caesar? Salah satu alasan yang dominan dikemukakan oleh responden adalah MENIRU PRILAKU SELEBRITI!!!! hello..... hipotesis penulis yang memang perlu dibuktikan lagi secara ilmiah, banyak juga Ibu Hamil di Indonesia yang berfikiran sama dengan Ibu Hamil di Amerika, bahkan mungkin lebih parah lagi sebab beberapa Ibu Hamil justru memaksa minta operasi caesar karena alasan tanggal cantik seperti yang pernah terjadi pada tanggal 10-10-2010. sungguh suatu kekacauan berfikir, sebab sejatinya semua tanggal itu baik dan memiliki keunikan masing-masing. untuk alasan pertama, penulis masukkan dalam alasan urgent. namun untuk alasan kedua dan ketiga penulis anggap itu adalah alasan yang tidak urgent! mengapa harus dilakukan caesar hanya karena  pragmatisme buta yang muncul dari beberapa oknum medis, dan lebih parah lagi, kenapa harus dilakukan caesar hanya karena mengikuti gaya selebriti yang tidak patut dicontoh? perlu diketahui oleh para ibu hamil bahwa ada beberapa efek negatif dari caesar, khususnya caesar yang tidak sesuai dengan protap kedokteran. dampak negatif yang muncul adalah :

  1. Munculnya masalah baru akibat pembiusan yang digunakan dan obat-obatan penghilang rasa nyeri pasca operasi.
  2. Meningkatnya resiko infeksi dan penggunaan antibiotik.
  3. Terjadi pendarahan yang lebih berat dan meningkatnya resiko pendarahan yang mengakibatkan anemia dan perlunya transfusi darah.
  4. Perawatan di rumah sakit dan di rumah lebih lama sehingga meningkatkan kebutuhan biaya hidup.
  5. Nyeri luka caesar lebih lama daripada persalinan normal, sehingga akan memberatkan yang bersangkutan untuk merawat diri sendiri dan bayi.
  6. Timbulnya masalah jaringan parut pada luka bekas operasi.
  7. Kemungkinan terjadi masalah lain dalam tubuh, seperti lemahnya fungsi usus besar, kandung kemih, otot V rahim dan resiko pembentukan bekuan darah kaki dan panggul.
  8. Meningkatnya resiko masalah pernafasan dan temperatur untuk bayi yang baru lahir.
  9. Potensi kemadulan yang lebih tinggi daripada wanita dengan melahirkan pervagina.
  10. Peningkatan resiko plascenta yang tertahan pada kehamilan berikutnya, serta kemungkinan besar dalam persalinan berikutnya juga akan melakukan caesar lagi.

masihkah anda tertarik caesar jika tidak urgent????