Mohon tunggu...
Abd Ghoni Fahmi
Abd Ghoni Fahmi Mohon Tunggu... Editor - mahasiswa UIN khas jember

fakultas ushuluddin adab dan humaniora prodi ilmu hadist angkatan 2021

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Harus Ada Sikap Toleransi dalam Beragama

27 November 2021   09:20 Diperbarui: 27 November 2021   09:25 116 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

"Ketuhanan yang Maha Esa" bunyi sila ke-1, memiliki makna bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki kebebasan untuk menganut agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya. Indonesia merupakan negara kesatuan dimana didalamnya terdapat banyak perbedaan dan salah satu dari perbedaan tersebut adalah perbedaan agama. Tercatat ada 6 agama yang di akui Indonesia sebagai agama yang sah dan berhak mendapatkan perlindungan dari negara. Populasi agama terbesar di Indonesia merupakan muslim dengan jumlah lebih dari 229 juta manusia setara dengan 13% populasi muslim dunia. Keragaman dan ketimpangan jumlah penganuy agama ini seringkali menjadi penyebab konflik agama di Indonesia.

Kebebasan beragama sudah termaktub pada banyak pasal salah satunya Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamnya. Namun pada implementasinya, fakta yang kontras justru ditemukan di lapangan.

Konflik anatarumat beragama di aceh, aceh sendiri merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum syariat islam yang kokoh dan banyak orang mengatakan bahwa aceh tersebut merupakan serambi mekkah, di tahun 2015 sempat terjadi kerusuhan anatara umat muslim dan nasrani, dimana kubu islam menginginkan pemerintah untuk membongkar beberapa gereja keristen di aceh dan banyak korban yang terluka, tetapi untugnya permasalahan ini dapat segera diatasi sebelum melebar.

Konflik antar agama yakni penganut Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dan penganut Islam Syi'ah perselisihan tersebut hingga saat ini masih ada, meskipun sebenarnya mayoritas muslim di Indonesia penganut Ahlus Sunnah Wal Jama'ah tetapi penganut Islam Syi'ah mendoktrin pemikiran orang-orang islam yang masih minim pengetahuannya mengenai islam mereka biasanya memberikan beberapa pertanyaan nyeleneh tentang ketuhanan dan bagi mereka yang masih minim pengetahuan islam tentunya akan goyah keimanannya dan akan pindah haluan menjadi penganut Islam Syi'ah dan yang pastinya kedua penganut tersebut memiliki pemahaman yang berbeda mengenai ketuhanan sehingga hal ini dapat menimbulkan perpecahan antar agama.

Tak perlu kita menunggu penegak hukum dalam urusan agama, namun hal tersebut harus adanya kesadaran dalam diri sendiri untuk saling menjaga dan menghormati agama lain sebagaimana yang telah di jelasakan pada semboyan negara Indonesia "Bhineka Tunggal Ika" yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Adanya perbedaan bukan berarti tidak satu, namun dengan adanya perbedaan menjadikan bangsa Indonesia sebagai negara yang kokoh dalam hal persaudaraannya.

Dalam agama islam sendiri kita telah di ajarkan sikap tasamuh yakni toleransi ataupun sikap saling meghormati/menghargai. Sikap ini sangat ditekankan oleh agama islam sendiri supaya kita bisa saling menghargai dengan perbedaan yang ada dan Indonesia merupakan negara yang majemuk maka sikap tasamuh ini sangatlah penting diterapkan oleh semua warga negara.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan