Mohon tunggu...
Fadly bahari
Fadly bahari Mohon Tunggu... ordinary people

penikmat detail sejarah - penjelajah & pengumpul esensi - sekedar menyampaikan berbagai hal yg saya ketahui, karena pada hakikatnya, semua itu hanya titipan.

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Cahaya Terakhir - Part 1

9 November 2019   16:41 Diperbarui: 9 November 2019   16:52 0 1 0 Mohon Tunggu...
Cahaya Terakhir - Part 1
(Dokumen Pribadi)

Teruslah berjuang. Waspadalah di masa masa paling sulit dalam hidupmu. Yaitu, saat semua yang kau miliki telah habis kau pertaruhkan untuk bertahan, dan energi yang tersisa hanyalah untuk menenangkan dirimu. Pasrah; sejatinya adalah ketenangan merelakan diri melangkah memasuki masa tanpa daya.

Saat itu,  ketika kemurungan yang tercetus dari relung bathin yang paling dalam bergerak melingkupi kesadaran dirimu, spektrum otakmu sesungguhnya tengah berada pada suatu gelombang yang akan membawamu menuju dimensi kesadaran yang tidak umum didatangi orang-orang. Tempat di mana semua rahasia alam semesta terkonstelasi. Hadir di sana dengan kesadaran yang baik akan merubah hidupmu!

***

Sejak kematian istrinya, Kehidupan Allo berubah dalam sekejab. Setelah setahun berlalu, dukanya seperti tak berkurang.

Sepanjang enam bulan pertama ia traveling ke berbagai tempat. Mabuk-mabukan menjadi rutinitasnya di saat-saat itu.

Keuangannya yang mulai menipislah yang akhirnya memaksanya menahan diri untuk tidak melakukan traveling lagi. bahkan tidak juga ke club malam. Tapi tak mudah untuknya seketika berhenti menjadi seorang alkoholik.

Di bulan-bulan berikutnya ia masih sering menghabiskan waktu di sebuah beerhouse. Menikmati beberapa botol  bir sekedar pengantar tidur, anggapnya.

Namun kebiasaan ini pun akhirnya ia hentikan, saat suatu malam ia  tak cukup uang untuk membayar tagihan di mejanya yang dipenuhi botol bir setelah mentraktir beberapa kawan yang akrab dengannya semenjak mulai nongkrong di tempat itu. Esok siang baru ia kembali ke beerhouse itu untuk menyelesaikan tagihan tersebut, setelah sebelumnya menjual kamera DSLR kesayangannya di studio foto milik kawannya.

Rasa malu malam itu cukup memberinya tamparan untuk sadar dan memutuskan berubah. Sejak itu ia banyak memilih tinggal di rumah. Hanya sesekali saja ia ke warung kopi dekat rumahnya jika lagi merasa penat.

Kosongnya penghasilannya dalam kurun waktu hampir setahun, membuatnya benar-benar dalam kesulitan keuangan. Dalam hal ini bukan karena ia sepi job, tapi karena ia memang menolak semua order yang masuk.

Sebagai seorang pekerja kreatif, mood adalah segalanya. Masalahnya, adalah karena ia tidak memiliki itu lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
9 November 2019