Mohon tunggu...
Fadli Arif
Fadli Arif Mohon Tunggu... Seniman - Presiden

Manusia bukan saling membutuhkan,tapi saling memanfaatkan

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Opet di Bawah Rembulan

18 Mei 2024   21:05 Diperbarui: 18 Mei 2024   21:07 83
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh hutan lebat, hiduplah seorang pemuda bernama Opet. Dia dikenal oleh penduduk desa sebagai anak yang baik hati dan suka menolong. Setiap pagi, Opet bangun lebih awal dari siapa pun untuk membantu ibunya menyiapkan dagangan di pasar. Setelah itu, dia akan pergi ke ladang atau mengurus hewan ternak milik keluarganya.

Opet tidak pernah mengeluh, meskipun hidupnya tidak mudah. Ayahnya telah meninggal dunia sejak dia masih kecil, sehingga tanggung jawab untuk membantu keluarga terletak di pundaknya. Meskipun demikian, dia selalu tersenyum dan bersikap ramah kepada siapa pun yang ditemuinya.

Pada suatu malam yang cerah, ketika rembulan bersinar terang di langit, Opet memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar desa. Dia menikmati suasana malam yang tenang sambil mendengarkan suara jangkrik dan hembusan angin yang lembut. Saat dia berjalan, dia mendengar suara tangisan pelan dari arah hutan.

Opet mengikuti suara itu dan menemukan seorang gadis kecil yang menangis di dekat pohon besar. Gadis itu tampak ketakutan dan bingung. Opet mendekatinya dengan hati-hati dan bertanya, "Hai, kamu kenapa menangis? Apakah kamu tersesat?"

Gadis itu mengangguk sambil mengusap air matanya. "Aku tersesat dan tidak bisa menemukan jalan pulang," katanya dengan suara gemetar.

Opet merasa kasihan pada gadis kecil itu. "Jangan khawatir, aku akan membantumu pulang. Di mana rumahmu?" tanyanya lembut.

Gadis itu menyebutkan nama desanya yang ternyata berada di balik hutan. Opet tahu bahwa perjalanan ke desa itu tidak mudah, terutama pada malam hari. Namun, dia tidak ragu untuk membantu gadis itu. Dengan hati-hati, mereka berdua berjalan menembus hutan yang gelap, hanya diterangi oleh cahaya rembulan.

Sepanjang perjalanan, Opet mengajak gadis itu berbicara untuk mengurangi rasa takutnya. Mereka bercerita tentang keluarga, teman, dan impian mereka. Opet menceritakan betapa dia ingin sekali belajar lebih banyak tentang dunia di luar desanya suatu hari nanti.

Setelah beberapa jam berjalan, mereka akhirnya tiba di desa gadis kecil itu. Orang tua gadis itu sangat berterima kasih kepada Opet karena telah menyelamatkan anak mereka. Mereka mengundangnya untuk menginap malam itu dan beristirahat sebelum kembali ke desanya keesokan harinya.

Ketika Opet kembali ke desanya, dia disambut dengan hangat oleh ibunya. Berita tentang kebaikan hatinya telah menyebar, dan penduduk desa semakin menghormatinya. Opet merasa bahagia karena telah membantu seseorang dan memperluas pertemanannya.

Sejak malam itu, Opet sering berjalan di bawah sinar rembulan, berharap dapat menemukan lebih banyak orang yang membutuhkan bantuannya. Dia percaya bahwa kebaikan hati tidak hanya membawa kebahagiaan bagi orang lain, tetapi juga membuat hidupnya sendiri lebih bermakna.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun