Mohon tunggu...
Fadjar Setyanto
Fadjar Setyanto Mohon Tunggu... Freelancer - Seorang pengajar bahasa Inggris yang suka berkebun.

Al Ghazali : kalau kamu bukan anak raja atau bukan anak ulama besar, maka menulislah.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Gara-gara Ini Jadi Sering Pindah Rumah

6 September 2022   08:43 Diperbarui: 6 September 2022   09:27 90 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar. temukanpengertian.com

Fulan adalah pekerja baik yang beruntung. Dia dipercaya menjadi purchasing senior officer sebuah toko retail yang melayani seluruh eropa. Pada beberapa tahun yang agak lama dia adalah pekerja yang baik dan jujur. Sejalan dengan jumlah pesanan kainnya yang meningkat hingga jutaan euro dia mulai tergoda untuk minta komisi pada produsen. 

Dia mulai meminta komisi 1% lalu meningkat ke 3% per kontrak. Lama-lama dia menjadi terbiasa minta komisi. Selama beberapa tahun dia sudah berhasil mendapatkan lebih dari Rp. 5-7 milyar lebih dari hasil komisi.

Namun setelah merasakan 3 tahun nikmatnya komisi, terjadi perubahan di perusahaan induk. Mereka mulai mengadakan audit. Akhirnya apa yang biasa dilakukannya mulai terdeteksi bahwa dia meminta komisi pada produsen. Sebelum terlalu parah, Fulan mengundurkan diri. Dia bisa selamat dari pengadilan internal perusaahaan.

Efek dari kejadian itu, akhirnya dia terpaksa berpindah-pindah rumah beberapa kali hingga tidak bisa terdeteksi. Rumah yang dia beli pun bukan rumah kelas menengah biasa, tapi perumahan yang menggunakan keamanan tingkat tinggi.

==

"Jadi sampai sekarang, tidak ada yang tahu rumahnya dimana ya Kek?" tanya Ucup.

"Ya, tidak ada yang tahu, padahal dulu rumahnya bisa diketahui ada dimana, Kakek bisa ke rumahnya 2 kali setelah dia pindah, namun hingga saat ini Kakek tidak tahu dimana dia tinggal."

"Makanya Cup, jangan bermain-main dengan minta komisi atau memark-up harga transaksi sesuai kontrak", jelas Kakek

"Kek, mark-up itu apa ya?"

"Mark-up itu menaikan harga dari yang sesungguhnya. Misalnya kamu membelikan Kakek pupuk, harganya Rp. 30.000,00 tapi kamu bilang ke Kakak Rp, 35.000,00 jadi kamu ambil untung Rp. 5.000,00. Ikrarnya kan bukan dagang, tapi ikrarnya ialah titip dibelikan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan