Mohon tunggu...
Mohammad FadhliArmiyansah
Mohammad FadhliArmiyansah Mohon Tunggu... mahasiswa

pencari makna kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Toleransi Antar Umat Beragama di Desa Tanon, Kediri

30 Maret 2020   09:04 Diperbarui: 30 Maret 2020   09:05 34 0 0 Mohon Tunggu...

Seperti yang kita ketahui istilah toleransi antar sesama sudah tidak asing di negara kita yaitu Indonesia. Karena negara kita memiliki beragam kebudayaan sehingga sikap toleransi pun sudah sangat wajar di indonesia yang mana sudah diterapkan sejak zaman dahulu. Apalagi toleransi antar umat beragama yang sudah melekat di hati masyarakat indonesia. Istilah toleransi dalam umat beragama cukup sederhana yaitu sikap saling menghargai dan menghormati antar umat beragama. Apapun agama yang dianut, sikap toleransi sudah harus diterapkan oleh masyarakat . Selama agama yang dianut tersebut sudah masuk agama resmi di Indonesia.

Seperti yang sudah di dilakukan oleh masyarakat Desa Tanon kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Di Desa Tanon sikap toleransi antar umat beragama sudah ada sejak dulu karena didaerah tersebut terdapat empat agama yang berbeda yang sejak dulu sudah hidup berdampingan.

Menurut salah satu tokoh masyarakat sekitar yaitu pak Radi (narasumber) toleransi antar umat beragama di desa Tanon itu sudah sangat melekat pada masyarakat sekitar. Karena memang sudah dari dulu ke empat agama tersebut sudah saling hidup berdampingan dan saling menghargai satu sama lain . Ke empat agama tersebut adalah hindu,islam,kristen,katolik.

Keberagaman di desa tersebut menjadikan sikap untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain menjadi tinggi dan tertanam di hati masyarakat sekitar. Sikap tersebut tidak hanya dilakukan ketika sedang melakukan ibadah saja melainkan kegiatan rutin masyarakat pun juga dilakukan bahkan di setiap hari raya masing-masing agama, masyarakat sekitar ikut melakukan nya meskipun itu berbeda agama.

Seperti adanya kegiatan rutin yaitu 17 agustus hari kemerdekaan Indonesia, biasanya didaerah tersebut diadakan acara berdoa bersama seluruh masyarakat desa dari keempat agama yang ada di desa tersebut. Doa bersama dilaksanakan di suatu tempat yaitu tugu kopral kasemo yang berlokasi di sekitar daerah tersebut. Doa bersama dilakukan berdasarkan tata cara agama masing-masing yang pastinya berbeda setiap agama.

Tujuan dari doa bersama yang diselenggarakan tersebut ialah untuk kepentingan masing-masing individu ataupun kelompok dan juga kepentingan bersama-sama dalam mewujudkan hidup tentram dan damai dalam bermasyarakat.

Tidak hanya sampai disitu, kegiatan keagamaan seperti hari raya islam yaitu idul fitri, penjaga keamanan nya ketika hari raya berlangsung adalah dari pihak agama lain seperti pencalang dari agama hindu. Ketika idul fitri orang-orang semua agama disana berbondong-bondong ikut melakukan salam-salaman dan mengunjungi ke setiap rumah tetangga yang ada disana serta tidak memandang itu dari agama manapun. Kegiatan agama lain seperti ogoh-ogoh dan hari raya nyepi pun juga sama mereka saling membantu dan menghormati satu sama lain. "Seperti kegiatan ogoh-ogoh kemaren penjaganya adalah banser dan ketika hari raya nyepi besok nya pasti ada acara saling berkunjung, orang yang beragama islam pun bakalan berkunjung ke rumah orang-orang penganut agama hindu" ujar pak Radi tokoh masyarakat sekitar.

Intinya di desa tersebut sikap toleransi antar sesama khususnya antar umat beragama sudah dijunjung tinggi sejak zaman dulu dan masyarakat sekitar pun hidup dengan tentram meskipun berbeda-beda kepecayaan. kesimpulan yang bisa kita tarik adalah sikap toleransi antar sesama itu penting dengan tujuan untuk menciptakan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat. Karena pada hakikatnya manusia itu makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Maka dari itu, alangkah baiknya kita menjalin tali persaudaraan yang kuat dan erat dalam bermasyarakat agar terciptanya kehidupan yang damai dan tentram serta harmonis.

VIDEO PILIHAN