Mohon tunggu...
Info dari Saya
Info dari Saya Mohon Tunggu... Programmer - Sedang Belajar Menulis

Tema nya bakal random tapi bakal banyak tentang Bola dan Entertainment

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Oknum Aremania dan Salah Strategi Polisi Berakibat Timnas Indonesia Terancam Dihukum FIFA dan 127 Orang Tewas

2 Oktober 2022   09:37 Diperbarui: 2 Oktober 2022   09:48 1091 10 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : instagram.com/plesbol_pusat

Laga pekan ke-11 Liga 1 mempertemukan dua tim besar yang berlabel derby Jawa Timur yaitu Arema Malang melawan Persebaya Surabaya. Pertandingan yang berlangsung di stadion Kanjuruhan, Malang ini berakhir dengan kekalahan 2-3 oleh Arema.

Persebaya terlebih dahulu unggul dengan skor 2-0 melalui Sergio Junior di menit ke 8 dari umpan Marselino Ferdinan dan Leo Lelis di menit ke 32 dari umpan Higor Vidal. Namun, sebelum babak pertama usai, Arema mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol Abel Camara menit ke 42 dari umpan Adam Alis dan dari titik penalti menit ke 45+1.

Klub berjulukan Bajul Ijo akhirnya mengunci kemenangan usai Sho Yamamoto berhasil mencetak gol di menit ke 51 dari umpan Marselino Ferdinan dan pemain Arema tak mampu mencetak gol lagi walau peluang yang dibuat sangat banyak.

Kekalahan ini bagi Arema membuat mereka tetap di posisi 9 klasemen dengan 14 poin dan Persebaya mampu naik ke posisi 10 dengan 13 poin.

Namun, laga yang seharusnya selesai ketika bertanding tiba-tiba berubah menjadi rusuh usai Pemain dan Offisial mendatangi tribun timur dan menunjukkan gestur minta maaf pada suporter nya. Tetapi oknum Aremania yang sangat kecewa mendatangi mereka mulai dari sisi tribun selatan dan sisi lainnya.

Setelah lemparan benda-benda ke lapangan, pemain dan ofisial Arema langsung masuk ke ruang ganti dengan kawalan Polisi. Dan suporter yang makin banyak dan tak terkendali membuat Polisi kewalahan.

Sayangnya strategi untuk membuat suporter terkendali salah dilakukan oleh Polisi. Hal yang dilakukan adalah menembakkan gas air mata ke tribun stadion. Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta yang mengatakan penembakkan gas air mata tersebut karena pendukung Arema yang tidak puas dan turun ke lapangan telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

Setelah itu, banyak para suporter yang berlarian karena tak mampu meredam sakitnya terkena gas air mata, sehingga banyak yang sesak napas dan terinjak-injak, sehingga 127 orang tewas dan 180 luka-luka hingga pukul 5 pagi setempat.

Secara resmi, PSSI selaku federasi belum melakukan pengumuman resmi usai insiden kelam bahkan masuk ke dalam kejadian menonton sepakbola dengan jumlah tewas nomor 2 yang pernah ada di dunia.

Tetapi ketua PSSI, Iwan Bule sudah menyampaikan bahwa Arema tidak akan menggelar pertandingan kandang lagi hingga akhir musim Liga 1 2022/2023. Selain itu, akan ada sanksi lainnya untuk Arema. Untuk lanjutan kompetisi Beliau menyampaikan bahwa akan libur selama sepekan ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan