Mohon tunggu...
Fadh Ahmad Arifan
Fadh Ahmad Arifan Mohon Tunggu... Penulis

Alumnus MAN 2 kota Malang, Penggemar One Piece dan One Punch Man

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Syeikh Ali Jaber: Profil dan Konten Ceramahnya

21 September 2020   11:15 Diperbarui: 26 September 2020   13:14 40 4 0 Mohon Tunggu...

Ali Sholeh Muhammad Ali Jaber atau yang dikenal dengan Syeikh Ali jaber. Namanya tak asing lagi bagi kalangan Muslim perkotaan. Parasnya yang good looking menghiasi layar kaca. Beliau tampil di sejumlah program religi yang tayang pada bulan Romadhon. Sebut saja ajang "Hafiz Indonesia". Dalam ajang tersebut beliau menjadi juri. Oh ya, pada bulan Januari lalu, beliau resmi menjadi Warga negara Indonesia (WNI).

"Masyaallah Barakallah... Alhamdulillah. Menjadi sebuah kebahagian dan kebanggaan bagi kami beserta keluarga saat pengajuan menjadi Warga Negara Indonesia telah diterima. Saat ini passport sudah di tangan kami. Itu pertanda sah kami jadi WNI. Mohon bimbingannya dari jamaah sekalian supaya kami menjadi warga negara Indonesia yang baik dan bisa berkontribusi bagi agama bangsa dan negara. Aamiin. I love you INDONESIA", begitulah bunyi unggahan di akun Instagramnya.

Pendakwah yang lahir di kota Madinah ini diketahui menikah dengan muslimah asal Lombok, Nusa tenggara barat. Dalam pewartaan laman Moeslimchoice.com, Sejak usia 10 tahun telah menghafal 30 juz Al-Quran. Bahkan pernah mengajar di Masjid Nabawi dan menjadi imam di salah satu masjid di Madinah. Sosok Ali Jaber seingat saya mulai melejit ke permukaan semenjak kerap mendampingi berbagai lawatan ustadz Yusuf Mansyur.

Sekalipun dikenal sebagai pendakwah, anehnya, nama Ali Jaber tak masuk dalam daftar "200 Penceramah Islam Indonesia" yang dirilis Kementerian Agama pada Jumat, 18 Mei 2020. Bukan hanya Ali jaber, Da'i atau muballigh sekaliber Gus Baha, ustadz Abdul Shomad dan ustadz Adi hidayat ternyata tak masuk dalam daftar tersebut. Malah seorang penceramah yang kontennya suka melawak, seorang mantan narapidana kasus korupsi dan seorang sastrawan beken dimasukkan ke dalam daftar tadi.

Ahad, 13 September 2020, Syeikh Ali jaber menyita perhatian publik. Berawal beliau menjadi korban penusukan orang tak dikenal di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Singkat cerita, sang pelaku dijerat polisi dengan pasal percobaan pembunuhan dan pasal penganiayaan. Sementara itu, lengan kanan Syeikh Ali jaber harus mendapat perawatan medis.

Dalam catatan saya, konten ceramah/tausyiah Syeikh Ali Jaber temanya menyesuaikan program televisi dimana beliau menjadi narasumbernya. Namun saya temukan konten tausyiahnya yang bernuansa purifikasi aqidah. Misalnya pada tanggal 16 Mei 2015, "Hakekat Isra' miraj adalah apabila manusia punya problem, sampaikan kepada Allah swt. Tidak melalui malaikat atau wali, tetapi langsung dengan Sholat," ucap Syeikh Ali jaber saat diwawancarai dr. Lula kamal di TV One. 

Selain itu, Syeikh Ali jaber juga pernah mengulas tentang kekasih Allah swt. Kata beliau dalam Program "Damai Indonesiaku" (7 Juli 2015), "Keberadaan Waliyullah hanya Allah yang tahu". Dua argumen tersebut membuat Syeikh Ali jaber distigma wahabi oleh kelompok yang berseberangan.

Hingga tulisan ini dibuat, Syeikh Ali jaber tetap melanjutkan safari dakwah. Rabu, 16 September 2020, beliau diketahui melawat ke Kabupaten Jember. Lalu pada kamis, 17 September 2020 beralih ke Kota Malang. Di kecamatan Ajung, Jember, saya melihat unggahan beberapa foto beliau yang dikawal sejumlah personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) cabang Kencong. Adapun di kota kelahiran saya, Syeikh Ali jaber diundang buka puasa di restoran Baitul maqdis, Kauman, Kecamatan klojen. Setelah buka puasa, beliau lanjut memberi kultum di Masjid Khadijah. Di masjid yang berafiliasi ke Muhammadiyah ini, Syeikh Ali tetap dijaga ketat personel Banser.

Ada hikmah dibalik peristiwa penusukan di Bandar lampung. Tentunya membuat segenap Muslim di Indonesia mengapresiasi kiprah Banser. Demikianlah tulisan singkat saya tentang seorang Syeikh Ali jaber. Semoga Allah swt senantiasa melindungi beliau. Wallahu'allam.

VIDEO PILIHAN